STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)Kemandirian belajar merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran kolaboratif terhadap kemandirian belajar mahasiswa calon guru sains dalam mengembangkan media pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain kuasi eksperimen posttest-only non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 34 mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia, yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran kolaboratif, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional berbasis ceramah dan tugas individu. Data dikumpulkan melalui angket kemandirian belajar, jurnal refleksi, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(32) = 3,412; p = 0,002), dengan skor kemandirian belajar lebih tinggi pada kelas eksperimen. Selain itu, kualitas media pembelajaran yang dihasilkan mahasiswa kelas eksperimen menunjukkan keunggulan dalam aspek orisinalitas, keterpaduan isi, ketepatan sasaran, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar dan mutu karya mahasiswa. Implikasinya, model ini layak diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan guru untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar dan mutu karya mahasiswa.Implikasinya, model ini layak diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan guru untuk mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pembelajaran kolaboratif yang lebih spesifik dan terstruktur. Penelitian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai aspek pembelajaran kolaboratif, seperti peran dosen sebagai fasilitator, strategi kolaborasi yang efektif, dan metode penilaian yang sesuai. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak pembelajaran kolaboratif terhadap aspek-aspek lain seperti kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan sosial mahasiswa. Dengan demikian, studi lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat dan tantangan penerapan pembelajaran kolaboratif dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan keterampilan abad ke-21.
| File size | 340.03 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan efektivitas model pembelajaran role playing dalam konteks pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian selanjutnyaPeningkatan hasil belajar ini menunjukkan efektivitas model pembelajaran role playing dalam konteks pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian selanjutnya
IAINTAKENGONIAINTAKENGON Faktor pendukung dalam proses penanaman karakter berkualitas pada anak usia dini di TK Simehate adalah konten pendidikan yang telah dimuat dalam kurikulumFaktor pendukung dalam proses penanaman karakter berkualitas pada anak usia dini di TK Simehate adalah konten pendidikan yang telah dimuat dalam kurikulum
ASSYIFAASSYIFA Temuan penelitian mengindikasikan bahwa nilai cinta kepada Allah, diri sendiri, sesama, ilmu, alam, dan tanah air tidak hanya hadir sebagai terminologiTemuan penelitian mengindikasikan bahwa nilai cinta kepada Allah, diri sendiri, sesama, ilmu, alam, dan tanah air tidak hanya hadir sebagai terminologi
STKIP PERSADASTKIP PERSADA Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kompetensi akademik (competence), tetapi juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial (compassion)Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kompetensi akademik (competence), tetapi juga diharapkan mampu membangun kepedulian sosial (compassion)
PDPIPDPI Maka dalam hal ini ada hubungan antara pola asuh dalam meningkatkan kemandirian belajar anak usia dini, pendidikan yang demokratis dan berwibawa membuatMaka dalam hal ini ada hubungan antara pola asuh dalam meningkatkan kemandirian belajar anak usia dini, pendidikan yang demokratis dan berwibawa membuat
ALFITHRAHALFITHRAH Tujuan penanaman nilai‑nilai tersebut meliputi pembangunan kebangsaan multikultural, peradaban bangsa yang cerdas dan berbudaya, serta pembentukan wargaTujuan penanaman nilai‑nilai tersebut meliputi pembangunan kebangsaan multikultural, peradaban bangsa yang cerdas dan berbudaya, serta pembentukan warga
JURNALDIDAKTIKAJURNALDIDAKTIKA Covid-19 memberikan pengaruh dalam bidang pendidikan sehingga proses pembelajaran yang biasanya dilakukan luring sekarang berubah menjadi daring. Hal yangCovid-19 memberikan pengaruh dalam bidang pendidikan sehingga proses pembelajaran yang biasanya dilakukan luring sekarang berubah menjadi daring. Hal yang
CERICCERIC Instrumen kompetensi kultural yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh peneliti pada penelitian sebelumnya. Hasil pengukuran kompetensi kulturalInstrumen kompetensi kultural yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh peneliti pada penelitian sebelumnya. Hasil pengukuran kompetensi kultural
Useful /
JOURNAL GEHUJOURNAL GEHU Determinan boilerplate KAM diidentifikasi pada lima tingkat utama: karakteristik auditor, rutinitas dan struktur organisasi KAP, karakteristik klien, konteksDeterminan boilerplate KAM diidentifikasi pada lima tingkat utama: karakteristik auditor, rutinitas dan struktur organisasi KAP, karakteristik klien, konteks
IAIN MADURAIAIN MADURA Third, the legal culture so that the concept of syirkah bi al-muzāraah can be carried out by complying with local customary norms that are harmonizedThird, the legal culture so that the concept of syirkah bi al-muzāraah can be carried out by complying with local customary norms that are harmonized
IAIN MADURAIAIN MADURA Pada tahun 2024, Pasuruan mencatat beberapa angka pernikahan anak tertinggi. Desa Ngantungan di Pasrepan merupakan contoh mencolok bagaimana kepercayaanPada tahun 2024, Pasuruan mencatat beberapa angka pernikahan anak tertinggi. Desa Ngantungan di Pasrepan merupakan contoh mencolok bagaimana kepercayaan
IAIN MADURAIAIN MADURA Pemahaman hadis itu sendiri, sementara itu, terdiri dari dua tipologi, yaitu tekstual dan kontekstual. Karakteristik pemahaman tekstual adalah hanya mengandalkanPemahaman hadis itu sendiri, sementara itu, terdiri dari dua tipologi, yaitu tekstual dan kontekstual. Karakteristik pemahaman tekstual adalah hanya mengandalkan