STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)Menulis merupakan keterampilan penting namun menantang dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), terutama dalam menyusun teks recount. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penulisan buku harian pribadi. Kegiatan dilaksanakan di SMA Al Falah Silo, Jember, pada tahun 2025, melibatkan 30 siswa kelas sepuluh. Metode yang digunakan adalah pendekatan menulis berbasis proses yang dipadukan dengan pembelajaran reflektif selama delapan sesi mingguan. Siswa menulis entri buku harian berdasarkan pengalaman pribadi dengan bimbingan guru dan umpan balik teman sebaya. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan skor rata-rata meningkat dari 64,13 menjadi 78,27 (peningkatan 22,05%), dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 7,27%. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05), namun tidak terdapat pengaruh signifikan dari tipe kepribadian (p = 0,219) maupun interaksi antara metode dan kepribadian (p = 0,345). Temuan ini menunjukkan bahwa penulisan buku harian efektif meningkatkan keterampilan menulis recount siswa EFL tanpa dipengaruhi oleh kepribadian.
Penggunaan penulisan buku harian pribadi secara signifikan meningkatkan kinerja siswa EFL dalam menulis teks recount, dengan peningkatan skor yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol.Pendekatan ini terbukti efektif untuk semua tipe kepribadian, baik introvert maupun ekstrovert, menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pengembangan keterampilan menulis.Secara keseluruhan, penulisan buku harian menumbuhkan kepercayaan diri, kefasihan, dan organisasi dalam menulis, menyediakan platform reflektif yang berpusat pada siswa untuk ekspresi pribadi.
Penelitian yang sudah dilakukan ini berhasil menunjukkan bahwa menulis buku harian bisa membantu siswa berbahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis cerita pengalaman (teks recount). Ke depan, ada beberapa ide penelitian lanjutan yang bisa digali untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, kita bisa melihat apakah cara menulis buku harian ini juga efektif jika diterapkan pada kelompok siswa dengan usia yang berbeda, misalnya anak sekolah dasar atau mahasiswa di perguruan tinggi. Apakah hasilnya akan sama baiknya, atau ada penyesuaian yang perlu dilakukan mengingat perbedaan tingkat kematangan berpikir dan kebutuhan belajar mereka? Selain itu, penting juga untuk meneliti bagaimana pengaruh metode ini jika diterapkan pada jenis tulisan lain, bukan hanya cerita pengalaman. Misalnya, apakah menulis buku harian juga bisa membantu siswa dalam membuat tulisan yang lebih rumit seperti esai argumentatif yang memerlukan banyak argumen dan bukti, atau tulisan deskriptif yang membutuhkan penggambaran detail? Mengetahui batasan atau jangkauan efektivitasnya pada berbagai jenis tulisan akan sangat berguna. Terakhir, meskipun penelitian ini menemukan bahwa kepribadian siswa tidak memengaruhi hasil akhir secara signifikan, menarik untuk memahami lebih dalam bagaimana siswa dengan kepribadian berbeda—apakah mereka introvert atau ekstrovert—merasakan dan menggunakan buku harian mereka. Apakah siswa introvert merasakan manfaat yang lebih besar dari ruang pribadi ini untuk mengungkapkan pikiran, sementara siswa ekstrovert menggunakannya untuk tujuan yang sedikit berbeda? Menyelidiki pengalaman pribadi dan cara mereka berinteraksi dengan proses menulis buku harian akan memberikan wawasan yang lebih kaya tentang bagaimana pendekatan ini dapat disesuaikan untuk memaksimalkan manfaat bagi setiap individu.
| File size | 736.1 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(32) = 3,412; p = 0,002), dengan skor kemandirian belajar lebih tinggiHasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(32) = 3,412; p = 0,002), dengan skor kemandirian belajar lebih tinggi
UNMUNM Hasil menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan berpikir kritis, dengan siswa lebih me-refleksikan isu budaya, etika, dan sosial. Narasi denganHasil menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan berpikir kritis, dengan siswa lebih me-refleksikan isu budaya, etika, dan sosial. Narasi dengan
UNMUNM Temuan menegaskan peran strategi metakognitif dalam mengembangkan otonomi siswa muda EFL melalui penyediaan tujuan yang jelas, scaffolding multimo, danTemuan menegaskan peran strategi metakognitif dalam mengembangkan otonomi siswa muda EFL melalui penyediaan tujuan yang jelas, scaffolding multimo, dan
BALAIPUBLIKASIBALAIPUBLIKASI Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan, yang digunakan untuk menciptakan produk bahan ajar dan menguji efektivitas produk. PenelitianMetode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan, yang digunakan untuk menciptakan produk bahan ajar dan menguji efektivitas produk. Penelitian
UNYUNY Data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi: memotivasi siswa, menyelenggarakan lokakarya pelatihan,Data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi: memotivasi siswa, menyelenggarakan lokakarya pelatihan,
UNDIKSHAUNDIKSHA Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan tes kompetensi menulis dan rubrik penilaian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptifDalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan tes kompetensi menulis dan rubrik penilaian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif
UNIBUNIB Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimen dengan memilih jenis desain satu kelompok pretest-posttest. Hasil evaluasi pretestMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimen dengan memilih jenis desain satu kelompok pretest-posttest. Hasil evaluasi pretest
USKUSK Wawancara mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan guru memainkan peran penting dalam membantu siswa mencapai kompetensi membaca. Sikap siswa terhadapWawancara mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan guru memainkan peran penting dalam membantu siswa mencapai kompetensi membaca. Sikap siswa terhadap
Useful /
BALAIPUBLIKASIBALAIPUBLIKASI Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui wawancara dan tanya jawab dengan kepala sekolah, guru, serta siswa. Hasil menunjukkanMetode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan melalui wawancara dan tanya jawab dengan kepala sekolah, guru, serta siswa. Hasil menunjukkan
BALAIPUBLIKASIBALAIPUBLIKASI Dalam konteks ini, pembelajaran mobile berbasis smartphone (M-learning), khususnya Android, menjadi media belajar populer di kalangan remaja. TeknologiDalam konteks ini, pembelajaran mobile berbasis smartphone (M-learning), khususnya Android, menjadi media belajar populer di kalangan remaja. Teknologi
BALAIPUBLIKASIBALAIPUBLIKASI Ketergantungan pada metode hafalan tanpa pemahaman konsep inti membuat siswa kesulitan menghadapi masalah yang memerlukan pemahaman mendalam. Untuk mengatasiKetergantungan pada metode hafalan tanpa pemahaman konsep inti membuat siswa kesulitan menghadapi masalah yang memerlukan pemahaman mendalam. Untuk mengatasi
UNDIKSHAUNDIKSHA Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 200 perusahaan di sektor manufaktur dan jasa. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistemPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 200 perusahaan di sektor manufaktur dan jasa. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem