UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Kebijakan penerapan sekolah gratis bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia, didukung oleh kebijakan pembiayaan pendidikan yang disebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penelitian ini bertujuan mengkaji evaluasi dengan model CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Empat aspek utama kajian dari pelaksanaan program pendidikan gratis di SD Negeri 009 Tenggarong meliputi sekolah sebagai pengelola program dapat memperoleh gambaran kondisi awal (konteks), apakah masukan sudah memadai (input), bagaimana pelaksanaan berjalan (proses) dan hasil akhir (produk). Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, orang tua/komite sekolah dengan teknik purposive sampling. Analisis komponen konteks memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung tujuan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Komponen input menunjukkan bahwa pelaksanaan program telah didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, pendanaan yang cukup memadai, sarana dan prasarana yang cukup, serta dukungan stakeholder, meskipun peningkatan efektivitas penggunaan dana belum signifikan. Komponen proses menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan gratis telah berjalan dengan baik dan ada dukungan partisipatif, meskipun masih menghadapi kendala pada penambahan aspek fasilitas dan ketepatan waktu pencairan dana. Hasil analisis komponen produk menunjukkan bahwa program pendidikan gratis telah memberikan dampak positif terhadap siswa, meningkatkan kepuasan masyarakat, mencapai tujuan pemerataan akses pendidikan, serta memiliki prospek keberlanjutan yang baik, meskipun masih dibutuhkan peningkatan dalam aspek pengawasan, kualitas pembelajaran, dan fasilitas pendukung.

Secara keseluruhan, evaluasi program pendidikan gratis di SD Negeri 009 Tenggarong menggunakan model CIPP menunjukkan relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan.Meskipun demikian, masih ditemukan tantangan pada efektivitas penggunaan dana, ketepatan waktu pencairan, dan fasilitas pendukung, yang memerlukan peningkatan pengawasan.Program ini terbukti memberikan dampak positif bagi siswa dan masyarakat dengan prospek keberlanjutan yang baik, namun perbaikan berkelanjutan pada kualitas pembelajaran dan fasilitas masih sangat dibutuhkan.

Melihat bahwa program sekolah gratis memberikan dampak positif, namun masih ada ruang untuk peningkatan, penelitian selanjutnya bisa fokus pada beberapa area penting. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi mendalam tentang bagaimana komponen pengawasan dan ketersediaan fasilitas belajar yang lebih baik, seperti alat peraga dan multimedia, secara langsung memengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Ini berarti melihat secara spesifik, misalnya, apakah dengan meningkatkan intensitas pengawasan penggunaan dana atau menyediakan lebih banyak teknologi di kelas, hasil belajar siswa benar-benar menjadi lebih baik, tidak hanya secara umum tetapi dalam mata pelajaran tertentu. Kedua, karena penelitian ini memiliki keterbatasan waktu, studi lanjutan bisa berupa penelitian jangka panjang yang mengikuti program ini selama beberapa tahun. Tujuannya adalah untuk benar-benar memahami bagaimana keberlanjutan program ini berjalan dari waktu ke waktu, melihat apakah kepuasan masyarakat tetap tinggi, dan bagaimana dampaknya terhadap siswa berlanjut hingga mereka menyelesaikan pendidikan dasar, bahkan mungkin menengah. Ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang manfaat jangka panjang program. Ketiga, mengingat program ini dievaluasi di satu sekolah, penelitian berikutnya dapat membandingkan efektivitas berbagai model program sekolah gratis di daerah lain dengan karakteristik sosial-ekonomi yang berbeda. Misalnya, studi dapat membandingkan sekolah yang menerapkan program serupa dengan dukungan dana yang berbeda atau kebijakan lokal yang unik. Dengan begitu, kita bisa menemukan strategi terbaik atau faktor-faktor kunci yang membuat program ini paling berhasil di berbagai kondisi, sehingga kebijakan sekolah gratis bisa diterapkan lebih merata dan efektif di seluruh Indonesia.

  1. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/31466Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 31466
Read online
File size275.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test