UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan MBS dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di SMP Negeri 4 Namohalu Esiwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan kebijakan MBS di SMP Negeri 4 Namohalu Esiwa telah berjalan dengan cukup baik berdasarkan indikator otonomi, partisipasi, akuntabilitas, dan transparansi; (2) kualitas pembelajaran mengalami peningkatan yang ditandai dengan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, serta penilaian yang lebih objektif dan berkesinambungan. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat hubungan yang searah antara keberhasilan penerapan MBS dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebijakan MBS memiliki peran penting dalam mendukung perbaikan mutu pembelajaran di tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu, optimalisasi MBS perlu terus dikembangkan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMP Negeri 4 Namohalu Esiwa telah berjalan sangat baik, didukung oleh persepsi positif kepala sekolah, guru, dan siswa, meskipun pelibatan orang tua masih memerlukan peningkatan.Kualitas pembelajaran juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan iklim belajar yang kondusif dan siswa aktif, namun perbedaan persepsi antara internal sekolah dan orang tua menandakan pentingnya penguatan komunikasi serta kerja sama masyarakat.Oleh karena itu, sekolah perlu mempertahankan praktik manajerial yang baik, meningkatkan frekuensi supervisi, memperluas partisipasi orang tua, dan mendorong peningkatan kompetensi guru, sembari menyarankan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan luas.

Melihat temuan yang menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek tertentu, seperti variasi metode pembelajaran guru, penguatan supervisi, serta pelibatan orang tua, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk dilakukan studi kualitatif mendalam yang meneliti bagaimana program pengembangan profesional guru yang disesuaikan dengan konteks pedesaan dapat secara efektif meningkatkan kapasitas guru dalam mengadopsi metode pembelajaran aktif dan kreatif, serta mengintegrasikan teknologi sederhana yang sesuai dengan fasilitas yang ada. Penelitian ini dapat mengidentifikasi jenis pelatihan yang paling relevan dan strategi implementasi yang berhasil. Kedua, mengingat masih rendahnya partisipasi orang tua dalam MBS dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, sebuah penelitian dapat menganalisis faktor-faktor sosial-budaya dan ekonomi yang menjadi penghambat atau pendorong keterlibatan orang tua di sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Dengan memahami akar permasalahannya, kita dapat merancang model partisipasi orang tua yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Terakhir, menindaklanjuti isu alokasi anggaran yang cenderung administratif, sebuah riset komparatif dapat mengkaji dampak strategi pengelolaan anggaran berbasis kebutuhan pembelajaran yang berfokus pada inovasi dan pengembangan kapasitas guru terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi sekolah dalam mengoptimalkan sumber daya finansial mereka untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional secara lebih efektif dan merata.

Read online
File size468.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test