UNIBAUNIBA

Jurnal EduecoJurnal Edueco

Kesulitan belajar siswa kerap terlihat dari kurangnya respon terhadap pembelajaran yang dilakukan guru secara tradisional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model TPS mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, memperbaiki keterampilan guru dalam pengelolaan kelas, serta meningkatkan capaian akademik siswa. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 63,76% dengan ketuntasan 44%. Setelah perbaikan pada siklus II, rata-rata nilai naik menjadi 88,83% dengan ketuntasan 93%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe TPS terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap proses dan hasil pembelajaran IPS siswa kelas VIII SMP.Peningkatan terlihat jelas pada keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (dari 59% menjadi 87%) dan keaktifan siswa (dari 62% menjadi 90%) di sepanjang dua siklus penelitian.Hal ini berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa, dengan nilai rata-rata naik dari 63,76 (ketuntasan 44%) menjadi 88,83 (ketuntasan 93%) pada siklus II.

Penelitian ini telah membuktikan bahwa model Think Pair Share (TPS) sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP. Namun, masih ada banyak pertanyaan menarik yang bisa kita teliti lebih lanjut untuk memperkaya pemahaman kita tentang model ini. Pertama, bagaimana jika model TPS diterapkan pada mata pelajaran lain, seperti ilmu pengetahuan alam atau matematika, atau bahkan pada jenjang pendidikan yang berbeda, misalnya di sekolah dasar atau menengah atas? Apakah efektivitasnya tetap sama, atau mungkin ada penyesuaian yang perlu dilakukan agar lebih optimal di konteks yang berbeda? Kedua, selain hasil belajar dan keaktifan, penting juga untuk memahami dampak TPS pada aspek lain yang lebih dalam. Sebagai contoh, bagaimana model ini secara khusus memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah, atau seberapa baik siswa dapat mengingat materi pelajaran dalam jangka panjang setelah diajarkan dengan TPS? Penelitian lanjutan bisa fokus mengukur peningkatan keterampilan-keterampilan penting ini. Ketiga, mengingat TPS melibatkan interaksi dan kolaborasi, akan sangat menarik untuk menggali faktor-faktor apa saja yang bisa membuat model ini lebih efektif. Bisakah penggunaan alat bantu digital tertentu atau penyesuaian cara berdiskusi di tahap Pair dan Share disesuaikan dengan beragam gaya belajar siswa untuk semakin memaksimalkan dampak positifnya? Dengan menjelajahi pertanyaan-pertanyaan ini, kita bisa membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.

Read online
File size428.67 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test