SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Asfiksia pada neonatus merupakan suatu kondisi dimana bayi yang baru lahir mengalami gagal nafas atau adanya kegagalan dalam petukaran gas dan transportasi oksigen, kondisi bayi yang mengalami asfiksia dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan kondisi kegawatdarurat yang memerlukan penanganan yang cepat. Pada bayi yang mengalami gangguan pada pernapasan bisa dilakukan peberian terapi dengan penggunan Non-invasive veniltion (NIV), yaitu alat bantuan ventilasi tanpa pemasangan tuba endotrakeal. Tujuan: untuk mengetahui terkiat dengan pengunaan NIV sebagai terapi untuk kasus asfiksia pada neonatus, sehingga bisa meningatkan kualitas hidup pada neonatus. metode: dalam penelitian ini mengunakan laporan kasus (case report) dengen pemberian intervensi pemasangan non-invasive veniltion (niv) pada pasien dengan asfiksia dan BBLR. Hasil: studi ini menunjukan bahwa adanya perubahan saturasi oksigen saat pertama dilakukan pemasangan ventilator, serta freuensi nafas membak setelah lakukan intervensi selama 6 hari. Kesimpulan: Penggunaan Ventilasi Non-Invasif (NIV) ditemukan memiliki dampak positif pada peningkatan saturasi oksigen dan laju pernapasan pada neonatus dengan asfiksia dan BBLR. NIV dapat berfungsi sebagai intervensi dini yang efektif di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Penggunaan Ventilasi Non-Invasif (NIV) ditemukan memiliki dampak positif pada peningkatan saturasi oksigen dan laju pernapasan pada neonatus dengan asfiksia dan BBLR.NIV dapat berfungsi sebagai intervensi dini yang efektif di unit perawatan intensif neonatal (NICU).Hasil analisa menjelaskan bahwa luaran yang ingin dicapai yaitu satuasi oksigen, dan frekuensi nafas sudah membaik.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas NIV pada berbagai tingkat keparahan asfiksia dan BBLR, serta untuk mengidentifikasi parameter optimal untuk inisiasi dan durasi terapi. Studi komparatif antara NIV dengan metode ventilasi konvensional pada neonatus dengan asfiksia dan BBLR dapat memberikan bukti yang lebih kuat mengenai manfaat relatif dari masing-masing pendekatan. Selain itu, penelitian kualitatif yang melibatkan pengalaman orang tua dan tenaga kesehatan dalam penggunaan NIV dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan implementasi dan penerimaan terapi ini, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas perawatan neonatus dengan kondisi kritis.

  1. Pemakaian Ventilator Frekuensi Tinggi pada Bayi Asfiksia Berat | Firmansyah | Sari Pediatri. pemakaian... saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/913Pemakaian Ventilator Frekuensi Tinggi pada Bayi Asfiksia Berat Firmansyah Sari Pediatri pemakaian saripediatri index php sari pediatri article view 913
  2. "Ventilasi Noninvasif pada Obstructive Sleep Apnea dan Obesity Hypovent" by Herikurniawan Herikurniawan,... doi.org/10.7454/jpdi.v11i3.1412Ventilasi Noninvasif pada Obstructive Sleep Apnea dan Obesity Hypovent by Herikurniawan Herikurniawan doi 10 7454 jpdi v11i3 1412
  3. Prevalence and risk factors associated with birth asphyxia among neonates delivered in Ethiopia: A systematic... doi.org/10.1371/journal.pone.0255488Prevalence and risk factors associated with birth asphyxia among neonates delivered in Ethiopia A systematic doi 10 1371 journal pone 0255488
Read online
File size226.93 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test