UKIMUKIM

MOLUCCAS HEALTH JOURNALMOLUCCAS HEALTH JOURNAL

Angka kematian neonatal di Indonesia tahun 2010 masih tinggi yaitu 228/100.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal dapat terjadi karena infeksi, asfiksia ataupun berat badan lahir rendah. Data rekam medis RSUD Dr. M Haulussy Ambon sebagai rumah sakit rujukan dengan pelayanan PONEK menunjukkan jumlah kematian neonatal pada tahun 2013 sebanyak 49 kasus dari 2633 kelahiran hidup, tahun 2014 berjumlah 80 kasus dari 2483 kelahiran hidup, dan pada tahun 2015 sebanyak 51 kasus dari 983 kelahiran dalam 6 bulan (Januari-Juli). Penyebab kematian neonatal pada tahun 2015 adalah: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 16 kasus, Asfiksia 15 kasus, Sepsis/Infeksi 14 kasus, Gangguan Pernapasan 4 kasus, dan atresia ani 2 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi kematian neonatal dan gambaran penyebab kematian neonatal di RSUD Dr. M Haulussy Ambon tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi seluruh neonatus yang meninggal di RSUD Dr. M Haulussy Ambon tahun 2015 yang tercatat diagnosis spesialis obstetri dan ginekologi di rekam medis, berjumlah 51 neonatus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah checklist yang mencatat kondisi pasien yang mengalami kematian neonatal pada data dokumentasi, yaitu rekam medis. Data diolah secara univariat dengan cara melakukan tabulasi data yang kemudian disusun dalam tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolong persalinan oleh tenaga kesehatan adalah 39 (76,47%), terdiri dari bidan 29 (56,9%), dokter spesialis obstetri dan ginekologi 10 (19,6%), dan dukun bayi 12 (23,52%). Kematian neonatal terkait rujukan sebanyak 15 (29,41%), dan kematian neonatal karena usia ibu kurang dari 20 tahun sebanyak 5 (9,8%).

Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada umur neonatal dini (6-48 jam).Kematian neonatal paling banyak disebabkan oleh Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, dan sepsis.Meskipun sebagian besar persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, masih terdapat kasus persalinan yang ditolong oleh dukun bayi.Upaya pencegahan kematian neonatal perlu difokuskan pada penanganan komplikasi kehamilan, persalinan yang aman, dan perawatan segera bayi baru lahir dengan tindakan aseptik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosio-ekonomi dan budaya yang mempengaruhi pemilihan penolong persalinan tradisional (dukun bayi) di masyarakat sekitar RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Hal ini penting untuk merancang intervensi yang tepat sasaran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persalinan yang aman oleh tenaga kesehatan profesional. Kedua, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada evaluasi efektivitas program pelatihan resusitasi neonatal bagi tenaga kesehatan di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dan puskesmas-puskesmas rujukan. Evaluasi ini perlu mencakup penilaian keterampilan, pengetahuan, dan kepercayaan diri tenaga kesehatan dalam menangani bayi baru lahir dengan asfiksia. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain studi kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap kematian neonatal akibat sepsis, dengan mempertimbangkan variabel-variabel seperti durasi pecah ketuban, penggunaan antibiotik profilaksis, dan praktik kebersihan selama persalinan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk pengembangan protokol pencegahan dan penanganan infeksi neonatal yang lebih efektif.

Read online
File size740.46 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3wj
DMCAReport

Related /

ads-block-test