STIESTIE

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini adalah ibu pasca persalinan yang berada pada wilayah kerja puskesmas buki. Kriteria respodan pada penelitian ini adalah ibu pasca persalinan. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan antara pengetahuan dan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar. Apakah terdapat hubungan antara Pengetahuan dan Jarak Tempat Tinggal Dengan Pemilihan Penolong Persalinan pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Analitik Kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Cross-Sectional, di mana peneliti mencari hubungan antara variabel independen (bebas) dengan variabel dependen (terikat) dengan melakukan pengukuran sesaat. Berdasarkan hasil penelitian, dari 43 responden terdapat 17 (39,5%) yang memiliki penegtahuan baik tentang persalinan. Dari jumlah tersebut, Sebagian besar yaitu 16 (37,2%) responden memilih tenaga Kesehatan sebagai penolong persalinan dan 1 (2,3%) responden masih memilih dukun sebagai penolong persalinan. memilih penolong persalinan ke dukun bayi dan tidak ada (0%) yang memilih tenaga kesehatan. Sementara itu, responden yang memiliki jarak tempat tinggal 1–5 km sebanyak 16 (37,2%) sampel. Dari 16 (37,2%) sampel memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dan tidak ada (0%) yang memilih dukun bayi Puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2025.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2025.Selain itu, terdapat hubungan antara jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja puskesmas Buki Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2025.Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya meningkatkan pengetahuan ibu mengenai persalinan yang aman dan memastikan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pemilihan penolong persalinan, terutama di wilayah dengan kepercayaan tradisional yang kuat. Kedua, studi intervensi perlu dirancang untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya persalinan yang aman dan peran tenaga kesehatan profesional, dengan mempertimbangkan karakteristik unik masyarakat setempat. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi strategi inovatif untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di daerah terpencil, seperti pemanfaatan teknologi telemedis atau peningkatan mobilitas tenaga kesehatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Dengan memahami kompleksitas faktor-faktor yang memengaruhi perilaku ibu dalam memilih penolong persalinan, kita dapat merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. #kualitas pelayanan#kualitas pelayanan
Read online
File size200.92 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3au
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test