STIESTIE

One moment, please...One moment, please...

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting dalam dunia kerja, terutama bagi tenaga kerja konstruksi. Tujuan proyek dapat tercapai dengan baik jika tenaga kerja dijaga sebagai aset penting, sehingga perusahaan harus memastikan keamanan mereka. Manajemen risiko yang efektif diperlukan untuk mengurangi atau mencegah kecelakaan kerja, meminimalkan dampak pada semua aktivitas di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan K3LL menggunakan metode HIRARC terhadap dampak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja pekerja pada proyek pembangunan jaringan pipa gas rumah tangga, pelanggan kecil, dan komersial. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa pada penggalian tanah/aspal menggunakan cangkul terdapat 1 risiko kategori moderate dan 1 risiko kategori low, pada penggalian menggunakan jack hammer terdapat 1 risiko kategori low karena hasil pengukuran tidak melebihi batas maksimum kebisingan 85 dB, pada penjajaran pipa terdapat 1 risiko moderate dan 1 kategori low, proses memasukkan pipa termasuk kategori low, penyambungan pipa masuk dalam kategori moderate, penimbunan kembali bekas galian termasuk kategori moderate. Pemantauan kondisi fisik lingkungan menunjukkan adanya debu dan bekas tanah galian yang menyumbat saluran drainase, yang dapat memperburuk kondisi lingkungan. Hasil penilaian risiko secara keseluruhan menunjukkan potensi bahaya yang perlu dimitigasi, karena tingkat risiko ini bervariasi. Perusahaan diharapkan dapat terus meningkatkan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja, meningkatkan perhatian pada dampak lingkungan yang dapat timbul, dan meningkatkan pelaksanaan K3LL yang berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) berhasil mengidentifikasi risiko kerja pada setiap tahap proyek.Sebagian besar risiko berada dalam kategori low hingga moderate, yang menunjukkan bahwa tingkat bahaya di lokasi proyek relatif terkendali namun tetap memerlukan tindakan pencegahan berkelanjutan.Penerapan sistem K3LL yang berkelanjutan dan dukungan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan ramah lingkungan.Peningkatan kapasitas pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi K3 juga perlu dilakukan secara berkala agar kesadaran keselamatan menjadi bagian dari budaya kerja di proyek.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode pengendalian risiko yang berbeda dalam konteks proyek pembangunan jaringan pipa gas, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, kondisi cuaca, dan tingkat keterampilan pekerja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi bahaya secara proaktif, misalnya melalui penggunaan sensor atau teknologi pemantauan jarak jauh. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau platform berbasis cloud, dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, serta memfasilitasi pelaporan insiden dan evaluasi kinerja K3 secara real-time. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program K3, mengurangi risiko kecelakaan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif bagi seluruh pekerja.

  1. #analisis risiko#analisis risiko
  2. #penilaian risiko#penilaian risiko
Read online
File size185.71 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3ar
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test