STIECENDEKIAKUSTIECENDEKIAKU

E-logis : Jurnal Ekonomi LogistikE-logis : Jurnal Ekonomi Logistik

Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko merupakan salah satu bagian dari klausul perencanaan ISO 45001:2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terdapat pada klausul ke 6.1.2.1, 6.1.2.2, dan 6.1.3. Hal ini sangat penting untuk tercapainya klausul perencanaan dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Rumusan masalah dan tujuan dari penelitian ini ialah terkait penerapan dan tingkat ketercapaian dari identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko dari keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) Cepu berdasarkan ISO 45001:2018 di era new normal. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman yang berarti analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahaya yang teridentifikasi berjumlah 18 aktivitas, Penilaian risiko bahaya dikategorikan dengan tingkatan 1 sangat jarang, 2 jarang terjadi, 3 kadang‑kadang terjadi, 4 sering terjadi, dan 5 selalu terjadi. Pengendalian risiko dilakukan dengan cara 2 hirarki pengendalian yaitu secara administrasi dan secara rekayasa teknis. Tingkat ketercapaian dari penerapan tersebut secara keseluruhan sudah baik. Dari potensi bahaya yang ditemukan yang paling harus diperhatikan ialah potensi bahaya yang memiliki level risiko kategori high risk di era new normal ini yaitu terkait penyebaran virus Covid‑19.

Penelitian menunjukkan bahwa penerapan identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko K3 di perkantoran PPSDM MIGAS Cepu telah dilaksanakan dengan baik, dengan 18 bahaya teridentifikasi dan distribusi tingkat risiko 33,33 % high risk, 16,7 % moderate risk, dan 50 % low risk.Pengendalian risiko dilakukan melalui metode administrasi dan rekayasa teknis, meskipun simulasi tanggap darurat dan senam rutin terhambat oleh protokol kesehatan.2018 pada era new normal dinilai memuaskan, dan seluruh pegawai melaksanakan pengendalian sesuai ketentuan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas simulasi tanggap darurat berbasis virtual dalam mempertahankan kesiapsiagaan pekerja selama pembatasan pandemi, dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan respons aktual antara simulasi daring dan latihan tatap muka. Selain itu, studi ergonomi yang menilai dampak intervensi pencahayaan yang teroptimasi serta penyesuaian posisi kerja terhadap keluhan kelelahan mata dan keluhan muskuloskeletal pada karyawan kantor di era new normal dapat memberikan bukti empiris untuk kebijakan desain ruang kerja. Selanjutnya, pengembangan dan pengujian alat penilaian risiko digital yang mengintegrasikan pemantauan lingkungan secara real‑time, seperti kualitas udara, suhu, dan tingkat ventilasi, dapat meningkatkan identifikasi bahaya ber‑risk tinggi dan mempercepat pengambilan keputusan mitigasi. Ketiga penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur K3 dengan pendekatan inovatif, sekaligus memberikan panduan praktis bagi organisasi dalam mengadaptasi standar ISO 45001 pada kondisi kerja yang dinamis.

  1. #protokol kesehatan#protokol kesehatan
  2. #penilaian risiko#penilaian risiko
Read online
File size326.01 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-27X
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test