POLSRIPOLSRI

Prosiding Semnas FirstProsiding Semnas First

Kehidupan di era sekarang tidak terlepas dari bahan bakar fosil yang berlawanan dengan ketersediaan bahan bakar fosil itu sendiri. Maka dari itu masalah ini harus diatasi dengan cepat, salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil yaitu dengan mengembangkan energi alternatif berupa energi biomassa. Salah satu contoh Biomassa yaitu biopelet. Pada penelitian ini pembuatan biopelet menggunakan bahan tempurung kelapa, biji jarak, dan serai dengan 3 bahan dan 5 kali percobaan. Penelitian Rasio tempurung kelapa (TK) dan daun serai (DS) 4:1 dengan penambahan biji jarak pagar (BJ) 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari berat total campuran (% b/b) agar dapat menghasilkan biopelet yang mudah dinyalakan, memiliki aromaterapi asap pembakaran dan memiliki nilai kalor tinggi.

2014 kadar air maksimum 12% dalam biopelet dimana nilai kadar air biopelet pada penelitian ini berkisar antara 5,12-6,55%.Kadar air tertinggi terdapat pada biopelet variasi komposisi biji jarak 50% dari berat total campuran dan kadar air terendah pada variasi komposisi biji jarak 10% dari berat total campuran.2014 tentang kualitas biopelet untuk parameter kadar abu tidak lebih dari 15 %, kadar abu biopelet pada penelitian ini berkisar antara 11,36-19,19% dimana kadar abu tertinggi pada biopelet variasi komposisi biji jarak 50% dari berat total campuran dan nilai kadar abu terendah terdapat pada biopelet variasi komposisi biji jarak 10% dari berat total campuran.2014 tentang kualitas biopelet pada penelitian ini kandungan kadar zat terbang kurang dari 80% untuk parameter kadar zat terbang.Biopelet dihasilkan sesuai standar karena tidak lebih dari 43,33% dengan kadar zat terbang tertinggi pada variasi komposisi biji jarak 50% dari berat total campuran dan kadar zat terbang terendah pada variasi komposisi biji jarak 10% dari berat total campuran.Kandungan karbon terikat biopelet dalam penelitian ini baik karena sesuai dengan standar SNI 8021.2014 yaitu di atas 14% dengan kadar karbon terikat berkisar 33,33-46,46%.Kualitas biopellet untuk parameter karbon minimal 14%, sebagaimana tercantum dalam SNI 8021.Untuk parameter nilai kalor dalam SNI 8201.2014, kualitas biopellet minimal harus 4000 kal/g.Biopelet hasil penelitian ini memenuhi standar karena tiga dari lima variasi biopelet memiliki nilai kalor yang sesuai dengan standar.Nilai-nilai ini sesuai dengan variasi proporsi biji jarak yang membentuk 30%, 40%, dan 50% dari total berat campuran.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh variasi komposisi biji jarak terhadap kualitas biopelet, khususnya dalam hal peningkatan nilai kalor dan kandungan karbon terikat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan biopelet sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan teknologi produksi biopelet yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti penggunaan bahan baku yang berkelanjutan dan pengurangan limbah produksi.

Read online
File size121.91 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3wt
DMCAReport

Related /

ads-block-test