POLMAN BABELPOLMAN BABEL
Manutech : Jurnal Teknologi ManufakturManutech : Jurnal Teknologi ManufakturIndonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang berlimpah, terutama batubara dan kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui . Full factorial menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan tiga faktor yaitu suhu pengeringan, waktu pengeringan dan rasio air : molase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa tempurung kelapa yang ditambahkan pada briket antrasit memiliki pengaruh terhadap nilai kadar zat terbang yang dihasilkan. Pada kadar zat terbang sampel briket dengan suhu pengeringan 120℃ selama 90 menit dan rasio air : molase 4 : 3 menghasilkan nilai paling rendah yaitu 24,8%, sedangkan nilai kadar zat terbang tertinggi yaitu 28,1% dihasilkan oleh sampel briket dengan suhu pengeringan 100℃ selama 90 menit dan rasio air : molase 4 : 1. Kadar abu paling rendah dihasilkan oleh sampel briket dengan suhu 120℃ selama 60 menit dengan rasio perekat 4 : 1 yaitu sebesar 41,1%, sementara sampel briket dengan suhu 100℃ selama 60 menit dengan rasio perekat 4 : 3 menghasilkan nilai kadar abu tertinggi yaitu sebesar 35,8%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu pengeringan, waktu pengeringan, dan rasio air.molase secara signifikan memengaruhi kadar zat terbang dan kadar abu pada briket antrasit dengan penambahan biomassa tempurung kelapa.Sampel briket dengan suhu pengeringan 120℃ selama 90 menit dan rasio air.3 menghasilkan kadar zat terbang terendah (24,8%).Sementara itu, sampel dengan suhu pengeringan 120℃ selama 60 menit dan rasio perekat 4.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi komposisi campuran briket antrasit dan tempurung kelapa untuk mencapai kadar zat terbang dan abu yang lebih rendah, dengan mempertimbangkan jenis perekat alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh ukuran partikel tempurung kelapa terhadap karakteristik pembakaran briket perlu dilakukan. Terakhir, penelitian mengenai efisiensi energi dan emisi gas buang dari briket yang dihasilkan dibandingkan dengan batubara murni dapat memberikan informasi penting untuk evaluasi keberlanjutan dan dampak lingkungan dari penggunaan briket sebagai sumber energi alternatif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan briket berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
| File size | 763.4 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Penelitian berhasil menciptakan sistem kontrol fan AC berbasis deteksi jumlah orang secara real-time, dengan pemrosesan citra pada Raspberry Pi, menjagaPenelitian berhasil menciptakan sistem kontrol fan AC berbasis deteksi jumlah orang secara real-time, dengan pemrosesan citra pada Raspberry Pi, menjaga
UBHUBH Baja ST 37, yang mengandung kadar karbon 0,15%, dipilih sebagai material uji. Springback adalah perubahan bentuk elastis yang terjadi setelah proses pembengkokanBaja ST 37, yang mengandung kadar karbon 0,15%, dipilih sebagai material uji. Springback adalah perubahan bentuk elastis yang terjadi setelah proses pembengkokan
PUBMEDIAPUBMEDIA Pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimental kuantitatif dengan pengukuran kadar air yang berhasil dihilangkan selama proses pengeringan beku.Pendekatan yang digunakan adalah metode eksperimental kuantitatif dengan pengukuran kadar air yang berhasil dihilangkan selama proses pengeringan beku.
POLIMEDIAPOLIMEDIA Mesin yang banyak digunakan untuk mencacah bulu unggas saat ini masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya hasil cacahan yang masih kasar, memilikiMesin yang banyak digunakan untuk mencacah bulu unggas saat ini masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya hasil cacahan yang masih kasar, memiliki
UNTAGUNTAG Pada pengujian kekerasan Rockwell t setelah proses pack carburizing 910°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rataPada pengujian kekerasan Rockwell t setelah proses pack carburizing 910°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rata
UNILAUNILA Kayu cemara gunung memiliki potensi terjadi cacat bentuk yaitu cacat memangkuk (cupping) dan memuntir (twisting). Penyusunan skedul pengeringan untuk kayuKayu cemara gunung memiliki potensi terjadi cacat bentuk yaitu cacat memangkuk (cupping) dan memuntir (twisting). Penyusunan skedul pengeringan untuk kayu
POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY Aluminum alloy banyak digunakan pada industri manufaktur dirgantara sebagai material struktur pesawat terbang karena memiliki sifat yang ringan namun kuat.Aluminum alloy banyak digunakan pada industri manufaktur dirgantara sebagai material struktur pesawat terbang karena memiliki sifat yang ringan namun kuat.
POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY Untuk meningkatkan kinerja airfoil, pada bagian sayap pesawat dipasang vortex generator. Aliran udara yang mengalir melalui sayap pesawat akan membentukUntuk meningkatkan kinerja airfoil, pada bagian sayap pesawat dipasang vortex generator. Aliran udara yang mengalir melalui sayap pesawat akan membentuk
Useful /
UMMUMM Terdapat beberapa mekanisme penyelesaian sengketa damai dalam UNCLOS diantarannya konsiliasi, penyelesaian mengikat, arbitrase, arbitrase khusus. PenyelesaianTerdapat beberapa mekanisme penyelesaian sengketa damai dalam UNCLOS diantarannya konsiliasi, penyelesaian mengikat, arbitrase, arbitrase khusus. Penyelesaian
UNWAHAUNWAHA Hasil penelitian menunjukkan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Muamalat memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi transaksi,Hasil penelitian menunjukkan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Muamalat memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi transaksi,
UNTAGUNTAG Berdasarkan hasil analisis parameter dengan menggunakan Stress, Displacement, Strain, dan Safety Factor, disimpulkan bahwa rangka perangkat grading fishBerdasarkan hasil analisis parameter dengan menggunakan Stress, Displacement, Strain, dan Safety Factor, disimpulkan bahwa rangka perangkat grading fish
UNILAUNILA Penjarangan hutan mengurangi kerapatan pohon pada tingkat tertentu sesuai dengan intensitas penjarangan. Pengurangan sejumlah pohon yang menjadi habitatPenjarangan hutan mengurangi kerapatan pohon pada tingkat tertentu sesuai dengan intensitas penjarangan. Pengurangan sejumlah pohon yang menjadi habitat