UBTUBT
Jurnal Bimbingan dan Konseling BorneoJurnal Bimbingan dan Konseling BorneoSemakin semaraknya tren yang banyak menjadikan remaja atau dewasa dengan usia siap menikah menjadi rentan dan kehilangan diri untuk lebih mengetahui wawasan berumah tangga, dukungan lingkungan yang memudar membuat individu tersebut menjadi tidak menyadari adanya budaya yang nilainya dekat dengan hal – hal berkaitan dengan pernikahan. Melalui penelitian ini, bertujuan untuk mengembalikan budaya yang sejatinya sudah ada di lingkungan untuk dapat di aplikasikan bagi mereka yang melangsungkan ikatan yang lebih sakral sebagai solusi dari stigmasisasi lajang dan kerentanan terhadap kekerasan yang diterima oleh orang – orang dengan risiko kehamilan tidak di inginkan serta membantu untuk pihak terkait mempromosikan untuk memiliki keluarga terencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dimana data dikumpulkan menggunakan google form terdiri dari 50 responden dengan dominasi jenis kelamin perempuan. Responden berasal dari domisili beberapa wilayah di pulau Jawa dengan perolehan tiga tertinggi dari Pemalang sebesar 17.1%, Kabupaten Tegal sebesar 22,9% dan Kabupaten Brebes sebesar 24,3% serta total kesiapan pernikahan masih lama dari 50 responden memberikan hasil 55,7% hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya informasi menjelang pernikahan yang perlu dipersiapkan. Tingkat kevalidan data yang dikumpulkan merujuk pada indikator variable kondisi hubungan, cinta remaja, persiapan pernikahan, pager ayu, ladhen wedhang serta rewang pada 50 responden dari beberapa daerah khususnya wilayah Jawa, usia 21 tahun keinginan menikah tertinggi memiliki tingkat kevalidan yang kuat sebanyak 41 item dan satu item tidak valid pada nomor tiga dengan bunyi item berikut Kami dikenalkan oleh rekan kerja serta reliabilitas menunjukan koefisien reliabilitas sebesar α = 0.943. Item tertinggi dengan kesesuaian indikator utama dari Sinoman Jawa yakni pada pernyataan pernikahan sebagai gerbang utama dari perjalanan yang panjang sehingga harus dibarengi dengan limpahan kesabaran untuk mampu menerima apapun kondisi pasangan yang memperoleh layanan terbaik juga terhadap orang tua hal tersebut didukung dengan komunikasi atau tukar pendapat bersama pasangan sebagai kunci terhindari dari permasalahan.
Penelitian ini mendayagunakan budaya Sinoman Jawa sebagai pendekatan konseling pernikahan untuk mengatasi stigma lajang, kerentanan terhadap kekerasan, dan risiko kehamilan tidak diinginkan serta mendukung keluarga berencana.Metode kuantitatif deskriptif dengan 50 responden dominan perempuan dari beberapa wilayah di Pulau Jawa menunjukkan mayoritas tinggal lama dalam kesiapan pernikahan (55,7%).Temuan ini menjadi landasan untuk memberikan wawasan terkait pentingnya informasi dan persiapan menyeluruh menjelang pernikahan.
Pertama, penelitian kualitatif mendalam perlu dilakukan untuk mengeksplorasi perspektif kedua calon pengantin—khususnya pria—terhadap penerapan nilai-nilai Sinoman Jawa dalam proses bimbingan dan konseling pernikahan, dengan fokus pada dinamika persepsi budaya lokal, pengalaman emosional, dan tantangan-hambatan yang muncul, sehingga data yang diperoleh dapat melengkapi temuan kuantitatif dan menawarkan pemahaman holistik. Kedua, studi eksperimental dapat dirancang dengan mengembangkan dan menguji modul konseling pernikahan terstruktur yang mengintegrasikan prinsip budaya Sinoman Jawa dan metodologi pelatihan interaktif, kemudian mengukur efektivitasnya melalui indikator kesiapan psiko-sosial pasangan, tingkat kepuasan, dan ketahanan hubungan pasca-pernikahan. Ketiga, penelitian longitudinal dengan dukungan platform digital atau aplikasi mobile perlu dijajaki untuk menyebarluaskan nilai-nilai Sinoman Jawa secara lebih luas dan sistematis, melakukan adaptasi konten sesuai karakteristik demografis lokal, serta memantau dampak jangka panjang pada pengurangan stigma lajang, penurunan kasus kehamilan tidak diinginkan, serta peningkatan tingkat pemahaman dan kesiapan berumah tangga pada generasi milenial di berbagai wilayah urban dan rural.
| File size | 335.03 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UBTUBT Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalahMetode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan model analisis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah
UBTUBT teknologi Kata Kunci: Teknologi informasi, bimbingan dan konseling. Kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi diperoleh persentase sebanyakteknologi Kata Kunci: Teknologi informasi, bimbingan dan konseling. Kecakapan mahasiswa memanfaatkan teknologi informasi diperoleh persentase sebanyak
UBTUBT Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang menghasilkan prinsip dasar dari teknologi, formulasi konsep dan aplikasi teknologi, hingga pembuktian konsepPenelitian ini merupakan penelitian dasar yang menghasilkan prinsip dasar dari teknologi, formulasi konsep dan aplikasi teknologi, hingga pembuktian konsep
UBTUBT Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan konseling yang dilaksanakan di Yayasan Sekata Kota TarakanBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan konseling yang dilaksanakan di Yayasan Sekata Kota Tarakan
UBTUBT Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana penelitiTeknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti
UBTUBT Penelitian ini menggunakan tipe riset interaksionisme simbolik karena peneliti ingin memahami makna interaksi dalam permainan kata berantai. PenelitianPenelitian ini menggunakan tipe riset interaksionisme simbolik karena peneliti ingin memahami makna interaksi dalam permainan kata berantai. Penelitian
STTAASTTAA Improvisasi dalam berteologi mengharuskan kaum Injili Indonesia memahami Kitab Suci secara mendalam dan menerapkan teologi secara interdisipliner denganImprovisasi dalam berteologi mengharuskan kaum Injili Indonesia memahami Kitab Suci secara mendalam dan menerapkan teologi secara interdisipliner dengan
STTAASTTAA Perubahan dalam gereja dapat terjadi dengan damai dan sukses jika dilakukan dengan bijaksana dan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi jemaat. PemimpinPerubahan dalam gereja dapat terjadi dengan damai dan sukses jika dilakukan dengan bijaksana dan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi jemaat. Pemimpin
Useful /
UNSULTRAUNSULTRA Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem monitoring yang mampu memantau seluruh perangkat jaringan di lingkungan rumah sakit. Keberadaan sistem monitoringOleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem monitoring yang mampu memantau seluruh perangkat jaringan di lingkungan rumah sakit. Keberadaan sistem monitoring
UNSULTRAUNSULTRA Desa Morome berhasil meningkatkan literasi hukum masyarakat, membentuk TPPS secara resmi, dan mengintegrasikan Perpres 72/2021 ke dalam RPJMDes dan APBDes,Desa Morome berhasil meningkatkan literasi hukum masyarakat, membentuk TPPS secara resmi, dan mengintegrasikan Perpres 72/2021 ke dalam RPJMDes dan APBDes,
UNSULTRAUNSULTRA Respon dan partisipasi seluruh jajaran masyarakat yang terlibat di Kecamatan Langgikima Kabupaten konawe Utara sangat baik terhadap keseluruhan rangkaianRespon dan partisipasi seluruh jajaran masyarakat yang terlibat di Kecamatan Langgikima Kabupaten konawe Utara sangat baik terhadap keseluruhan rangkaian
STTAASTTAA Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,