DAARULHUDADAARULHUDA
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu SosialSocius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu SosialBencana permasalahan gizi di Indonesia merupakan hal yang sangat kompleks untuk dibicarakan. Permasalahan gizi disebabkan oleh banyak factor penyebab, diantaranya yaitu penyebab langsung, penyebab tidak langsung, penyebab utama, dan akar masalah. Permasalahan gizi tersebut berimbas pada keadaan Double Burden of Malnutrition, yaitu beban ganda permasalahan gizi yang bisa menyebabkan seseorang stunting maupun obesitas, hal ini dikarenakan ketidakseimbangan kadar gizi makro maupun mikro dalam tubuh. Permasalahan gizi apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan penurunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa. Salah satu upaya penanggulangan permasalahan gizi adalah program Sun Movement, dengan salah satu implementasinya di Indonesia adalah Gerakan 1000 HPK yang memiliki dua kategori intervensi, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitive. Gerakan 1000 HPK terus dijalankan, dimonitoring, dan dievaluasi guna mendapatkan hasil yang maksimal demi derajat kesehatan Indonesia yang jauh lebih baik.
Masalah gizi di Indonesia bersifat kompleks, dipengaruhi oleh penyebab langsung, tidak langsung, utama, dan akar, yang berkontribusi pada double burden of malnutrition berupa stunting dan obesitas.Jika tidak ditangani, hal ini menurunkan kualitas sumber daya manusia nasional.Program Sun Movement, khususnya Gerakan 1000 HPK dengan intervensi spesifik dan sensitif, terus dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas intervensi spesifik versus intervensi sensitif dalam program Sun Movement pada penurunan prevalensi stunting dan obesitas di berbagai wilayah Indonesia, sehingga memberikan bukti empiris tentang strategi mana yang lebih berhasil dalam konteks lokal. Selanjutnya, penting untuk mengkaji peran tata kelola multisektoral serta koordinasi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Gerakan 1000 HPK, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan atau hambatan yang memengaruhi pencapaian target gizi nasional. Selain itu, penelitian harus menyelidiki dampak perubahan iklim dan ketahanan pangan terhadap beban ganda malnutrisi selama periode 1000 hari pertama kehidupan, serta mengembangkan pendekatan adaptif yang dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan nutrisi dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
| File size | 555.06 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Keberadaan Kampung Adat adalah adanya kebutuhan masyarakat di Provinsi Papua terhadap pembentukan kampung adat, terutama terkait dengan pemberian pengakuanKeberadaan Kampung Adat adalah adanya kebutuhan masyarakat di Provinsi Papua terhadap pembentukan kampung adat, terutama terkait dengan pemberian pengakuan
EDUPARTNEREDUPARTNER Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan survei. Hasilnya menunjukkan bahwa translanguaging menjadi strategi pedagogis yang efektif, membantuData dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan survei. Hasilnya menunjukkan bahwa translanguaging menjadi strategi pedagogis yang efektif, membantu
STIEBALIKPAPANSTIEBALIKPAPAN Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru golongan PNS Pada SMK Negeri 3 Balikpapan dengan total 60 responden. Teknik analisis data menggunakanSampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru golongan PNS Pada SMK Negeri 3 Balikpapan dengan total 60 responden. Teknik analisis data menggunakan
INTEKOMINTEKOM Keselamatan pekerja perempuan yang bekerja pada malam hari menjadi salah satu perhatian utama dalam dunia ketenagakerjaan, terutama dalam kaitannya denganKeselamatan pekerja perempuan yang bekerja pada malam hari menjadi salah satu perhatian utama dalam dunia ketenagakerjaan, terutama dalam kaitannya dengan
LIFESCIFILIFESCIFI Kesetaraan gender merupakan upaya memperoleh kesempatan yang sama tanpa perbedaan jenis kelamin serta kesamaan hak dalam menikmati hasil pembangunan. KetimpanganKesetaraan gender merupakan upaya memperoleh kesempatan yang sama tanpa perbedaan jenis kelamin serta kesamaan hak dalam menikmati hasil pembangunan. Ketimpangan
APTISIAPTISI Secara simultan, kelima variabel memengaruhi kinerja tenaga medis secara signifikan. Beban kerja menurunkan kinerja tenaga medis secara signifikan, stresSecara simultan, kelima variabel memengaruhi kinerja tenaga medis secara signifikan. Beban kerja menurunkan kinerja tenaga medis secara signifikan, stres
UADUAD 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, memperkenalkan pidana kebiri sebagai jenis pemidanaan baru di Indonesia yang termasuk dalam pidana tindakan dan23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, memperkenalkan pidana kebiri sebagai jenis pemidanaan baru di Indonesia yang termasuk dalam pidana tindakan dan
UADUAD Penyelesaian kendala-kendala tersebut terutama dalam pembagian keuntungan biasanya diselesaikan secara musyawarah mufakat, pembayaran ganti rugi, atauPenyelesaian kendala-kendala tersebut terutama dalam pembagian keuntungan biasanya diselesaikan secara musyawarah mufakat, pembayaran ganti rugi, atau
Useful /
LIFESCIFILIFESCIFI Sampel penelitian ini berjumlah 100 UMKM dengan menggunakan rumus Solving dan teknik sampling proporsional. UMKM di Kota Semarang dapat meningkatkan keunggulanSampel penelitian ini berjumlah 100 UMKM dengan menggunakan rumus Solving dan teknik sampling proporsional. UMKM di Kota Semarang dapat meningkatkan keunggulan
EJGTAEJGTA Pertama, kita memperoleh batas atas dan batas bawah untuk angka ter-doubly resolve dari produk corona G ⊙ H dalam bentuk orde dari G dan dimensi adjacencyPertama, kita memperoleh batas atas dan batas bawah untuk angka ter-doubly resolve dari produk corona G ⊙ H dalam bentuk orde dari G dan dimensi adjacency
EJGTAEJGTA , sk; t1,. , tl⟩ of order n, is a digraph in which an edge (i, j) exists if and only if j − i = sp or i − j = tq for some 1 ≤ p ≤ k and 1 ≤, sk; t1,. , tl⟩ of order n, is a digraph in which an edge (i, j) exists if and only if j − i = sp or i − j = tq for some 1 ≤ p ≤ k and 1 ≤
DAARULHUDADAARULHUDA Hasil: sebagian besar lansia (78,5%) atau sebanyak 25 orang adalah dalam kategori resiko jatuh di sekitar keluarga. Sedangkan 21,5 % lansia tidak beresikoHasil: sebagian besar lansia (78,5%) atau sebanyak 25 orang adalah dalam kategori resiko jatuh di sekitar keluarga. Sedangkan 21,5 % lansia tidak beresiko