UVAYABJMUVAYABJM
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaPahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaKesenjangan komunikasi antargenerasi dalam keluarga merupakan isu yang semakin nyata di tengah perkembangan zaman dan perubahan nilai sosial. Fenomena ini muncul akibat perbedaan pola pikir, gaya hidup, tren global, media sosial dan cara berkomunikasi antara orang tua dan anak, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hubungan emosional dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi yang terjadi dalam keluarga, mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kesenjangan komunikasi antargenerasi, serta mengeksplorasi strategi komunikasi yang efektif dalam keluarga untuk mengurangi konflik yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan komunikasi antargenerasi dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai metode utama. Data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, termasuk jurnal, artikel ilmiah, dan sumber-sumber pendukung lainnya yang membahas permasalahan komunikasi keluarga dan perbedaan generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya komunikasi terbuka, perbedaan nilai dan pandangan hidup, serta kurangnya kemampuan mendengarkan menjadi pemicu utama terjadinya kesenjangan. Anak-anak merasa tidak dimengerti dan kehilangan ruang untuk mengekspresikan diri, sementara orang tua merasa kehilangan kendali atas nilai-nilai yang dianut anak. Situasi ini berujung pada meningkatnya konflik, keterasingan emosional, hingga lemahnya kelekatan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pentingnya pola komunikasi yang adaptif dan dialogis dalam keluarga, serta mendorong terciptanya strategi komunikasi yang mampu menjembatani perbedaan antargenerasi agar tercipta hubungan keluarga yang harmonis dan fungsional di era modern.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kesenjangan komunikasi antargenerasi dalam keluarga merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada keharmonisan dan fungsi emosional keluarga.Ketidakhadiran komunikasi yang terbuka dan efektif menjadi akar dari berbagai dinamika negatif dalam relasi orang tua dan anak, seperti meningkatnya konflik, keterasingan emosional, penurunan kelekatan, serta melemahnya peran keluarga sebagai sumber utama dukungan psikologis.Perbedaan nilai-nilai antargenerasi, pengaruh teknologi digital, hingga gaya hidup yang terus berkembang menciptakan ruang ketidaksalingpahaman yang cukup lebar.Orang tua merasa kesulitan memahami dunia anak-anak yang semakin kompleks dan cepat berubah, sedangkan anak merasa tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri di dalam lingkungan keluarga.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa anak yang tidak merasa didengarkan atau dipahami oleh orang tua cenderung menarik diri dan mencari tempat pelarian atau dukungan emosional di luar rumah.Sementara itu, orang tua sering kali tetap menggunakan pola komunikasi lama yang bersifat satu arah, instruktif, dan otoritatif, tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan psikologis yang sedang dialami oleh anak.Hal ini semakin memperlebar kesenjangan antara generasi, menciptakan dinding emosional yang menghambat proses pembentukan karakter, penanaman nilai, serta pemenuhan kebutuhan psikososial anak.Dalam jangka panjang, pola ini dapat melemahkan struktur emosional keluarga dan memicu masalah sosial yang lebih luas, termasuk perilaku menyimpang anak dan lemahnya kontrol sosial dari lingkungan keluarga.Temuan penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran kedua belah pihak orang tua dan anak untuk membangun kembali pola komunikasi yang dialogis dan saling memberdayakan.Perlu adanya keterbukaan dari orang tua untuk belajar memahami sudut pandang anak tanpa terburu-buru menilai atau menghakimi.Di sisi lain, anak juga perlu diberikan ruang aman untuk belajar menyampaikan perasaan dan pikiran secara sehat.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan dengan wawancara atau observasi terhadap keluarga multigenerasi di berbagai konteks, baik urban maupun rural, serta menggali perspektif anak secara lebih luas. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika komunikasi antargenerasi dalam keluarga dan strategi yang efektif untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian tentang pengaruh teknologi digital pada komunikasi keluarga, terutama dalam konteks generasi muda dan orang tua. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana teknologi dapat menjadi penghubung atau penghalang dalam komunikasi antargenerasi, serta bagaimana keluarga dapat memanfaatkan teknologi secara positif untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan hubungan emosional. Terakhir, penelitian tentang peran pendidikan dan komunitas dalam mendukung komunikasi antargenerasi juga sangat penting. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat dapat membantu keluarga dalam membangun komunikasi yang terbuka, empatik, dan dua arah, serta meningkatkan literasi digital orang tua. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dalam upaya menciptakan keluarga yang harmonis dan adaptif terhadap perubahan zaman.
| File size | 319.65 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWUNW lembaga yang melaksanakan program TKIT Baitusshalihin merupakan salah satu pengembangan interaksi sosial melalui berbagai kegiatan, tetapi masih ada sebagianlembaga yang melaksanakan program TKIT Baitusshalihin merupakan salah satu pengembangan interaksi sosial melalui berbagai kegiatan, tetapi masih ada sebagian
UNWUNW Aspek-aspek yang mengalami peningkatan meliputi kekuatan kaki (melompat satu kaki), kelincahan tubuh (lari zigzag), dan keseimbangan (berjalan di atasAspek-aspek yang mengalami peningkatan meliputi kekuatan kaki (melompat satu kaki), kelincahan tubuh (lari zigzag), dan keseimbangan (berjalan di atas
UNWUNW Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian
UNWUNW Penelitian menemukan bahwa penghafalan surat pendek di RA Miftahul Falah efektif membentuk karakter moral pada anak usia dini melalui disiplin, kejujuran,Penelitian menemukan bahwa penghafalan surat pendek di RA Miftahul Falah efektif membentuk karakter moral pada anak usia dini melalui disiplin, kejujuran,
UNWUNW Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui bermain sensorimotorik. Strategi pembelajaran sensorimotorik yangHasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui bermain sensorimotorik. Strategi pembelajaran sensorimotorik yang
UNWUNW Hasil dari penelitian mengenai pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran fase fondasi yaitu guru menggunakan ceklis dan hasil karya dalam pelaksanaanHasil dari penelitian mengenai pelaksanaan dan tantangan asesmen pembelajaran fase fondasi yaitu guru menggunakan ceklis dan hasil karya dalam pelaksanaan
UNWUNW Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas berbagai strategi kreatif dan implikasinya dalam konteks pembelajaran inklusif di PAUD. Metode yangTujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas berbagai strategi kreatif dan implikasinya dalam konteks pembelajaran inklusif di PAUD. Metode yang
UNWUNW Keberadaan anak menentukan maju atau mundurnya perkembangan suatu bangsa di masa sekarang hingga yang akan datang. Guru memiliki peran yang sangat pentingKeberadaan anak menentukan maju atau mundurnya perkembangan suatu bangsa di masa sekarang hingga yang akan datang. Guru memiliki peran yang sangat penting
Useful /
UVAYABJMUVAYABJM Teknik permainan yang digunakan yaitu breathing, altissimo dan tonguing. Teknik penyajian yang digunakan yaitu teknik ekspresi dan emosi, pengontrolanTeknik permainan yang digunakan yaitu breathing, altissimo dan tonguing. Teknik penyajian yang digunakan yaitu teknik ekspresi dan emosi, pengontrolan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Seminar ini berhasil memberikan wawasan penting mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Masyarakat KepulauanSeminar ini berhasil memberikan wawasan penting mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Masyarakat Kepulauan
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Melalui kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, dapat diciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung untuk membantu generasiMelalui kerja sama yang erat antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, dapat diciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung untuk membantu generasi
WESTSCIENCESWESTSCIENCES 167 balita pada tahun 2023. Namun, kasus penyakit pada balita masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan167 balita pada tahun 2023. Namun, kasus penyakit pada balita masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan