FISIP UNMULFISIP UNMUL

Progress in Social DevelopmentProgress in Social Development

Peran para pemangku kepentingan telah menarik perhatian, dengan lembaga seperti sektor swasta dan publik menggunakan analisis berbagai tantangan dalam konservasi keanekaragaman hayati. Artikel ini mengeksplorasi temuan dari program Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) yang telah dialami dengan pembagian kerja untuk mempromosikan tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk pemerintah Indramayu dan Polytama di Indonesia. Artikel ini merefleksikan peran berubah dari para pemangku kepentingan untuk menjaga konservasi keanekaragaman hayati: apa masalahnya dan mengapa pihak-pihak pemangku kepentingan ini harus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi saat ini yang terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati, tantangan yang dihadapi, dan perubahan tata kelola yang diperlukan untuk memastikan upaya konservasi yang efektif. Temuan lapangan menunjukkan bahwa upaya konservasi keanekaragaman hayati menghadapi konflik kepentingan yang signifikan. Selain itu, peneliti menemukan bahwa dampak pembangunan dapat ditingkatkan ketika aturan tata kelola dimodernisasi. Dukungan komplementer sering diperlukan untuk mengurangi banyak tantangan di daerah pesisir yang terancam dan mendukung inovasi yang mengarah pada transformasi tata kelola.

Penjelasan tentang konservasi keanekaragaman hayati dapat menjadi pembuka diskusi dalam mempersiapkan rencana pembangunan untuk daerah rawan bencana, seperti daerah payau yang memiliki potensi menyebabkan banjir rob.Berdasarkan hal ini, masalah dan tantangan yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan dalam konservasi taman keanekaragaman hayati di Margadadi dianggap sebagai sumber potensial untuk meningkatkan keseimbangan ekosistem dan penciptaan sumber daya baru untuk penghidupan berkelanjutan.Kejelasan peran para pemangku kepentingan akan memungkinkan untuk memperkuat program konservasi dan pengembangan manusia melalui ikatan solidaritas, kolaborasi, dan kesesuaian.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi berbagai pemangku kepentingan dalam konservasi keanekaragaman hayati di daerah pesisir Indonesia. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal dapat meningkatkan efektivitas konservasi dan pengembangan berkelanjutan. Kedua, penting untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari konservasi keanekaragaman hayati di daerah pesisir. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana konservasi dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi dan kebijakan yang lebih inklusif dan partisipatif dalam konservasi keanekaragaman hayati. Ini dapat mencakup melibatkan masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang konservasi, serta mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya alam.

Read online
File size741.42 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test