TRISAKTITRISAKTI

Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan LokalJurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal

Wilayah di Indonesia terindikasi banyak terdapat lahan kritis. Lahan kritis merupakan lahan yang sudah mengalami degradasi sehingga lahan tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, upaya untuk memperoleh manfaat dari tingkat produktivitas yang seharusnya tidak sebanding dengan hasil produksinya. Oleh sebab itu harus dilakukan usaha memperbaiki lahan tersebut supaya produktivitasnya dapat pulih kembali. Di kelurahan Curug Kota Bogor, terdapat lahan-lahan kritis. Lahan kritis tersebut diakibatkan karena topologi tanah yang curam dan curah hujan yang tinggi. Salah satu daerah lahan kritis adalah pada daerah aliran Sungai Curug. Kemiringan tanah pada lahan di sisi sungai tersebut melebihi kemiringan 45ΒΊ. Curah hujan yang tinggi menyebabkan lahan tersebut mengalami keretakan yang disertai dengan penurunan permukaan tanah. Salah satu upaya penanganan yang dapat dilakukan secara berkesinambungan adalah reboisasi terpadu. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk pemberian penyuluhan mengenai bahaya lahan kritis dan penanam lahan kritis dengan bibit-bibit durian. Kegiatan ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari narasumber, dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti. Kegiatan PKM dihadiri oleh Ketua RW 13 dan Ketua RT 3 di Kelurahan Curug beserta jajarannya. Di samping itu PKM tersebut diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu warga RT 3 yang berpartisipasi secara aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dan penanam bibit-bibit durian di sepanjang daerah di sisi sungai serta daerah lainnya.

Kegiatan penyuluhan dan penanaman bibit durian pada lahan kritis di Desa Curug telah berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif masyarakat setempat.Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi lahan kritis melalui reboisasi berkelanjutan.Penanaman pohon durian tidak hanya membantu pemulihan ekosistem, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Pertama, penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas penanaman durian dibandingkan jenis tanaman keras lainnya dalam menstabilkan tanah di lahan miring dengan kemiringan di atas 45 derajat. Kedua, perlu dilakukan studi jangka panjang tentang pertumbuhan dan ketahanan pohon durian terhadap erosi dan longsor di daerah aliran sungai yang rawan bencana. Ketiga, penelitian bisa dieksplorasi lebih dalam mengenai keterlibatan masyarakat dalam model pengelolaan lahan berbasis komunitas, termasuk aspek motivasi, manfaat ekonomi, dan keberlanjutan kegiatan reboisasi. Ide ini dapat dirancang sebagai penelitian partisipatif yang melibatkan warga setempat sejak awal perencanaan hingga evaluasi. Pertanyaan penelitian bisa dirumuskan: bagaimana model kemitraan antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat meningkatkan keberhasilan rehabilitasi lahan kritis? Studi ini juga bisa menguji indikator keberhasilan yang mencakup aspek ekologis, sosial, dan ekonomi secara terpadu. Dengan pendekatan multidimensi, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif. Selain itu, analisis biaya-manfaat dari penanaman durian sebagai tanaman restoratif sebaiknya dilakukan untuk menilai kelayakan ekonominya dalam jangka panjang. Penelitian ini akan melengkapi temuan dari kegiatan PKM yang sudah dilakukan dan membuka arah baru dalam pengelolaan lahan kritis berbasis komunitas.

  1. PENYULUHAN DAN PENANAMAN BIBIT-BIBIT DURIAN PADA LAHAN KRITIS DI DESA CURUG, KOTA BOGOR | Jurnal AKAL:... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/kearifan/article/view/19941PENYULUHAN DAN PENANAMAN BIBIT BIBIT DURIAN PADA LAHAN KRITIS DI DESA CURUG KOTA BOGOR Jurnal AKAL e journal trisakti ac index php kearifan article view 19941
Read online
File size2.07 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test