WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Penelitian ini menyelidiki efektivitas hukum anti-korupsi Indonesia dalam kerangka restrukturisasi legislatif dan pelaksanaannya. Makalah ini menyelidiki kerangka hukum dan langkah-langkah regulasi yang diterapkan untuk memerangi korupsi, menggunakan analisis yuridis normatif. Tujuan utamanya adalah untuk menilai dampak hukum ini pada reformasi hukum, mengevaluasi penegakannya, dan menyoroti masalah yang dihadapi dalam implementasinya. Hasilnya menunjukkan kemajuan signifikan dalam tindakan legislatif, tetapi juga menekankan hambatan yang terus berlangsung dalam pelaksanaan, seperti ambiguitas hukum, stagnasi administratif, dan korupsi dalam lembaga penegak hukum. Penelitian ini menekankan pentingnya menerapkan reformasi hukum yang komprehensif dan kebijakan yang kuat untuk meningkatkan efektivitas langkah-langkah anti-korupsi di Indonesia. Pedoman diberikan untuk mempromosikan upaya anti-korupsi di masa depan dengan memperkuat kerangka kerja institusional, meningkatkan kemampuan, dan menumbuhkan dukungan politik.

Penelitian ini memberikan analisis komprehensif tentang efektivitas hukum anti-korupsi Indonesia dalam mendorong reformasi hukum dan implementasinya.Temuan menunjukkan bahwa meskipun kemajuan signifikan telah dicapai dalam membangun kerangka kerja legislatif yang kuat dan memberdayakan institusi kunci seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih ada tantangan yang menghambat tercapainya tujuan anti-korupsi sepenuhnya.Hukum yang komprehensif, tetapi ambigu, dapat dimanfaatkan oleh aktor korup.KPK, meskipun berhasil, menghadapi tantangan seperti intervensi politik, kurangnya koordinasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, dan sumber daya terbatas, yang secara signifikan menghambat efektivitas langkah-langkah anti-korupsi.Konteks sosio-politik yang lebih luas juga memainkan peran kritis dalam pelaksanaan hukum anti-korupsi.Budaya korupsi yang tertanam, resistensi birokrasi, dan kepentingan yang sudah mapan menimbulkan hambatan signifikan terhadap upaya reformasi.Dukungan publik dan keterlibatan masyarakat sipil sangat penting untuk mengatasi tantangan ini dan menumbuhkan budaya integritas dan akuntabilitas.Penelitian ini menyimpulkan dengan beberapa rekomendasi kunci.memperkuat kerangka kerja hukum dengan mengatasi ambiguitas dan menutup celah.melibatkan masyarakat sipil dan publik dalam upaya anti-korupsi.dan memastikan dukungan politik yang kuat untuk inisiatif transparansi dan akuntabilitas.

Untuk meningkatkan efektivitas langkah-langkah anti-korupsi di Indonesia, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah. Pertama, perlu ada upaya untuk menyelesaikan ambiguitas hukum dan menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh aktor korup. Kedua, penting untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian lembaga anti-korupsi seperti KPK dengan mengalokasikan sumber daya tambahan dan personel yang terampil. Ketiga, penelitian ini menekankan pentingnya mempromosikan sinergi dan harmonisasi di antara lembaga penegak hukum, termasuk polisi, yudisial, dan institusi lainnya, untuk meningkatkan efisiensi upaya anti-korupsi. Terakhir, penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat sipil, media, dan publik dalam pengawasan dan pengungkapan korupsi, serta mendorong implementasi inisiatif pendidikan publik dan kesadaran untuk menumbuhkan etos sosial yang berpusat pada integritas dan perilaku etis.

  1. HRMARS - The Challenges in the Anti-Corruption Efforts by the Government Agencies in Southeast Asia.... hrmars.com/IJARBSS/article/view/19959/The-Challenges-in-the-Anti-Corruption-Efforts-by-the-Government-Agencies-in-Southeast-AsiaHRMARS The Challenges in the Anti Corruption Efforts by the Government Agencies in Southeast Asia hrmars IJARBSS article view 19959 The Challenges in the Anti Corruption Efforts by the Government Agencies in Southeast Asia
Read online
File size360.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test