WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS

West Science Law and Human RightsWest Science Law and Human Rights

Studi ini mengeksplorasi isu tindak pidana (perbuatan melawan hukum) di dalam Bank Ekspor-Impor Indonesia (LPEI), dengan fokus pada analisis Keputusan No. 42/PDT/2025/PT MDN dari Pengadilan Tinggi Medan. Menggunakan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji prinsip hukum yang mendasari putusan pengadilan, termasuk pelanggaran kewajiban fidusia, kelalaian dalam manajemen risiko, serta penerapan Pasal 1365 dan 1366 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Temuan menunjukkan adanya kegagalan tata kelola yang signifikan di dalam LPEI, yang menyebabkan kerugian keuangan dan berkurangnya akuntabilitas. Studi ini menyoroti perlunya penguatan kontrol internal, sistem manajemen risiko yang lebih baik, serta reformasi regulasi untuk meningkatkan tata kelola perusahaan milik negara. Analisis ini berkontribusi pada pemahaman akuntabilitas hukum di lembaga keuangan serta memberikan rekomendasi untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

42/PDT/2025/PT MDN memberikan wawasan penting mengenai tantangan penanganan tindak pidana di lembaga keuangan milik negara di Indonesia.Putusan pengadilan menyoroti pelanggaran kewajiban fidusia, kegagalan tata kelola, dan kekurangan dalam manajemen risiko di dalam Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).Upaya pencegahan di masa depan perlu mencakup penerapan kontrol internal yang kuat, peningkatan kerangka manajemen risiko, pembinaan budaya akuntabilitas, serta reformasi hukum dan regulasi yang disesuaikan dengan tantangan khusus perusahaan milik negara.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji efektivitas mekanisme pengawasan internal di berbagai lembaga keuangan milik negara untuk mengetahui sejauh mana struktur tata kelola yang ada mampu mencegah pelanggaran hukum, serta faktor-faktor apa saja yang menghambat penerapan kontrol yang ketat. Kedua, penting untuk mempelajari bagaimana standar manajemen risiko diterapkan dalam praktik operasional sehari-hari di LPEI dan instansi serupa, termasuk seberapa responsif sistem tersebut terhadap potensi pelanggaran fidusia dan kerugian finansial. Ketiga, perlu diteliti bagaimana budaya organisasi dan dinamika kepemimpinan di dalam perusahaan milik negara memengaruhi kesadaran hukum dan etika kerja pegawai, serta bagaimana pelatihan berkala dapat dirancang untuk secara efektif membangun komitmen terhadap akuntabilitas dan kepatuhan hukum dalam jangka panjang.

Read online
File size348.25 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test