POLMAN BABELPOLMAN BABEL
Manutech : Jurnal Teknologi ManufakturManutech : Jurnal Teknologi ManufakturPemerintah Indonesia menyadari pentingnya transisi dari ketergantungan pada bahan bakar fosil. Briket menjadi pilihan paling populer dalam mengatasi ketergantungan bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh proses pengeringan dan variasi campuran antrasit dengan serbuk gergaji kayu terhadap kadar abu dan volatile matter pada briket. Penelitian menggunakan metode faktorial dengan tiga variabel proses: fraksi air dan molase, temperatur, serta waktu penahanan. Hasil menunjukkan bahwa kadar abu tertinggi diperoleh pada briket dengan fraksi air dan molase 1:1, sementara kadar abu terendah pada fraksi 2:1. Suhu dan waktu pengeringan juga memengaruhi kadar abu, di mana suhu lebih rendah dan waktu pengeringan lebih lama menghasilkan kadar abu yang lebih rendah. Dari sisi volatile matter, briket dengan suhu pengeringan 120°C dan waktu 60 menit menghasilkan kadar volatile matter terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi proses pengeringan dan campuran bahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas briket, meskipun hasil yang diperoleh belum memenuhi standar SNI yang ditetapkan.
Briket yang dikeringkan pada 100 °C selama 90 menit dengan fraksi air‑molase 2.1 menghasilkan kadar abu terendah (45,4 %) dan volatile matter terendah (23,1 %), sedangkan kondisi 120 °C 90 menit dengan fraksi 1.1 menghasilkan kadar abu tertinggi (49,1 %) dan volatile matter lebih tinggi.Suhu, waktu pengeringan, serta rasio air‑molase berpengaruh signifikan terhadap kadar abu dan volatile matter, dengan variasi proses lebih berpengaruh pada pengurangan volatile matter dibandingkan abu.Meskipun terdapat variasi yang mengoptimalkan kualitas, semua sampel belum memenuhi standar SNI yang ditetapkan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan pengikat alami alternatif seperti pati atau lignin untuk mengurangi kadar abu dan volatile matter, dengan mengaplikasikan metodologi response surface methodology guna mengidentifikasi kombinasi optimal. Selain itu, studi dapat meneliti penerapan teknik pengeringan vakum pada suhu rendah untuk menurunkan kadar abu tanpa meningkatkan volatile matter, sehingga meningkatkan kesesuaian dengan standar SNI. Selanjutnya, penting untuk menguji kinerja briket yang telah dioptimalkan dalam sistem pembakaran nyata, mengukur emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, dan kompatibilitas dengan peralatan industri, serta membandingkannya dengan standar regulasi yang berlaku. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif untuk pengembangan briket berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan ekonomis.
| File size | 554.77 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Untuk itu dikaji gaya gesek, tekanan dan gravitasi yang terjadi. Konsep perancangan alat kupas mempertimbangan kondisi topografi, khususnya di daerah NusaUntuk itu dikaji gaya gesek, tekanan dan gravitasi yang terjadi. Konsep perancangan alat kupas mempertimbangan kondisi topografi, khususnya di daerah Nusa
UNESAUNESA Metode eksperimen yang digunakan untuk menentukan data dan menganalisis dari variasi putaran mesin dan diameter mata bor terhadap waktu dan biaya pengerjaanMetode eksperimen yang digunakan untuk menentukan data dan menganalisis dari variasi putaran mesin dan diameter mata bor terhadap waktu dan biaya pengerjaan
UnwahasUnwahas The sample size was determined using the Design Effect (DEFF) statistical method for cluster surveys, resulting in a sample of 318 patients who met theThe sample size was determined using the Design Effect (DEFF) statistical method for cluster surveys, resulting in a sample of 318 patients who met the
UNIMALUNIMAL Berdasarkan hasil analisis, kadar glukosa tertinggi, yaitu 17%, diperoleh dari metode-II dengan penambahan asam sulfat 8% berat. Semakin sedikit asam sulfatBerdasarkan hasil analisis, kadar glukosa tertinggi, yaitu 17%, diperoleh dari metode-II dengan penambahan asam sulfat 8% berat. Semakin sedikit asam sulfat
UMBUMB Media udara terbuka menghasilkan fase perlit ferit. Perilaku korosi baja laterit yang dikenakan proses tempa panas dan diikuti perlakuan panas dievaluasiMedia udara terbuka menghasilkan fase perlit ferit. Perilaku korosi baja laterit yang dikenakan proses tempa panas dan diikuti perlakuan panas dievaluasi
POLTEKBANGSBYPOLTEKBANGSBY Aliran udara yang mengalir melalui sayap pesawat akan membentuk sebuah airfoil yang bisa menyebabkan pesawat tersebut bisa terbang. Metode yang digunakanAliran udara yang mengalir melalui sayap pesawat akan membentuk sebuah airfoil yang bisa menyebabkan pesawat tersebut bisa terbang. Metode yang digunakan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Bagi personel militer yang terlibat dalam perang di ketinggian, yang mengalami nyeri kuadran kiri atas pada ketinggian di atas 9. 000 kaki, SCT harus diingatBagi personel militer yang terlibat dalam perang di ketinggian, yang mengalami nyeri kuadran kiri atas pada ketinggian di atas 9. 000 kaki, SCT harus diingat
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Orodispersible tablet memiliki berbagai keunggulan dibandingkan sediaan oral konvensional, antara lain tingkat kepatuhan pasien yang lebih baik, aksi farmakologisOrodispersible tablet memiliki berbagai keunggulan dibandingkan sediaan oral konvensional, antara lain tingkat kepatuhan pasien yang lebih baik, aksi farmakologis
Useful /
UNESAUNESA Dari hasil pengujian debit yang telah dilakukan pada percobaan menggunakan ketiga variasi pulley, yaitu menunjukkan bahwa pulley dengan ukuran 101 mm menghasilkanDari hasil pengujian debit yang telah dilakukan pada percobaan menggunakan ketiga variasi pulley, yaitu menunjukkan bahwa pulley dengan ukuran 101 mm menghasilkan
UNESAUNESA Metode penelitian menggunakan research and development, meliputi literature review, proses adaptive manufacturing, dan analisis data. Pengujian dilakukanMetode penelitian menggunakan research and development, meliputi literature review, proses adaptive manufacturing, dan analisis data. Pengujian dilakukan
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pencetakan 100 mm/s adalah yang paling optimal, dengan durasi pencetakan 1 jam 41 menit, berat 38,65 gram,Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pencetakan 100 mm/s adalah yang paling optimal, dengan durasi pencetakan 1 jam 41 menit, berat 38,65 gram,
UNUSAUNUSA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel accidental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 responden yang memenuhiPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel accidental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 responden yang memenuhi