POLMAN BABELPOLMAN BABEL

Manutech : Jurnal Teknologi ManufakturManutech : Jurnal Teknologi Manufaktur

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lapisan serat kulit jagung kering dengan fraksi volume 50% terhadap sifat mekanik komposit yang dibuat menggunakan metode hand lay-up dan perlakuan alkali NaOH. Serat kulit jagung diperlakukan dengan NaOH 4% selama 1, 2, dan 3 jam pada suhu 80°C, 90°C, dan 100°C untuk menghasilkan komposit dengan resin polyester. Pengujian tarik dan bending dilakukan sesuai dengan standar ASTM D-638 dan ASTM D-790. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NaOH selama 3 jam pada suhu 90°C menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 21,1 Mpa, sementara perlakuan NaOH selama 1 jam pada suhu 80°C menghasilkan kekuatan bending tertinggi sebesar 53,0 Mpa. Sebaliknya, perlakuan NaOH selama 2 jam pada suhu 80°C menghasilkan kekuatan tarik terendah sebesar 5,84 Mpa, dan perlakuan NaOH selama 2 jam pada suhu 100°C menghasilkan kekuatan bending terendah sebesar 8,53 Mpa. Durasi perlakuan yang lebih lama dan suhu yang lebih tinggi efektif menghilangkan lignin dan hemiselulosa, meningkatkan kekuatan tarik, namun dapat merusak struktur serat untuk uji bending. Penelitian ini menunjukkan potensi serat kulit jagung sebagai bahan komposit ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pengujian tarik menunjukkan bahwa perendaman NaOH 4 % selama 3 jam pada suhu 90 °C menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 21,1 MPa karena efektif menghilangkan lignin dan hemiselulosa.Sementara perendaman singkat 1 jam pada suhu 80 °C memberikan kekuatan bending tertinggi 53,0 MPa, menjaga struktur serat tetap utuh.Secara keseluruhan, penentuan durasi dan suhu perendaman yang tepat sangat memengaruhi kualitas serat kulit jagung kering sebagai penguat komposit material.

Pertama, kaji pengaruh variasi konsentrasi NaOH (misalnya 2–10 %) pada durasi singkat untuk mengenali titik optimal yang meningkatkan kekuatan tarik sekaligus meminimalkan kerusakan serat. Kedua, teliti ketahanan korosi dan umur pakai komposit serat kulit jagung dalam kondisi lingkungan nyata, karena faktor kelembaban dan suhu ekstrim dapat memengaruhi sifat mekanik jangka panjang. Ketiga, evaluasi penggunaan resin bio-absorber atau resin berbasis polimer organik sebagai alternatif matrix, guna mengurangi ketergantungan pada resin polyester tradisional dan memperkuat profil keberlanjutan produk. Penelitian ini dapat menghasilkan rekomendasi proses produksi komposit yang tidak hanya optimal secara mekanik namun juga tepat guna secara lingkungan dan ekonomi.

  1. Pengaruh Curing Time Terhadap Material Komposit Serat Kulit Jagung Sebagai Alternatif Bumper Mobil |... doi.org/10.33504/manutech.v15i02.275Pengaruh Curing Time Terhadap Material Komposit Serat Kulit Jagung Sebagai Alternatif Bumper Mobil doi 10 33504 manutech v15i02 275
  1. #bawang merah#bawang merah
  2. #tempurung kelapa#tempurung kelapa
Read online
File size680.49 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1Tw
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test