ISASISAS

Journal of Applied Smart Electrical Network and SystemsJournal of Applied Smart Electrical Network and Systems

Saat ini banyak perangkat elektronik yang menggunakan sumber energi dari solar cell yang disimpan dalam sebuah battery. Battery merupakan sumber listrik portable yang dapat di isi ulang. Energi matahari sangat cocok jika dikonversi ke energi listrik karena sinar matahari jumlahnya tak terbatas meskipun ada kurun waktunya antara terbit sampai terbenam. Proses konversi energi matahari ke energi listrik membutuhkan suatu solar cell. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode buck boost converter bersumber solar cell untuk membuat sistem pengendali pengisian battery. Metode Buck Boost Converter dipilih karena dapat menstabilkan tegangan keluaran dari solar cell ketika cuaca tidak menentu. Jika intensitas cahaya matahari redup tegangan keluaran panel juga akan rendah, maka converter akan berada dalam mode boost untuk meningkatkan level tegangan, sebaliknya jika intensitas cahaya terang tegangan keluaran panel juga akan tinggi, maka converter akan berada dalam mode buck untuk menurunkan level tegangan. Tegangan output dari sistem pengendali ini dijaga sesuai standar tegangan pengisian battery yaitu 14 volt DC.

Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan rangkaian buck boost converter dengan menggunakan komponen fast switching sangat berpengaruh terhadap battery charging.Dengan menggunakan AKI 5AH kondisi kosong dapat mencharging hinga penuh dalam waktu ±4 jam dengan kondisi arus charging awal sebesar 1.82 A, dengan daya dari buck boost converter yang terserap sebesar 25.

Penelitian ini telah berhasil menunjukkan bagaimana sebuah sistem pengisian daya baterai yang menggunakan panel surya dapat bekerja secara efisien dengan buck-boost converter untuk menstabilkan tegangan. Namun, untuk lebih menyempurnakan sistem ini agar mampu memanfaatkan energi matahari secara maksimal, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana integrasi teknologi pelacak titik daya maksimum (MPPT) dapat meningkatkan efisiensi pengisian baterai. Sistem saat ini berfokus pada stabilisasi tegangan, tetapi dengan MPPT, energi yang diekstrak dari panel surya dapat dioptimalkan secara dinamis saat kondisi cuaca dan intensitas cahaya matahari berubah-ubah, sehingga proses pengisian baterai dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Pertanyaan penelitiannya adalah sejauh mana algoritma MPPT yang berbeda (misalnya, Perturb and Observe atau Incremental Conductance) dapat diterapkan pada sistem ini untuk mencapai hasil terbaik, terutama dalam skenario beban bervariasi seperti pada pendingin minuman.. . Kedua, perlu dipertimbangkan untuk menjelajahi penggunaan metode kontrol yang lebih cerdas atau adaptif untuk buck-boost converter. Mikrokontroler yang lebih canggih, seperti yang mendukung kontrol logika fuzzy atau jaringan saraf tiruan, mungkin dapat memberikan respon yang lebih cepat dan akurat terhadap perubahan kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti fluktuasi suhu panel atau beban yang dinamis. Ini bisa membantu menjaga stabilitas tegangan output pengisian baterai pada level yang sangat presisi, bahkan di bawah kondisi operasional yang paling menantang.. . Ketiga, karena penelitian awal menyebutkan keuntungan dari sistem pelacakan matahari, penelitian lanjutan dapat fokus pada penggabungan sistem buck-boost converter ini dengan mekanisme pelacak matahari. Dengan menggerakkan panel surya agar selalu menghadap matahari secara optimal, energi yang dikumpulkan akan jauh lebih besar dibandingkan dengan panel statis. Sebuah studi dapat mengukur peningkatan total energi listrik yang dihasilkan dan dampaknya terhadap durasi serta kualitas pengisian baterai secara keseluruhan. Hal ini penting untuk aplikasi yang memerlukan pasokan daya yang konsisten, seperti untuk mengoperasikan pendingin minuman secara berkelanjutan sepanjang hari, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada baterai yang perlu diisi ulang lebih sering.

  1. #medan magnet#medan magnet
  2. #sistem kelistrikan#sistem kelistrikan
Read online
File size739.11 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1ZC
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test