ISASISAS

Journal of Applied Smart Electrical Network and SystemsJournal of Applied Smart Electrical Network and Systems

Dalam pembudidayaan tanaman jati sering mengalami kendala karena biji jati memiliki kulit yang tebal dan keras atau bersifat impermiabel (sulit ditembus) terhadap air dan gas sehingga dapat memperlambat perkecambahan. Medan magnet dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada benih biji tidak aktif karena medan magnet mempengaruhi sifat fisika maupun kimia air sebagai medium perkecambahan. Air yang dipapar oleh medan magnet dapat diserap dengan mudah dengan jaringan pada biji, sehingga dapat mempersingkat dormansi biji dan meningkatkan prosentasi dari germinasi biji. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami proses pertumbuhan perkecambahan benih dormansi, untuk mengetahui pengaruh medan magnet terhadap pertumbuhan benih biji pohon jati, sebagai penyelesaian masalah dormansi biji pada benih biji pohon jati. Oleh karena itu metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu memberikan pemaparan pada biji jati dan membuat alat untuk monitoring pertumbuhan jati secara realtime dengan parameter kelembaban media tanam (untuk melihat daya serap air) dan tinggi benih (untuk pertumbuhan biji jati), sehingga digunakan sensor YL69 untuk kelembaban tanah dan sensor infrared Sharp gp2y0a02yk0f untuk tinggi tanaman.

Medan magnet meningkatkan penyerapan air pada media tanam biji jati, sehingga mengurangi kelembaban tanah secara signifikan dibandingkan kontrol tanpa paparan magnet.Benih yang terpapar medan magnet menunjukkan percepatan perkecambahan, dengan pertumbuhan mulai terlihat pada hari ke-9, sedangkan benih tanpa paparan baru tumbuh pada hari ke-12.Pemberian paparan medan magnet selama 30-40 menit dengan dua kali ulangan per hari memberikan hasil terbaik dalam mempercepat perkecambahan dan mengurangi dormansi biji jati.

Penelitian selanjutnya dapat menguji jenis medan magnet yang berbeda, seperti medan magnet berfrekuensi variabel atau pulsa, untuk melihat apakah jenis medan tertentu lebih efektif dalam memecahkan dormansi biji jati dibandingkan medan statis. Selain itu, penelitian dapat dikembangkan dengan memantau parameter fisiologis biji secara langsung, seperti aktivitas enzim atau perubahan metabolisme selama paparan magnet, menggunakan alat analisis biokimia sederhana untuk memahami mekanisme di balik percepatan perkecambahan. Terakhir, sistem telemonitoring yang sudah dibangun dapat diperluas untuk memantau lebih banyak jenis biji dengan kulit keras lainnya, seperti jati putih, kopi, atau jarak, untuk mengevaluasi apakah pendekatan ini bersifat universal dan dapat diaplikasikan secara luas dalam budidaya tanaman berbiji dorman di Indonesia.

  1. #medan magnet#medan magnet
  2. #sistem kelistrikan#sistem kelistrikan
Read online
File size614.55 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1ZD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test