UGPUGP

MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan PerikananMAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan

Fitoplankton berperan penting dalam produktivitas primer perairan, dan peneliti sering menggunakan klorofil-a sebagai indikator utamanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh parameter fisika-kimia terhadap kadar klorofil-a di perairan pesisir Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Enam parameter diamati, yaitu suhu, salinitas, pH, kecerahan, nitrat, dan fosfat. Hasil analisis memperlihatkan bahwa konsentrasi nitrat dan fosfat berkorelasi positif dengan kadar klorofil-a, menandakan adanya potensi eutrofikasi. Sebaliknya, suhu dan kecerahan menunjukkan korelasi negatif terhadap kadar klorofil-a. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan kondisi lingkungan secara langsung memengaruhi dinamika produktivitas primer di perairan pesisir. Pihak terkait direkomendasikan untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air dan mengendalikan masukan nutrien sebagai langkah strategis dalam pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan di Desa Tapulaga.

Konsentrasi klorofil-a pada area penelitian bervariasi selama tiga minggu pengamatan, dengan nilai rata-rata mingguan berkisar antara 0,279 sampai 0,495 mg/m³.Parameter fisika seperti suhu, kedalaman, dan kecerahan, serta parameter kimia seperti salinitas, nitrat, fosfat, DO, dan pH juga menunjukkan variasi antar titik, namun masih berada dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan fitoplankton.Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara parameter fisika-kimia dengan konsentrasi klorofil-a.Suhu dan pH memiliki hubungan kuat terhadap klorofil-a, sedangkan kedalaman dan salinitas menunjukkan korelasi cukup kuat.Kondisi ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan fisik dan kimia memainkan peran penting dalam menentukan produktivitas primer di perairan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang dinamika produktivitas primer di perairan pesisir Konawe. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton dominan di wilayah tersebut dan menganalisis kontribusi masing-masing spesies terhadap produksi klorofil-a, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih rinci tentang komposisi komunitas fitoplankton dan pengaruhnya terhadap ekosistem. Kedua, penelitian longitudinal dengan periode pengamatan yang lebih panjang, misalnya satu tahun penuh, dapat dilakukan untuk mengamati fluktuasi klorofil-a dan parameter lingkungan lainnya secara musiman, sehingga dapat mengidentifikasi pola-pola perubahan yang lebih kompleks dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik dan pertanian, terhadap kualitas air dan produktivitas primer di perairan pesisir, dengan tujuan untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas primer di perairan Konawe, serta memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan ekosistem pesisir yang lebih baik.

Read online
File size583.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test