UNISMUH PALUUNISMUH PALU
Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and PharmacyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Dalam melaksanakan kegiatan, rumah sakit menghasilkan limbah cair yang dapat mengganggu kesehatan. Jika tidak diatur dengan baik, limbah cair ini dapat menyebabkan kerusakan pada masyarakat dan lingkungan. Hasil penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah cair sudah memiliki banyak filter dan tangki kontrol lainnya. Setiap bak sudah dilengkapi dengan penutup, dialirkan melalui saluran terbuka, saluran tertutup, bangunan kedap air, dan aliran air lancar. Sudah dilengkapi dengan alat Flow Meter, tetapi tidak memiliki alat penangkap lemak, khususnya di ruang gizi. Limbah cair di ruang laboratorium dikirim ke pihak ketiga PT. Tenang Jaya Sejahtera hingga proses pemusnahannya, ruang radiologi sudah menggunakan sistem CR, sehingga tidak ada limbah cair karena sudah menggunakan alat tersebut. Melakukan pengolahan primer dan sekunder dan alat pengolahan limbah cair masih belum tersedia seperti alat pH sehari-hari, alat pH mudah untuk mengukur tingkat keasaman/kebasaan cairan dan selain itu untuk alat Flow Meter sudah tersedia. Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai input dan menjadi informasi yang berguna, khususnya untuk Rumah Sakit Bhayangkara, Palu dan masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit Bhayangkara, Palu untuk mengetahui dampak pengelolaan limbah cair.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Bhayangkara, Palu sudah memiliki IPAL sendiri, pengolahan limbah cair dilakukan oleh pihak sanitasi.Hasil limbah cair dari berbagai ruangan langsung dibuang ke WWTP melalui pipa.Sementara sebagian besar kriteria bangunan sudah memenuhi syarat menurut Permenkes RI No.07 tahun 2019 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 tahun 2014 tentang Standar Kualitas Limbah Cair.Untuk kegiatan Rumah Sakit Bhayangkara di Palu, seperti bak filter dan bak kontrol lainnya, setiap bak sudah dilengkapi dengan penutup, dialirkan melalui saluran terbuka, saluran tertutup, bangunan kedap air, dan aliran air lancar, memiliki alat Flow Meter, tidak memiliki alat penangkap lemak, khususnya di ruang gizi, limbah cair di ruang laboratorium di pihak ketiga, ruang radiologi sudah menggunakan sistem CR sehingga tidak ada limbah cair karena sudah menggunakan alat tersebut dan melakukan pengolahan primer dan sekunder.Hasil pemeriksaan limbah di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu sudah memenuhi syarat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 tahun 2014 tentang standar kualitas limbah cair.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas alat pengolahan limbah cair yang sudah ada di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti alat Flow Meter dan sistem CR, serta mengukur dampaknya terhadap kualitas air yang dikeluarkan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan dan kegunaan alat penangkap lemak di ruang gizi, serta mengukur tingkat keberhasilan pengolahan limbah cair di ruang laboratorium yang dikirim ke pihak ketiga. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kualitas air yang dikeluarkan dari WWTP dan memastikan bahwa air tersebut sudah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, serta mengukur tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah cair yang baik dan benar. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap lingkungan sekitar, seperti kualitas air tanah dan udara, serta mengukur tingkat kerusakan lingkungan yang dapat disebabkan oleh limbah cair yang tidak diatur dengan baik. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kinerja Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat kepuasan pasien dan kinerja pegawai, serta mengukur tingkat efektivitas pengelolaan limbah cair terhadap kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap biaya operasional Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti biaya pengolahan limbah cair dan biaya pemeliharaan alat pengolahan limbah cair, serta mengukur tingkat efisiensi pengelolaan limbah cair terhadap biaya operasional Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas lingkungan kerja di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja, serta mengukur tingkat dampak pengelolaan limbah cair terhadap kinerja pegawai dan kualitas pelayanan Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang digunakan di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat keberadaan patogen dan zat berbahaya di air yang digunakan, serta mengukur tingkat dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang digunakan di Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat keberadaan patogen dan zat berbahaya di air yang dikeluarkan, serta mengukur tingkat dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang dikeluarkan dari Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang digunakan di sekitar Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat keberadaan patogen dan zat berbahaya di air yang digunakan di sekitar Rumah Sakit, serta mengukur tingkat dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang digunakan di sekitar Rumah Sakit secara keseluruhan. Penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Bhayangkara, Palu, seperti tingkat keberadaan patogen dan zat berbahaya di air yang dikeluarkan dari Rumah Sakit, serta mengukur tingkat dampak pengelolaan limbah cair terhadap kualitas air yang dikeluarkan dari Rumah Sakit secara keseluruhan.
| File size | 575.81 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
JRTPPIJRTPPI Namun, tingkat pH air tanah yang tidak terkekang yang diukur antara 3,04 dan 6,05, yang tidak memenuhi persyaratan Pemerintah untuk semua sumur uji. SelainNamun, tingkat pH air tanah yang tidak terkekang yang diukur antara 3,04 dan 6,05, yang tidak memenuhi persyaratan Pemerintah untuk semua sumur uji. Selain
POLMAN BABELPOLMAN BABEL Kontribusi parameter proses dalam mengurangi variasi respon kekasaran permukaan (Ra) paling besar berasal dari kedalaman pemakanan sebesar 82,6%, diikutiKontribusi parameter proses dalam mengurangi variasi respon kekasaran permukaan (Ra) paling besar berasal dari kedalaman pemakanan sebesar 82,6%, diikuti
UNIPEMUNIPEM Temuan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam identifikasi wilayah berisiko tinggi pencemaran air tanah. Algoritma K-Means terbukti efektifTemuan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam identifikasi wilayah berisiko tinggi pencemaran air tanah. Algoritma K-Means terbukti efektif
INDOSCIENCEINDOSCIENCE Siswa menjadi lebih interaktif dalam pembelajaran, dan proses pembelajaran menjadi lebih terarah berkat penggunaan media Canva. Implementasi media interaktifSiswa menjadi lebih interaktif dalam pembelajaran, dan proses pembelajaran menjadi lebih terarah berkat penggunaan media Canva. Implementasi media interaktif
UNISAPUNISAP Selanjutnya hasil perhitungan indeks pencemaran pada 5 segmen atau titik lokasi diketahui segmen 1 dan 2 masih berada dalam standar mutu kualitas air,Selanjutnya hasil perhitungan indeks pencemaran pada 5 segmen atau titik lokasi diketahui segmen 1 dan 2 masih berada dalam standar mutu kualitas air,
UNISAPUNISAP Sumber air tanah di kelurahan Oesapa Barat, kelurahan Oebufu, kelurahan Fatululi merupakan sumber mata air yang ada di Kupang. Sumber air tanah ini digunakanSumber air tanah di kelurahan Oesapa Barat, kelurahan Oebufu, kelurahan Fatululi merupakan sumber mata air yang ada di Kupang. Sumber air tanah ini digunakan
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi rata rata di kabupaten Cirebon sebelum perlakuan sebesar 0,126 dan setelah perlakuan sebesar 0,02. HasilHasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi rata rata di kabupaten Cirebon sebelum perlakuan sebesar 0,126 dan setelah perlakuan sebesar 0,02. Hasil
UNIDAUNIDA Model PBL dapat dijadikan solusi atau alternatif dalam menciptakan proses atau aktivitas pembelajaran yang tepat karena model ini membantu siswa meningkatkanModel PBL dapat dijadikan solusi atau alternatif dalam menciptakan proses atau aktivitas pembelajaran yang tepat karena model ini membantu siswa meningkatkan
Useful /
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan kapasitas manajemen kelembagaan, kurangnya pengetahuan tentang teknologi pemasaran digital, serta terbatasnyaNamun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan kapasitas manajemen kelembagaan, kurangnya pengetahuan tentang teknologi pemasaran digital, serta terbatasnya
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Teologi ontologis bukan cabang filsafat, namun secara praktis terintegrasi dalam disiplin ilmu untuk menggarami dan menerangi pengetahuan manusia.orangTeologi ontologis bukan cabang filsafat, namun secara praktis terintegrasi dalam disiplin ilmu untuk menggarami dan menerangi pengetahuan manusia.orang
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Hukuman mati juga dikategorikan sebagai persoalan etis, karena berkaitan dengan hak hidup seseorang. Karena hak tersebut dianggap sebagai hak yang palingHukuman mati juga dikategorikan sebagai persoalan etis, karena berkaitan dengan hak hidup seseorang. Karena hak tersebut dianggap sebagai hak yang paling
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Sehingga penerapan ayat Markus 16:15-18 tersebut tidak dimaksudkan untuk menguji kemurnian iman orang percaya. Tetapi dimaksudkan untuk menyertai dan melindungiSehingga penerapan ayat Markus 16:15-18 tersebut tidak dimaksudkan untuk menguji kemurnian iman orang percaya. Tetapi dimaksudkan untuk menyertai dan melindungi