SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA

Jurnal Kesehatan Medika SaintikaJurnal Kesehatan Medika Saintika

Menjadi lansia merupakan proses ilmiah sejak permulaan kehidupan, di mana lansia tidak selalu dapat hidup mandiri, memerlukan perawatan, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Proses penuaan merupakan proses alami yang dapat menyebabkan perubahan anatomis dan fisiologis, yang memengaruhi fungsi, kemampuan tubuh, dan jiwa. Masalah psikologis pada lansia salah satunya adalah ansietas. Terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan ansietas adalah terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dan teknik purposive sampling terhadap 34 responden. Tingkat ansietas dinilai sebelum dan setelah pemberian terapi tertawa. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat ansietas yang bermakna (p value < 0,05) dari median 26,50 menjadi 15,50. Hal ini menunjukkan bahwa terapi tertawa dapat menurunkan ansietas pada lansia. Dapat disimpulkan bahwa terapi tertawa berpengaruh terhadap ansietas pada lansia di Pustu Linggar Jati Plaju Palembang. Diharapkan penatalaksanaan nonfarmakologis seperti terapi tertawa dapat membantu menurunkan ansietas pada lansia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam tingkat ansietas sebelum dan sesudah pemberian terapi tertawa pada lansia.Terapi tertawa efektif menurunkan tingkat ansietas lansia di wilayah kerja Pustu Linggar Jati Plaju Palembang.Oleh karena itu, terapi tertawa direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menangani ansietas pada lansia.

Pertama, perlu diteliti efektivitas terapi tertawa secara jangka panjang terhadap ansietas lansia dengan pengamatan selama beberapa bulan untuk melihat keberlanjutan dampaknya. Kedua, penelitian selanjutnya dapat membandingkan terapi tertawa dengan terapi nonfarmakologis lain seperti relaksasi napas dalam atau terapi musik untuk mengetahui intervensi mana yang paling efektif dalam menurunkan ansietas lansia di layanan kesehatan primer. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi respons lansia terhadap terapi tertawa, seperti dukungan sosial keluarga, frekuensi interaksi sosial, dan kondisi kesehatan fisik, agar dapat dikembangkan protokol terapi tertawa yang lebih personal dan adaptif bagi karakteristik lansia di berbagai lingkungan.

  1. PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA | Jurnal Keperawatan. pengaruh... doi.org/10.47560/kep.v12i2.538PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA Jurnal Keperawatan pengaruh doi 10 47560 kep v12i2 538
Read online
File size222.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test