PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN
Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti RufaidahLatar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan indikator penting dari kesehatan secara keseluruhan, kesejahteraan dan kualitas hidup. Menurut WHO kesehatan gigi dan mulut yaitu keadaan bebas dari berbagai penyakit dan kondisi yang mencakup penyakit gigi dan mulut yang membatasi kapasitas individu dalam menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara dan kesejahteraan psikososial, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebagai upaya dalam peningkatan kesehatan gigi dan mulut. Laporan kasus: Seorang pria 45 tahun datang ke RSGM Soelastri dengan keluhan gigi atas kiri berlubang cukup besar. Gigi tersebut terasa sakit sekitar 1 tahun yang lalu belum pernah dilakukan perawatan apapun. Pemeriksaan ekstra oral tampak wajah yang simetris. Pemeriksaan klinis pada gigi premolar satu kiri maksila terdapat kavitas luas pada permukaan distooklusal dengan kedalaman pulpa. Pembahasan: Perforasi dapat dirawat melalui akses kavitas, prognosis tergantung dari eliminasi dan pencegahan infeksi di daerah perforasi serta pemilihan bahan. Keberhasilan penatalaksanaan penutupan perforasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu waktu penutupan perforasi, pemilihan jenis bahan yang digunakan, lokasi perforasi, dan penutupan perforasi memadai. Kesimpulan: Kasus premolar kiri maksila dengan diagnosis nekrosis pulpa yang mengalami perforasi lateral dan ditutup area tersebut dengan menggunakan MTA, kemudian perawatan saluran akar.
Kasus ini menunjukkan penanganan yang berhasil pada premolar kiri maksila dengan diagnosis nekrosis pulpa yang mengalami perforasi lateral.Area perforasi berhasil ditutup menggunakan MTA, diikuti dengan perawatan saluran akar.Penanganan ini menunjukkan efektivitas MTA dalam mengatasi perforasi lateral dan menjaga kesehatan gigi.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang penggunaan MTA dalam penutupan perforasi lateral, terutama pada kasus dengan karakteristik yang berbeda seperti ukuran perforasi dan lokasi anatomis. Studi komparatif antara MTA dengan bahan restorasi alternatif, seperti Biodentine, dapat memberikan informasi berharga mengenai pilihan material terbaik untuk penanganan perforasi. Selain itu, penelitian yang berfokus pada teknik operasional yang optimal, termasuk kedalaman penutupan perforasi dan metode obturasi, dapat membantu meningkatkan keberhasilan klinis penanganan perforasi lateral pada gigi yang mengalami nekrosis pulpa.
- EFFECTIVENESS OF RED ROSE (Rosa damascena Mill) EXTRACT AS A ROOT CANAL STERILIZATION MATERIAL: EFEKTIVITAS... doi.org/10.46862/interdental.v18i1.4311EFFECTIVENESS OF RED ROSE Rosa damascena Mill EXTRACT AS A ROOT CANAL STERILIZATION MATERIAL EFEKTIVITAS doi 10 46862 interdental v18i1 4311
- Non-surgical management of iatrogenic lateral root perforation: a case report | International Journal... doi.org/10.18203/2320-6012.ijrms20181781Non surgical management of iatrogenic lateral root perforation a case report International Journal doi 10 18203 2320 6012 ijrms20181781
- Advanced Material Strategy for Restoring Damaged Endodontically Treated Teeth: A Comprehensive Review.... mdpi.com/1996-1944/17/15/3736Advanced Material Strategy for Restoring Damaged Endodontically Treated Teeth A Comprehensive Review mdpi 1996 1944 17 15 3736
- Causes, diagnosis, treatment and prognosis of root perforations | International Journal Of Community... doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20223276Causes diagnosis treatment and prognosis of root perforations International Journal Of Community doi 10 18203 2394 6040 ijcmph20223276
- Laporan Kasus Penatalaksanaan Pulpitis Irreverisble Asimptomatik Gigi 24 Disertai Perforasi Lateral Berbahan... doi.org/10.57214/jasira.v3i4.245Laporan Kasus Penatalaksanaan Pulpitis Irreverisble Asimptomatik Gigi 24 Disertai Perforasi Lateral Berbahan doi 10 57214 jasira v3i4 245
| File size | 543.97 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKBARSTIKBAR Prevalensi gizi buruk pada anak di bawah lima tahun dan BBLR di Indonesia masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko BBLR terhadapPrevalensi gizi buruk pada anak di bawah lima tahun dan BBLR di Indonesia masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko BBLR terhadap
PIPI Variabel prediktor meliputi jenis kelamin, usia dalam bulan, berat badan, tinggi badan, dan skor Z berat badan terhadap tinggi badan. Praproses meliputiVariabel prediktor meliputi jenis kelamin, usia dalam bulan, berat badan, tinggi badan, dan skor Z berat badan terhadap tinggi badan. Praproses meliputi
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Menggunakan desain penelitian analitik case control dengan data sekunder rekam medis tahun 2024, sampel yang digunakan adalah 116 responden, terdiri dariMenggunakan desain penelitian analitik case control dengan data sekunder rekam medis tahun 2024, sampel yang digunakan adalah 116 responden, terdiri dari
UPERTISUPERTIS Vitamin dan mineral berperan pada proses-proses metabolisme dan daya tubuh pada anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian iniVitamin dan mineral berperan pada proses-proses metabolisme dan daya tubuh pada anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP 5 cm. pengetahuan dan keterampilan ibu setelah dilakukan penyuluhan 100% meningkat, pengaruh tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap peningkatan5 cm. pengetahuan dan keterampilan ibu setelah dilakukan penyuluhan 100% meningkat, pengaruh tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap peningkatan
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Sebagai negara berkembang, Indonesia masih dalam proses menerapkan profilaksis sebagai standar perawatan untuk mengelola hemofilia dengan bukti nyata yangSebagai negara berkembang, Indonesia masih dalam proses menerapkan profilaksis sebagai standar perawatan untuk mengelola hemofilia dengan bukti nyata yang
MAHARDIKAMAHARDIKA Bayi yang lahir dengan Berat badan lahir rendah (BBLR) penyebab tidak langsung dari kematian neonatal. BBLR berkontribusi 60% hingga 80% dari semua kematianBayi yang lahir dengan Berat badan lahir rendah (BBLR) penyebab tidak langsung dari kematian neonatal. BBLR berkontribusi 60% hingga 80% dari semua kematian
UNIPASBYUNIPASBY Sampel yang digunakan adalah 24 ekor marmut jantan yang diinduksi alloxan 150 mg/berat badan setiap hari selama lima hari. Umbi bengkuang yang digunakanSampel yang digunakan adalah 24 ekor marmut jantan yang diinduksi alloxan 150 mg/berat badan setiap hari selama lima hari. Umbi bengkuang yang digunakan
Useful /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Program ini berfungsi sebagai panduan makan yang menekankan konsumsi makanan secara seimbang dalam setiap porsi. Tujuan utama penelitian ini adalah memahamiProgram ini berfungsi sebagai panduan makan yang menekankan konsumsi makanan secara seimbang dalam setiap porsi. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami
IKHAFIIKHAFI Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Meskipun prokalciopon dan protein C-reaktif sering dijadikan penanda prognostik, mereka tidak selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menilai nilai prediktifMeskipun prokalciopon dan protein C-reaktif sering dijadikan penanda prognostik, mereka tidak selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menilai nilai prediktif
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA 60), usia maternal ≤20 tahun (OR = 1. 38), tinggi badan maternal 24 bulan (OR = 1. 98), berat lahir rendah (OR = 1. 64), serta urutan kelahiran60), usia maternal ≤20 tahun (OR = 1. 38), tinggi badan maternal 24 bulan (OR = 1. 98), berat lahir rendah (OR = 1. 64), serta urutan kelahiran