PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA
Paediatrica IndonesianaPaediatrica IndonesianaLatar Belakang: Anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko mengalami keterlambatan perkembangan, termasuk gangguan keterampilan motorik, fungsi kognitif, dan regulasi stres. Aktivitas Brain Gym® telah terbukti meningkatkan koordinasi motorik, rentang perhatian, dan keterampilan motorik halus pada anak-anak prasekolah dan sekolah dasar. Bukti penggunaan Brain Gym® terbatas pada bayi dan balita dengan kerentanan medis seperti BBLR, yang berisiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan dan sensitivitas stres yang meningkat. Tujuan: Untuk mengevaluasi dampak latihan Brain Gym® pada fungsi kognitif, keterampilan motorik (motorik halus dan kasar), dan kadar kortisol pada anak-anak usia 12-23 bulan dengan riwayat BBLR dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode: Uji coba terkontrol secara acak (RCT) dilakukan di Sragen, Indonesia, melibatkan 80 anak BBLR usia 12 hingga 23 bulan. Peserta secara acak dialokasikan ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima intervensi Brain Gym® dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima latihan Brain Gym® dikombinasikan dengan pijat bayi rutin, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima pijat bayi. Perkembangan kognitif dan motorik dinilai menggunakan Tes Skrining Perkembangan Denver (DDST), sedangkan biomarker stres diukur melalui kadar kortisol air liur menggunakan uji imun sorben terkait enzim (ELISA). Penilaian dilakukan pada baseline (pra-intervensi) dan setelah periode intervensi 8 minggu. Penilai yang melakukan DDST dan staf laboratorium yang menganalisis kortisol dibutakan terhadap alokasi kelompok. Hasil: Hasil utama dari penelitian ini adalah keterampilan motorik, kadar kortisol, dan fungsi kognitif. Pada baseline, tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok Brain Gym® dan kelompok kontrol dalam skor motorik halus, motorik kasar, atau fungsi kognitif, seperti yang dinilai oleh DDST. Setelah intervensi, perbandingan antar kelompok tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik dalam hasil motorik kasar, motorik halus, kortisol, atau fungsi kognitif. Analisis dalam kelompok menunjukkan bahwa skor motorik kasar pada kelompok Brain Gym® meningkat secara signifikan setelah intervensi (P=0,038), sementara skor motorik halus menunjukkan tren peningkatan yang tidak signifikan (P=0,110). Kadar kortisol pada kelompok Brain Gym® menurun secara signifikan (P=0,009), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam skor motorik kasar (P=0,548), motorik halus, atau kadar kortisol. Skor fungsi kognitif tetap tidak berubah secara statistik di kedua kelompok. Kesimpulan: Temuan kami menunjukkan bahwa latihan Brain Gym® dapat meningkatkan fungsi motorik kasar dan mengurangi stres pada anak BBLR. Temuan ini menyoroti potensi intervensi dini dalam meningkatkan perkembangan, tetapi harus ditafsirkan dengan hati-hati karena ukuran sampel yang sederhana dan periode intervensi yang singkat. Studi di masa depan harus fokus pada efek jangka panjang dan mekanisme yang mendasari peningkatan ini.
Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan Brain Gym® berpotensi meningkatkan fungsi motorik kasar dan mengurangi stres pada anak-anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR).Meskipun demikian, temuan ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati mengingat ukuran sampel yang terbatas dan durasi intervensi yang relatif singkat.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji efek jangka panjang dari Brain Gym® serta mekanisme biologis yang mendasari peningkatan yang teramati pada fungsi motorik dan regulasi stres pada populasi rentan ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi efek jangka panjang dari intervensi Brain Gym® pada perkembangan kognitif, motorik, dan emosional anak-anak BBLR. Penelitian ini dapat membantu menentukan apakah manfaat yang diamati dalam studi ini bertahan seiring waktu dan apakah intervensi tersebut dapat mencegah atau mengurangi masalah perkembangan di kemudian hari. Kedua, penelitian lebih lanjut harus menyelidiki mekanisme neurobiologis yang mendasari efek positif Brain Gym® pada fungsi motorik dan regulasi stres. Penelitian ini dapat melibatkan penggunaan teknik pencitraan otak, seperti EEG atau fMRI, untuk mengidentifikasi perubahan aktivitas otak yang terkait dengan intervensi. Ketiga, studi komparatif yang membandingkan efektivitas Brain Gym® dengan intervensi lain yang berbasis gerakan, seperti terapi fisik atau program stimulasi dini, perlu dilakukan. Penelitian ini dapat membantu menentukan apakah Brain Gym® menawarkan manfaat unik dibandingkan dengan pendekatan lain dan mengidentifikasi kombinasi intervensi yang paling efektif untuk mendukung perkembangan anak-anak BBLR. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi Brain Gym® sebagai intervensi yang menjanjikan untuk meningkatkan hasil perkembangan pada anak-anak BBLR dan menginformasikan praktik klinis serta kebijakan kesehatan masyarakat.
- Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder | NDT. attention deficit disorder dovepress.com/motor-functional-characteristics-in-attention-deficithyperactivity-dis-peer-reviewed-fulltext-article-NDTAttention Deficit Hyperactivity Disorder NDT attention deficit disorder dovepress motor functional characteristics in attention deficithyperactivity dis peer reviewed fulltext article NDT
- Rates and risk factors for preterm birth and low birthweight in the global network sites in six low-... reproductive-health-journal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12978-020-01029-zRates and risk factors for preterm birth and low birthweight in the global network sites in six low reproductive health journal biomedcentral articles 10 1186 s12978 020 01029 z
- DOI Name 10.1136 Values. name values index type timestamp data email admin cnri reston serv crossref... doi.org/10.1136DOI Name 10 1136 Values name values index type timestamp data email admin cnri reston serv crossref doi 10 1136
| File size | 269.89 KB |
| Pages | 11 |
| Short Link | https://juris.id/p-xm |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
SALNESIASALNESIA Salah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan sumber pangan lokal, yaitu ikan patin, sebagai sumber protein hewani yang mudahSalah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan sumber pangan lokal, yaitu ikan patin, sebagai sumber protein hewani yang mudah
INSCHOOLINSCHOOL Terdapat banyak prediktor yang dapat berkontribusi pada stunting, meliputi faktor anak, faktor ibu, faktor rumah tangga, dan komunitas. Penelitian iniTerdapat banyak prediktor yang dapat berkontribusi pada stunting, meliputi faktor anak, faktor ibu, faktor rumah tangga, dan komunitas. Penelitian ini
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Aplikasi smartphone seperti Optisizer terbukti efektif dan akurat dalam mendeteksi panjang serta estimasi berat badan anak. Hasil estimasi dari tenagaAplikasi smartphone seperti Optisizer terbukti efektif dan akurat dalam mendeteksi panjang serta estimasi berat badan anak. Hasil estimasi dari tenaga
MARANATHAMARANATHA Simpulan: Karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, sisi payudara kiri, stadium III, tipe histologiSimpulan: Karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, sisi payudara kiri, stadium III, tipe histologi
MARANATHAMARANATHA Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pascaapendektomi. Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran pasien apendisitis dan infeksi lukaInfeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pascaapendektomi. Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran pasien apendisitis dan infeksi luka
UNSIQUNSIQ jumlah sampel 120 terbagi dalam 60 responden kasus dan 60 responden kontrol. Analisis univariate dan bivariate yang digunakan adalah uji chi-square danjumlah sampel 120 terbagi dalam 60 responden kasus dan 60 responden kontrol. Analisis univariate dan bivariate yang digunakan adalah uji chi-square dan
MAHARDIKAMAHARDIKA Hasil menunjukkan 93,75% bayi lahir dengan berat normal, namun ada dampak negatif dari usia kategori berisiko (35 tahun) dan jarak kehamilan kurang dariHasil menunjukkan 93,75% bayi lahir dengan berat normal, namun ada dampak negatif dari usia kategori berisiko (35 tahun) dan jarak kehamilan kurang dari
Useful /
ILOMATAILOMATA Nilai rata‑rata variabel menunjukkan bahwa semua aspek, termasuk kualitas laporan, sistem pengendalian, kualitas SDM, TI, dan standar akuntansi akrual,Nilai rata‑rata variabel menunjukkan bahwa semua aspek, termasuk kualitas laporan, sistem pengendalian, kualitas SDM, TI, dan standar akuntansi akrual,
ILOMATAILOMATA Pengaruh budaya gotong‑royong terhadap penggunaan AIS bersifat positif namun tidak signifikan. Keterbatasan studi terkait wilayah yang dekat dengan kota,Pengaruh budaya gotong‑royong terhadap penggunaan AIS bersifat positif namun tidak signifikan. Keterbatasan studi terkait wilayah yang dekat dengan kota,
UNSIQUNSIQ Masjid Nabawi dirancang dengan bentuk yang sangat sederhana tetapi sangat kaya fungsi. Masjid Nabawi menjadi wadah berbagai aktivitas seperti pusat pemerintahan,Masjid Nabawi dirancang dengan bentuk yang sangat sederhana tetapi sangat kaya fungsi. Masjid Nabawi menjadi wadah berbagai aktivitas seperti pusat pemerintahan,
MAHARDIKAMAHARDIKA Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan kehamilan pertama di Puskesmas Sendang. Sampel penelitian berjumlah 76 orang denganPopulasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan kehamilan pertama di Puskesmas Sendang. Sampel penelitian berjumlah 76 orang dengan