MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Global Cancer Observatory tahun 2020 melaporkan insidensi kanker payudara sebesar 11,7% dengan kematian sebesar 6,9%, dan sebagian besar pasien sudah stadium lanjut dan ada keterlambatan diagnosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara berdasarkan kelompok usia. Penelitian pada 98 Rekam Medik Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, data variabel diolah secara univariat dan bivariat dan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan regresi logistic biner, disertai rasio odds dan konfiden interval 95%. Hasil: Presentasi kelompok usia ≤30 tahun (1,02%), 31-40 tahun (12,24%), 41-50 tahun (25,51%), 51-60 tahun (46,94%), dan ≥61 tahun (15,31%); payudara kanan (48,98%) dan kiri (51,02%); stadium I (3,06%), II (28,57%), III (55,10%), dan IV (13,27%); tipe histologi duktal (89,80%) dan non-duktal (10,20%); subtipe molekuler luminal A (43,88%), luminal B (14,29%), HER-2 positif (29,59%), dan basal like/triple negative (12,24%). Stadium kanker payudara tidak berbeda pada kelompok usia (p=0,368). Subtipe molekuler menunjukkan hubungan dengan kelompok usia, (p=0,013, OR 2,993 CI95% 1,239-7,230). Simpulan: Karakteristik klinikopatologi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, sisi payudara kiri, stadium III, tipe histologi duktal, dan subtipe molekular luminal A. Pasien berusia ≤50 tahun lebih banyak menunjukkan ekspresi reseptor hormonal positif.

Kelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen pada pasien kanker payudara, dengan kejadian yang menurun setelah usia 60 tahun.Sebagian besar pasien datang dengan stadium tinggi dan tipe karsinoma duktal invasif, serta subtipe reseptor hormon positif mendominasi.Pasien berusia ≤50 tahun cenderung memiliki subtipe reseptor hormon positif, sedangkan pasien >50 tahun lebih banyak memiliki subtipe reseptor hormon negatif.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut mengapa pasien usia muda (≤50 tahun) lebih sering memiliki subtipe molekuler reseptor hormon positif dan apakah faktor hormonal endogen atau lingkungan berperan dalam pola ini. Kedua, perlu dikaji hubungan antara keterlambatan diagnosis dengan karakteristik sosiodemografi dan akses layanan kesehatan pada pasien kanker payudara di Yogyakarta untuk mengidentifikasi hambatan sistemik yang memperburuk stadium saat diagnosis. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas program skrining kanker payudara berbasis usia, terutama dalam konteks perbedaan pola kejadian antara kelompok usia muda dan lanjut, guna merancang strategi deteksi dini yang lebih spesifik dan efisien. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan dasar bagi intervensi yang lebih terfokus, memahami akar penyebab keterlambatan diagnosis, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya dalam pencegahan kanker payudara di Indonesia.

  1. Annals of Medicine and Surgery. annals medicine surgery doi.org/10.1016/j.amsu.2021.103189Annals of Medicine and Surgery annals medicine surgery doi 10 1016 j amsu 2021 103189
  2. The Association between The Patient’s Age Groups with Stage, Grading, and Molecular Subtype of... doi.org/10.28932/jmh.v4i2.4554The Association between The PatientAos Age Groups with Stage Grading and Molecular Subtype of doi 10 28932 jmh v4i2 4554
  1. #hasan sadikin#hasan sadikin
  2. #usia muda#usia muda
Read online
File size296.27 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-uP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test