POLKESBANPOLKESBAN
Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan KesehatanPenyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sering kali memerlukan terapi hemodialisis. Kadar kreatinin serum berfungsi sebagai indikator utama dalam menilai kerusakan fungsi ginjal. Merokok diketahui dapat mempercepat kerusakan ginjal melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data kadar kreatinin diambil dari rekam medis pada kondisi predialisis. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner GN-SBQ dan data laboratorium kadar kreatinin. Hasil menunjukkan seluruh responden merupakan perokok aktif, dengan mayoritas (57,9%) tergolong perokok berat, serta rata-rata kadar kreatinin sebesar 10,90 mg/dL. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara perilaku merokok dan kadar kreatinin (p = 0,034; r = 0,256). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku merokok dan kadar kreatinin. Edukasi berkelanjutan dan konseling berhenti merokok, termasuk pendekatan spiritual, direkomendasikan untuk mencegah kerusakan ginjal kedepannya.
Semua peserta adalah perokok dengan kebiasaan merokok berat dan kadar kreatinin tinggi yang menunjukkan kerusakan ginjal parah.Merokok secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kadar kreatinin dan penurunan fungsi ginjal.Diperlukan program pendidikan dan intervensi untuk menghentikan merokok, serta penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih beragam.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak merokok terhadap pasien wanita dengan gagal ginjal kronik, analisis pengaruh komorbiditas seperti diabetes pada hubungan merokok dan kadar kreatinin, serta studi tentang durasi hemodialisis dan perubahan kadar kreatinin seiring waktu. Selain itu, perlu dikembangkan pendekatan intervensi yang lebih holistik, termasuk penggunaan teknologi untuk memantau efek merokok pada fungsi ginjal. Penelitian juga sebaiknya mempertimbangkan faktor lingkungan dan kebijakan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan.
- Pemantauan Pasien Dengan Diagnosa Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Sumber Rejo Bojonegoro | THE JOURNAL OF... doi.org/10.30651/jmlt.v4i2.11130Pemantauan Pasien Dengan Diagnosa Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Sumber Rejo Bojonegoro THE JOURNAL OF doi 10 30651 jmlt v4i2 11130
- HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN GAMBARAN FUNGSI GINJAL PADA KARYAWAN PT.X | Healthy Tadulako Journal (Jurnal... doi.org/10.22487/htj.v7i3.181HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN GAMBARAN FUNGSI GINJAL PADA KARYAWAN PT X Healthy Tadulako Journal Jurnal doi 10 22487 htj v7i3 181
- Hubungan Stres Dan Lingkungan Dengan Perilaku Merokok Pada Tenaga Kesehatan (NAKES) Di Rumah Sakit RYZ... doi.org/10.31983/link.v19i2.9984Hubungan Stres Dan Lingkungan Dengan Perilaku Merokok Pada Tenaga Kesehatan NAKES Di Rumah Sakit RYZ doi 10 31983 link v19i2 9984
| File size | 257.79 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Penelitian ini menunjukkan peningkatan minat akademik terhadap kebijakan kesehatan di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2024, sebagaimana tercermin dariPenelitian ini menunjukkan peningkatan minat akademik terhadap kebijakan kesehatan di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2024, sebagaimana tercermin dari
JURNALBIKESJURNALBIKES Hal ini menunjukkan bahwa self-esteem yang rendah berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian iniHal ini menunjukkan bahwa self-esteem yang rendah berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Sebelum intervensi kompres dingin, pasien umumnya mengalami nyeri ringan hingga sedang selama kanulasi, namun setelah aplikasi kompres dingin, sebagianSebelum intervensi kompres dingin, pasien umumnya mengalami nyeri ringan hingga sedang selama kanulasi, namun setelah aplikasi kompres dingin, sebagian
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Objective: To determine the effect of progressive muscle relaxation techniques on anxiety levels among patients with chronic kidney disease undergoingObjective: To determine the effect of progressive muscle relaxation techniques on anxiety levels among patients with chronic kidney disease undergoing
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Dengan demikian, terapi hemodialisa berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologisDengan demikian, terapi hemodialisa berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan psikologis
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama menjalani terapi hemodialisa dengan status gizi berdasarkan IMTHasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama menjalani terapi hemodialisa dengan status gizi berdasarkan IMT
UMSBUMSB Analisa data secara univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: didapatkan pasien hemodialisa 57,9% motivasi rendah dan 55,9% memiliki perilaku pembatasanAnalisa data secara univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: didapatkan pasien hemodialisa 57,9% motivasi rendah dan 55,9% memiliki perilaku pembatasan
UMSBUMSB Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan instrument penelitian accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer,Sampel penelitian sebanyak 55 remaja putri dengan teknik pengambilan instrument penelitian accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer,
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN 741,1 kIU/L (minimum 517,7 kIU/L; maksimum 4843 kIU/L), sedangkan kelompok non-alergi 177,1 kIU/L (minimum 14 kIU/L; maksimum 800 kIU/L). Median jumlah741,1 kIU/L (minimum 517,7 kIU/L; maksimum 4843 kIU/L), sedangkan kelompok non-alergi 177,1 kIU/L (minimum 14 kIU/L; maksimum 800 kIU/L). Median jumlah
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Temuan ini menunjukkan bahwa program ini adalah strategi promosi kesehatan non-farmakologis yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk implementasiTemuan ini menunjukkan bahwa program ini adalah strategi promosi kesehatan non-farmakologis yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk implementasi
UNIPASBYUNIPASBY Analisis data meliputi uji klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja dan lingkunganAnalisis data meliputi uji klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja dan lingkungan
UMSBUMSB Yang bekerja 71 resonden dan yang tidak bekerja 29 resonden d. Karakteristik responden berdasarkan paritas yang paling banyak adalah (ibu hamil pertama)Yang bekerja 71 resonden dan yang tidak bekerja 29 resonden d. Karakteristik responden berdasarkan paritas yang paling banyak adalah (ibu hamil pertama)