POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Nyeri postpartum merupakan tantangan umum yang dihadapi ibu pasca persalinan, sering kali memengaruhi kesejahteraan fisik dan emosional. Pendekatan nonfarmakologis, seperti akupresur, semakin diminati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang melibatkan studi‑studi terdahulu mengenai pengaruh akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan scoping review dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Data dikumpulkan dari berbagai mesin pencarian artikel diantaranya Pubmed 24 artikel, Google Scholar 461 artikel, Science Direct 147 artikel, dan Scopus 47 artikel yang relevan dengan topik yang sama, dan sintesis data dilakukan terhadap 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Yang kemudian dianalisis dengan checklist Joanna Briggs Institute (JBI) for RCT melalui proses Critical Appraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 artikel tersebut 5 studi memiliki kualitas tinggi dan 5 studi dengan kualitas sedang. Serta penggunaan akupresur efektif dalam mengurangi nyeri postpartum. Dengan menargetkan titik‑titik akupresur tertentu seperti LI4, SP6, LV4, P6, ST 36, BL23, BL25, BL26, dan BL40. Akupresur merupakan metode nonfarmakologis yang mampu mengurasi nyeri postpartum. Hasil ini memberikan dukungan terhadap integrasi akupresur dalam perawatan postpartum sebagai alternatif yang aman dan alami bagi ibu yang ingin mengurangi penggunaan obat‑obatan.

Bukti terkini menunjukkan akupresur dapat mengurangi nyeri postpartum dalam jangka pendek pada beberapa kondisi seperti nyeri perineal, nyeri kontraksi uterus, dan nyeri luka operasi caesar, namun heterogenitas desain dan keterbatasan metodologis menuntut penelitian RCT berkualitas tinggi lebih lanjut sebelum rekomendasi universal dapat diberikan.Akupresur berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang efektif, aman, dan biaya‑efektif untuk mengurangi nyeri postpartum, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam perawatan pasca persalinan sebagai alternatif alami bagi ibu yang ingin mengurangi penggunaan obat.Dengan demikian, akupresur dapat menjadi bagian integral dalam perawatan maternal postpartum, meningkatkan kualitas perawatan serta kesejahteraan ibu dan bayi.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menguji secara eksperimental waktu dan durasi optimal pemberian akupresur pada nyeri postpartum dengan desain RCT terkontrol ganda serta melibatkan berbagai populasinya untuk menilai konsistensi efek. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak akupresur terhadap aspek psikologis ibu pasca persalinan, seperti kualitas tidur, tingkat depresi, dan kecemasan, menggunakan instrumen standar dan mengikuti peserta selama enam bulan pascapersalinan. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi manfaat kombinasi akupresur dengan intervensi psikologis, misalnya konseling atau terapi perilaku kognitif, untuk mengetahui apakah pendekatan multimodal meningkatkan pemulihan fisik dan emosional secara signifikan dibandingkan akupresur atau intervensi psikologis saja. Semua saran ini harus mempertimbangkan protokol yang distandarisasi, prosedur blinding, dan ukuran sampel yang memadai untuk meningkatkan validitas eksternal serta menghasilkan pedoman klinis yang kuat.

Read online
File size399.53 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test