POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem perawatan kesehatan. Length of Stay (LOS) salah satu indikator kinerja utama yang secara signifikan memengaruhi outcome pasien, kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Scoping review ini meneliti efektivitas metodologi Lean Six Sigma (LSS) dalam menurunkan LOS di IGD dan meningkatkan throughput pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Empat database elektronik (MEDLINE via PubMed, Scopus, Emerald, dan ProQuest) ditelusuri untuk mencari literatur terkait dalam review ini. Review ini disusun menggunakan enam tahap metode scoping review sesuai dengan panduan metode PRISMA-ScR. Review ini berfokus pada implementasi yang menerapkan kerangka kerja Define-Measure-Analyze-Improve-Control, yang dilengkapi dengan pendekatan analitik dan manajemen perubahan. Ekstraksi data mencakup metodologi, hasil kuantitatif, strategi implementasi, dan faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan. Dalam review ini, teridentifikasi 19 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LSS secara signifikan mengurangi lama tinggal di IGD mulai dari 14% hingga 50%. Integrasi dengan model machine learning meningkatkan akurasi prediksi waktu tunggu pasien. Teknik simulasi mengoptimalkan alur pasien, dan pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur memastikan perbaikan yang berkelanjutan dan melibatkan partisipasi staf. Dukungan kepemimpinan dan penggunaan sistem data yang efektif diidentifikasi sebagai faktor penentu keberhasilan, sementara tantangan yang dihadapi termasuk resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya. Metodologi LSS efektif dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi lama tinggal pasien di IGD, memberikan model yang dapat direplikasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pasien.

Metodologi Lean Six Sigma (LSS) secara konsisten menunjukkan peningkatan efisiensi operasional di berbagai fasilitas kesehatan, terutama dalam mengurangi Length of Stay (LOS) dan waktu tunggu pasien.Keberhasilan implementasi LSS sangat bergantung pada dukungan kepemimpinan yang kuat, pelatihan staf yang komprehensif, dan sistem data yang andal.Meskipun demikian, resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya dapat menjadi tantangan signifikan dalam proses implementasi.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan dampak LSS terhadap pengurangan LOS dan efisiensi operasional IGD dalam jangka panjang. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai kombinasi alat dan teknik LSS, seperti integrasi dengan machine learning atau simulasi, dalam konteks IGD yang berbeda. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut persepsi dan pengalaman staf IGD terkait implementasi LSS, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat adopsi dan keberhasilan LSS. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang penerapan LSS di IGD, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana LSS dapat diadaptasi dan diterapkan di lingkungan IGD dengan sumber daya terbatas, serta bagaimana mengatasi tantangan resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan data.

  1. Medicine. medicine doi.org/10.1097/MD.0000000000000633Medicine medicine doi 10 1097 MD 0000000000000633
  2. Quality indicators for clinical care of patients with hypertension: scoping review protocol | BMJ Open.... doi.org/10.1136/bmjopen-2018-026167Quality indicators for clinical care of patients with hypertension scoping review protocol BMJ Open doi 10 1136 bmjopen 2018 026167
Read online
File size509.2 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test