POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Nyamuk dapat menyebabkan dampak negatif apabila tidak dikendalikan, salah satunya penyakit yang ditularkan melalui vektor yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode pengendalian nyamuk yang dapat digunakan salah satunya dengan pemasangan perangkap menggunakan atraktan dari fermentasi singkong. Pemasangan perangkap dapat menjadi alternatif karena lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia untuk mengendalikan vektor nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi fermentasi singkong yang paling efektif pada perangkap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini yaitu True experiment research skala laboratorium dengan metode Post-test Only with Control Design. Penelitian melakukan pengujian terhadap 3 variasi konsentrasi fermentasi perbandingan ragi dan singkong (gr) yaitu 1:50, 2:50, dan 3:50. Kontrol penelitian ini menggunakan perangkap nyamuk berisi akuades (tanpa fermentasi singkong). Sampel penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti berumur 3 hari dengan teknik sampling purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan One Way Anova diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi fermentasi singkong terhadap nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap, hal tersebut dikarenakan Nilai P < α (0,000 < 0,05). Konsentrasi fermentasi singkong yang paling efektif sebagai atraktan pada perangkap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi fermentasi singkong 3:50 dengan jumlah 88 ekor (14,67%). Disarankan penggunaan perangkap nyamuk dengan antaraktan konsentrasi fermentasi singkong 3:50.

50 memiliki efektivitas tertinggi dalam menangkap nyamuk Aedes aegypti dengan jumlah 88 ekor (14,67%).Konsentrasi ini lebih efektif dibandingkan konsentrasi 1.Penggunaan perangkap nyamuk dengan atraktan fermentasi singkong 3.50 disarankan sebagai metode pengendalian vektor yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, dilakukan penelitian untuk menguji konsentrasi fermentasi singkong yang lebih tinggi (hingga 100%) untuk mengetahui efektivitasnya dalam menarik nyamuk Aedes aegypti. Kedua, dilakukan pengukuran tingkat CO2 yang dihasilkan oleh berbagai konsentrasi fermentasi singkong untuk memahami hubungannya dengan daya tarik nyamuk. Ketiga, dilakukan studi mengenai dampak lingkungan jangka panjang penggunaan fermentasi singkong sebagai atraktan dibandingkan metode pengendalian vektor lainnya, seperti insektisida kimia. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperluas pemahaman tentang efektivitas dan keberlanjutan metode pengendalian nyamuk berbasis alami.

  1. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal). pemanfaatan fermentasi singkong air tebu... jurnal.upertis.ac.id/index.php/JKP/article/view/782Jurnal Kesehatan Perintis Perintiss Helath Journal pemanfaatan fermentasi singkong air tebu jurnal upertis ac index php JKP article view 782
Read online
File size521.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test