INSCHOOLINSCHOOL
GHMJ (Global Health Management Journal)GHMJ (Global Health Management Journal)Latar Belakang: Teknologi Wolbachia-Aedes merupakan salah satu inovasi dalam mengurangi angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Pelaksanaannya dapat terbatas oleh pengetahuan masyarakat yang kurang, karena kesadaran yang rendah dapat mengurangi penerimaan dan partisipasi masyarakat dalam teknologi Wolbachia-Aedes, yang keduanya penting untuk efektivitas teknologi. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang teknologi Wolbachia-Aedes dan faktor-faktor terkait pada warga Kota Cirebon, Indonesia. Metode: Ini adalah studi observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kota Cirebon antara Juni dan Juli 2024, menggunakan teknik random sampling cluster. Warga Kota Cirebon yang mengunjungi Puskesmas dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi direkrut sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan diisi sendiri. Hasil: Terdapat 600 responden, terdiri dari perempuan (68%) yang berpartisipasi dalam penelitian. Sebagian besar sampel adalah lulusan sekolah menengah atas (68,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,5% responden memiliki pengetahuan yang kurang, sedangkan 51,5% memiliki pengetahuan sedang dan 9% memiliki pengetahuan baik. Usia [OR yang disesuaikan 1,86 (95%CI 1,32-2,63)] dan tingkat pendidikan [OR yang disesuaikan 2,12 (95%CI 1,38-3,27)] adalah faktor yang berhubungan dengan pengetahuan masyarakat tentang teknologi Wolbachia-Aedes di Kota Cirebon, Indonesia. Kesimpulan: Sebagian besar warga Kota Cirebon memiliki pengetahuan sedang, dengan proporsi yang signifikan masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai teknologi Wolbachia-Aedes. Usia yang lebih tua dan tingkat pendidikan yang lebih rendah berhubungan dengan pengetahuan yang lebih buruk. Pemerintah perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknologi Wolbachia-Aedes sebelum implementasi melalui promosi kesehatan yang ditargetkan, khususnya untuk populasi yang lebih tua dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah.
Sebagian besar warga Kota Cirebon memiliki pengetahuan sedang mengenai teknologi Wolbachia-Aedes, namun proporsi yang signifikan masih memiliki pengetahuan yang kurang.Usia yang lebih tua dan tingkat pendidikan yang lebih rendah berhubungan dengan pengetahuan yang lebih buruk.Pemerintah perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknologi Wolbachia-Aedes sebelum implementasi melalui promosi kesehatan yang ditargetkan, khususnya untuk populasi yang lebih tua dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan di balik rendahnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi Wolbachia-Aedes, terutama pada kelompok usia yang lebih tua dan berpendidikan rendah. Hal ini dapat membantu merancang intervensi edukasi yang lebih tepat sasaran. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi Wolbachia-Aedes dalam jangka waktu tertentu. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi Wolbachia-Aedes di berbagai wilayah dengan karakteristik sosio-ekonomi dan demografi yang berbeda. Dengan demikian, dapat diidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan implementasi teknologi Wolbachia-Aedes, sehingga strategi intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
- PRAKTIK PELAYANAN PUBLIK: PUSKESMAS SEBAGAI GARDA TERDEPAN PELAYANAN KESEHATAN | DECISION: Jurnal Administrasi... journal.unpas.ac.id/index.php/decision/article/view/1802PRAKTIK PELAYANAN PUBLIK PUSKESMAS SEBAGAI GARDA TERDEPAN PELAYANAN KESEHATAN DECISION Jurnal Administrasi journal unpas ac index php decision article view 1802
- Influence of public hesitancy and receptivity on reactive behaviours towards releases of male Wolbachia-Aedes... journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0010910Influence of public hesitancy and receptivity on reactive behaviours towards releases of male Wolbachia Aedes journals plos plosntds article id 10 1371 journal pntd 0010910
- Efficacy of Wolbachia-Infected Mosquito Deployments for the Control of Dengue | New England Journal of... nejm.org/doi/10.1056/NEJMoa2030243Efficacy of Wolbachia Infected Mosquito Deployments for the Control of Dengue New England Journal of nejm doi 10 1056 NEJMoa2030243
- Public Knowledge about Wolbachia-Aedes Technology: A Survey among Cirebon City Residents, Indonesia |... publications.inschool.id/index.php/ghmj/article/view/1220Public Knowledge about Wolbachia Aedes Technology A Survey among Cirebon City Residents Indonesia publications inschool index php ghmj article view 1220
| File size | 186.84 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLINEPUBLINE Data dikumpulkan menggunakan kuesioner standar yang menilai durasi penggunaan gadget, praktik ergonomi, dan gejala musculoskeletal. Hasil menunjukkan bahwaData dikumpulkan menggunakan kuesioner standar yang menilai durasi penggunaan gadget, praktik ergonomi, dan gejala musculoskeletal. Hasil menunjukkan bahwa
IJNMSIJNMS Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan penggunaan Posyandu Jiwa di Puskesmas Bloto pada tahun 2025 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). TerdapatTerdapat hubungan antara dukungan keluarga dan penggunaan Posyandu Jiwa di Puskesmas Bloto pada tahun 2025 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Terdapat
APPIHIAPPIHI Pendekatan penelitian hukum normatif sangat cocok untuk penelitian ini karena memungkinkan pemeriksaan kritis tentang bagaimana sistem hukum saat ini meresponsPendekatan penelitian hukum normatif sangat cocok untuk penelitian ini karena memungkinkan pemeriksaan kritis tentang bagaimana sistem hukum saat ini merespons
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF 034), disease duration (p=0. 026), family support (p=0. 003), and healthcare provider support (p=0. 002). Multivariate analysis identified healthcare provider034), disease duration (p=0. 026), family support (p=0. 003), and healthcare provider support (p=0. 002). Multivariate analysis identified healthcare provider
UNDIPUNDIP Sebanyak 263 peserta laki-laki dan perempuan memberikan informasi demografis dan menyelesaikan kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II)Sebanyak 263 peserta laki-laki dan perempuan memberikan informasi demografis dan menyelesaikan kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP II)
UnwahasUnwahas Abelmoschus esculentus L. merupakan sayuran yang mengandung metabolit sekunder. Penelitian ini menguji aktivitas antioksidan dengan parameter IC50, kemampuanAbelmoschus esculentus L. merupakan sayuran yang mengandung metabolit sekunder. Penelitian ini menguji aktivitas antioksidan dengan parameter IC50, kemampuan
UKMCUKMC This suggests that errors are a natural part of the writing development process, potentially stemming from more complex writing attempts. Factors likeThis suggests that errors are a natural part of the writing development process, potentially stemming from more complex writing attempts. Factors like
UKMCUKMC Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pengucapan siswa, tetapi dalam studi ini sebagian besar peserta merasa bahwa bahasa vernakular mereka tidakAda beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pengucapan siswa, tetapi dalam studi ini sebagian besar peserta merasa bahwa bahasa vernakular mereka tidak
Useful /
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Dari hasil akhir analisis multivariat diketahui variabel yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan yaitu variabel responsiveness dengan pValue = 0,009Dari hasil akhir analisis multivariat diketahui variabel yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan yaitu variabel responsiveness dengan pValue = 0,009
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Estimasi stunting, wasting, overweight, dan underweight sebagai penanda malnutrisi anak. Stunting yang paling dominan yang terjadi pada balita adalah permasalahanEstimasi stunting, wasting, overweight, dan underweight sebagai penanda malnutrisi anak. Stunting yang paling dominan yang terjadi pada balita adalah permasalahan
UNMUNM Hal ini menyoroti kebutuhan akan intervensi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Sebagai solusi yang diusulkan, penelitian ini merekomendasikanHal ini menyoroti kebutuhan akan intervensi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Sebagai solusi yang diusulkan, penelitian ini merekomendasikan
UNMUNM Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu, kurangnya dukungan institusional, dan peluang pengembangan profesional yang terbatas masih menghambat implementasiNamun, tantangan seperti keterbatasan waktu, kurangnya dukungan institusional, dan peluang pengembangan profesional yang terbatas masih menghambat implementasi