PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Daya saing industri pertambangan batubara di Indonesia sangat bergantung pada efisiensi operasional alat berat. Studi ini membahas kasus produktivitas suboptimal pada excavator kelas PC 500 di salah satu kontraktor pertambangan terkemuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil penerapan metodologi Quality Control Circle (QCC) 8 langkah dalam mengidentifikasi akar penyebab rendahnya produktivitas yang diimplementasikan untuk mencapai dan melampaui target produksi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus riset tindakan yang dilaksanakan dari Januari hingga Maret 2025. Tim QCC Sinergi Number One memanfaatkan alat analisis seperti Diagram Tulang Ikan dan Diagram Pareto untuk mendiagnosis masalah. Intervensi yang dilakukan berfokus pada peningkatan koordinasi operasional, pemeliharaan area kerja (front), dan prosedur manajemen. Hasil implementasi QCC menunjukkan peningkatan produktivitas excavator yang signifikan dari baseline 399 Ton/Jam menjadi 454 Ton/Jam, melampaui target 450 Ton/Jam. Hal ini merepresentasikan peningkatan produktivitas sebesar 13,8%. Konsekuensinya, kerugian pendapatan bulanan sebesar Rp 417.246.212 berhasil diubah menjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 30.331.557. Studi ini mengonfirmasi bahwa pendekatan QCC yang sistematis dan berbasis tim sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas alat berat di sektor pertambangan. Metodologi ini tidak hanya menyelesaikan inefisiensi teknis tetapi juga menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan melalui pengambilan keputusan berbasis data dan standardisasi.

Penelitian ini berhasil mendokumentasikan penerapan metodologi QCC 8 langkah untuk menyelesaikan masalah produktivitas kritis dalam operasi penambangan batubara.Intervensi yang dilakukan menghasilkan peningkatan produktivitas excavator sebesar 13,8%, melampaui target yang ditetapkan, dan membawa dampak finansial yang sangat positif.Faktor kunci keberhasilan proyek ini adalah pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dari kerangka kerja QCC, penggunaan alat analisis yang efektif seperti Diagram Pareto dan Tulang Ikan, serta komitmen kuat dari tim lintas-fungsi.Studi ini menyimpulkan bahwa QCC adalah metodologi yang sangat kuat dan relevan untuk industri pertambangan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas implementasi QCC pada jenis alat berat lain di sektor pertambangan, seperti dump truck atau bulldozer, untuk melihat apakah manfaat yang sama dapat dicapai. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penerapan QCC dengan metode peningkatan produktivitas lainnya, seperti Lean Manufacturing atau Six Sigma, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam konteks pertambangan batubara Indonesia. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut bagaimana budaya organisasi dan kepemimpinan memengaruhi keberhasilan implementasi QCC, serta bagaimana membangun lingkungan kerja yang mendukung perbaikan berkelanjutan dan partisipasi aktif karyawan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing industri pertambangan batubara di Indonesia, serta berkontribusi pada pengembangan praktik manajemen yang lebih baik di sektor ini.

Read online
File size335.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test