UNAMAUNAMA

Jurnal PROCESSORJurnal PROCESSOR

Website Basarnas Bengkulu mempunyai peran krusial dalam memberikan informasi berhubungan dengan kegiatan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat. Namun seiring bertambahnya jumlah pengunjung serta kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat, situs ini menghadapi beberapa tantangan terkait performa, overload, dan kerentanan seperti waktu muat halaman yang lambat, website yang cendrung tidak responsif, serta indikasi defacement yang tentu akan merugikan. Maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kinerja. Mengimplementasikan metode Software Testing Life Cycle (STLC) yaitu metode yang digunakan untuk pengujian perangkat lunak serta dibantu dengan tools seperti PageSpeed Insights, Apache Jmeter, dan Acunetix memungkinkan penelitian dilakukan secara komprehensif dan efisien. Sehingga didapatkan hasil penelitian pada performa dengan nilai rata-rata 81,87 yang termasuk dalam range baik namun tetap perlu perbaikan. Pada overload didapatkan hasil penelitian yaitu skenario 1 dengan 5 user (105 sampel) terdapat 0.00% error, skenario 2 dengan 15 user (315 sampel) terdapat 0.32% error, serta skenario 3 dengan 45 user (945 sampel) terdapat 1.90% yang secara keseluruhan menunjukkan kinerja website masih cukup baik pada beban rendah namun menurun pada beban tinggi. Dan pada kerentanan didapatkan hasil penelitian pada kategori Low severity vulnerabilities yang artinya terdapat kerentanan minor dan masih relatif aman namun tetap perlu ditindaklanjuti untuk upaya pencegahan. Berdasarkan temuan ini direkomendasikan untuk memperhatikan infrastruktur server, mengoptimasi konten atau gambar, serta meningkatkan dan memperhatikan keamanan sistem agar dapat meminimalisir kerentanan untuk mencegah ancaman dan serangan yang dapat mengganggu kinerja website.

Berdasarkan hasil penelitian analisis performa, overload dan kerentanan pada website Basarnas Bengkulu.Pada performa didapatkan rata-rata nilai skor sebesar 81,87 yang termasuk dalam range (baik) namun tetap perlu perbaikan berdasarkan pemanfaatan tools Pagespeed insights.Pada overload dengan memanfaatkan tools Apache Jmeter didapatkan hasil penelitian yaitu skenario 1 dengan 5 user (105 sampel) terdapat 0.00% error, skenario 2 dengan 15 user (315 sampel) terdapat 0.32% error, serta skenario 3 dengan 45 user (945 sampel) terdapat 1.90% yang secara keseluruhan menunjukkan kinerja website masih cukup baik pada beban rendah namun menurun pada beban tinggi.Dan pada kerentanan dengan memanfaatkan tools Acunetix didapatkan hasil penelitian pada kategori low severity vulnerabilities yang artinya terdapat kerentanan minor dan masih relatif aman namun tetap perlu ditindaklanjuti untuk upaya pencegahan.Pada performa secara teknik sistem telah mampu mengoptimalkan berbagai aspek penting seperti kecepatan muat halaman, efisiensi penggunaan sumber daya, dan responsivitas terhadap pengguna.Hal ini mendukung teori bahwa performa sistem yang baik dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan menunjang efektivitas penyampaian informasi pada layanan publik.Pada overload sistem mampu mempertahankan stabilitas ketika diuji pada kondisi beban rendah hingga menengah yang membuktikan bahwa infrastruktur server telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional saat ini selaras dengan teori sistem terdistribusi dan manajemen beban yang menyatakan bahwa ketahanan sistem terhadap beban adalah indikator penting dalam pengembangan website.Serta dalam hal keamanan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan sistem berada pada level rendah yang menunjukkan bahwa pengelolaan sistem telah memperhatikan aspek perlindungan dasar terhadap potensi celah keamanan yang secara teori sistem dengan tingkat kerentanan rendah memberikan kepercayaan lebih tinggi terhadap integritas dan keamanan data yang disajikan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai penyebab penurunan performa website pada beban tinggi, dengan fokus pada identifikasi bottleneck pada infrastruktur server dan optimasi kode backend. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi beban website berdasarkan data historis pengunjung, sehingga dapat dilakukan perencanaan kapasitas server yang lebih akurat dan adaptif. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif terhadap implementasi teknologi caching yang berbeda, seperti Redis dan Varnish, untuk mengidentifikasi solusi yang paling efektif dalam meningkatkan kecepatan respons website pada kondisi beban tinggi. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan website Basarnas Bengkulu, sehingga dapat memberikan informasi yang cepat, akurat, dan aman bagi masyarakat.

  1. Analisis Performa, Overload, dan Kerentanan pada Website Basarnas Bengkulu untuk Optimalisasi Kinerja... doi.org/10.33998/processor.2025.20.2.2507Analisis Performa Overload dan Kerentanan pada Website Basarnas Bengkulu untuk Optimalisasi Kinerja doi 10 33998 processor 2025 20 2 2507
  2. Sistem Informasi Penjualan Kayu Kusen Berbasis Website | Septiani | Bianglala Informatika. sistem penjualan... ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/Bianglala/article/view/11603Sistem Informasi Penjualan Kayu Kusen Berbasis Website Septiani Bianglala Informatika sistem penjualan ejournal bsi ac ejurnal index php Bianglala article view 11603
  3. Analisis Kinerja Website Dinas Komunikasi dan Informatika Menggunakan Metode Pieces | Jurnal Sisfokom... jurnal.atmaluhur.ac.id/index.php/sisfokom/article/view/1018Analisis Kinerja Website Dinas Komunikasi dan Informatika Menggunakan Metode Pieces Jurnal Sisfokom jurnal atmaluhur ac index php sisfokom article view 1018
Read online
File size623.11 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test