IUQIBOGORIUQIBOGOR

JOURNAL ISLAMIC ECONOMICS AD DIWANJOURNAL ISLAMIC ECONOMICS AD DIWAN

Pemberdayaan Koperasi dan UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan diharapkan dapat menyelaraskan struktur perekonomian daerah dan berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi tingkat pengangguran, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, serta memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana bergulir terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Metode analisis yang digunakan meliputi uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, dana bergulir berpengaruh signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan ketenagakerjaan. Secara simultan, dana bergulir juga berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa dana bergulir berkontribusi sebesar 13% terhadap pengurangan kemiskinan dan 78% terhadap peningkatan ketenagakerjaan. Temuan ini secara empiris membuktikan bahwa keberadaan dana bergulir mampu mendorong pengembangan UMKM, mengoptimalkan realisasi anggaran daerah, serta berperan sebagai instrumen intermediasi keuangan yang efektif dalam memperkuat perekonomian regional maupun nasional secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil penelitian, dana bergulir terbukti berpengaruh secara parsial dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.Hal ini dibuktikan melalui uji t, di mana variabel dana bergulir (X) terhadap kemiskinan (Y1) menunjukkan nilai thitung > ttabel (2,601 > 2,030) dan terhadap ketenagakerjaan (Y2) juga menunjukkan thitung > ttabel (3,872 > 2,030), sehingga keduanya memiliki pengaruh signifikan.Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel (4,437 > 4,15), yang berarti dana bergulir berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan peningkatan ketenagakerjaan.Besarnya pengaruh dana bergulir terhadap kemiskinan berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) adalah 0,13 atau 13%, sedangkan terhadap ketenagakerjaan sebesar 0,78 atau 78%.Nilai ini menunjukkan bahwa dana bergulir memiliki kontribusi yang cukup besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan lapangan kerja.Secara empiris, temuan ini menegaskan bahwa keberadaan dana bergulir di tengah masyarakat mampu membantu pengembangan UMKM, sehingga realisasi anggaran pemerintah telah tepat sasaran.Selain itu, secara teoritis dan ideologis, dana bergulir terbukti mendinamisasi aktivitas ekonomi dan keuangan daerah, serta secara efektif memainkan peran sebagai badan intermediasi melalui penyaluran dana oleh pemerintah, baik melalui dinas koperasi maupun lembaga UMKM, guna memperkuat perekonomian regional maupun nasional.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemiskinan dan ketenagakerjaan di Provinsi Banten, seperti kualitas pendidikan, infrastruktur, akses pasar, dan kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif antara dampak dana bergulir di Provinsi Banten dengan daerah lain di Indonesia, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan dalam hal efektivitas dan kontribusi dana bergulir terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan ketenagakerjaan. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi alternatif dalam meningkatkan aksesibilitas dana bergulir bagi masyarakat miskin dan pelaku UMKM, serta mengintegrasikan program dana bergulir dengan pelatihan keterampilan, pengembangan pasar, dan inovasi produk untuk memperluas peluang kerja.

Read online
File size579.83 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test