PUSLITBANGPLNPUSLITBANGPLN

Journal of Technology and Policy in Energy and Electric PowerJournal of Technology and Policy in Energy and Electric Power

PLN, perusahaan penyedia listrik satu-satunya di Indonesia, masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTB) untuk sebagian besar kebutuhan listriknya. Agenda transisi energi memaksa PLN untuk meninjau opsi yang ada agar PLTB tetap beroperasi hingga akhir masa pakainya. Salah satu program terpanas dan paling baru di Indonesia adalah co-firing amonia. Amonia, bahan bakar tanpa karbon, menggantikan sebagian batu bara yang dibakar di ketel. Penerapannya pada ketel yang sudah ada akan mengubah pola operasi, terutama di sisi pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-firing amonia akan memengaruhi kinerja ketel, profil pembakaran, dan beberapa peralatan operasional. Efisiensi ketel menjadi lebih rendah dalam kehadiran amonia. Berdasarkan hasil simulasi pembakaran, suhu pembakaran dapat lebih tinggi karena tambahan panas dari bahan bakar yang diinjeksikan untuk menjaga output PLTU. Beberapa peralatan, seperti kemampuan fan hisap, perlu ditinjau ulang karena penerapan ini dapat meningkatkan tingkat kinerjanya.

Penerapan co-firing amonia pada PLTB yang sudah ada mengurangi efisiensi ketel dan meningkatkan suhu pembakaran.Perubahan kinerja fan hisap dan pengurangan emisi CO2 menjadi faktor penting.Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan keandalan sistem dan optimalisasi proses pembakaran.

1. Meneliti rasio optimal co-firing amonia untuk berbagai jenis ketel PLTB dengan mempertimbangkan karakteristik bahan bakar lokal. 2. Mengkaji dampak jangka panjang penerapan amonia pada komponen struktural ketel dan sistem pendingin. 3. Mengembangkan metode pengukuran emisi CO2 yang lebih akurat untuk mengevaluasi efektivitas reduksi emisi dalam skenario co-firing berbeda.

Read online
File size501.39 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test