CEREDINDONESIACEREDINDONESIA

International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects)

Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi perubahan peran mamak terhadap keabsahan perkawinan adat Minangkabau dengan membandingkan praktik di ranah (tanah air) dan rantau (diaspora). Dengan pendekatan sosi-legal, penelitian mengeksplorasi interaksi antara norma adat, hukum agama, dan hukum positif serta persepsi masyarakat terhadap validitas perkawinan ketika peran mamak tidak lagi dominan. Hasil menunjukkan bahwa di ranah peran mamak masih kuat memengaruhi legitimasi perkawinan, sedangkan di rantau otoritas mamak menurun dan digantikan oleh ayah biologis atau tokoh agama tanpa mengurangi keabsahan perkawinan menurut hukum negara dan agama, meskipun menimbulkan variasi praktik adat.

Perubahan peran mamak memiliki dampak signifikan terhadap legitimasi perkawinan adat Minangkabau, di mana di ranah mamak tetap menjadi otoritas utama yang memastikan terpenuhinya unsur normatif, sementara di diaspora peran tersebut beralih menjadi simbolik dan keputusan perkawinan lebih dipengaruhi oleh orang tua biologis, hukum agama, dan hukum negara.Transformasi ini menghasilkan variasi dalam pemenuhan syarat keabsahan perkawinan adat, namun sekaligus menjaga relevansi adat melalui adaptasi fleksibel.Oleh karena itu, diperlukan pemahaman baru mengenai interaksi antara struktur adat, regulasi negara, dan dinamika sosial kontemporer.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana penggunaan platform digital, media sosial, dan aplikasi komunikasi daring memengaruhi partisipasi mamak dalam proses perkawinan di komunitas Minangkabau diaspora, khususnya dalam hal koordinasi pertemuan adat, penyebaran informasi mengenai prosedur adat, serta pengambilan keputusan jarak jauh antara mamak yang berada di tanah air dan pasangan yang berada di luar negeri. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis hasil penyelesaian sengketa perkawinan yang melibatkan peran mamak secara simbolik versus peran substantif di berbagai wilayah, dengan tujuan menilai implikasi hukum, sosial, dan psikologis dari perbedaan tersebut serta mengidentifikasi mekanisme mediasi yang paling efektif dalam konteks tersebut. Selain itu, penelitian longitudinal yang melacak dampak perubahan Undang‑Undang Perkawinan, termasuk amendment terbaru, terhadap praktik perkawinan adat pada generasi muda Minangkabau dapat memberikan wawasan tentang evolusi nilai‑nilai adat, tingkat penerimaan regulasi negara, dan pola adaptasi hukum di era modern. Akhirnya, pendekatan etnografi partisipatif yang melibatkan tokoh adat, ulama, dan lembaga pemerintah dapat memperkaya pemahaman tentang cara integrasi harmonis antara hukum adat, syariah, dan hukum positif dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berubah.

Read online
File size335.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test