POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Status gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang mencerminkan kebiasaan mengunyah. Ketidakseimbangan asupan dan gangguan pada proses mengunyah dapat berdampak pada penyerapan nutrisi dan status gizi. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola mengunyah yang memengaruhi status gizi. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, ProQuest Central, Google Scholar, Cochrane, dan Sciencedirect menggunakan metode PICO. Artikel yang dianalisis dipublikasikan antara Januari 2014 hingga Desember 2024. 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dari 1275 artikel yang ditemukan dan dianalisis lebih lanjut. Hasil telaah menunjukkan bahwa pola mengunyah berpengaruh terhadap status gizi melalui kuantitas dan kualitas pengunyahan, frekuensi makan, serta keterpaparan terhadap risiko penyakit mulut. Faktor-faktor ini lebih dominan ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Tenggara, dibandingkan Eropa. Kebiasaan mengunyah yang baik berperan dalam meningkatkan asupan nutrisi, terutama pada kelompok rentan. Diperlukan intervensi berbasis kebiasaan makan dengan indikator mengunyah sehat untuk mendukung perbaikan status gizi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa parameter mengunyah, terutama durasi, frekuensi, dan tekstur makanan, berpengaruh signifikan terhadap status gizi.Gangguan mengunyah terkait dengan penurunan asupan energi, peningkatan risiko malnutrisi, dan gangguan metabolik, terutama pada lansia dan mereka dengan masalah kesehatan mulut.Kualitas mengunyah yang buruk membatasi pencernaan dan penyerapan nutrisi, sehingga perlu memasukkan kebiasaan mengunyah yang tepat dalam pendidikan gizi publik.Intervensi yang ditargetkan, seperti konseling diet dan modifikasi tekstur makanan, sangat penting bagi kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan individu dengan fungsi mengunyah berkurang.Penelitian masa depan harus mencakup peserta dengan kondisi mulut yang didiagnosis secara klinis untuk menjelaskan dampak kesehatan dari kesulitan mengunyah.Selain itu, mengembangkan alat standar dan tervalidasi untuk mengukur perilaku mengunyah diperlukan untuk meningkatkan konsistensi penelitian dan mendukung strategi intervensi yang lebih efektif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan alat standar dan tervalidasi untuk mengukur perilaku mengunyah, yang dapat meningkatkan konsistensi penelitian dan mendukung strategi intervensi yang lebih efektif. Selain itu, penting untuk melibatkan peserta dengan kondisi mulut yang didiagnosis secara klinis dalam penelitian untuk memahami dampak kesehatan dari kesulitan mengunyah. Penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara kecepatan makan dan risiko penyakit metabolik, serta dampak kebiasaan mengunyah pada kesehatan mulut dan pencernaan secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pentingnya kebiasaan mengunyah yang tepat dalam mendukung status gizi yang optimal.

  1. Salivary Composition Is Associated with Liking and Usual Nutrient Intake | PLOS One. salivary composition... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0137473Salivary Composition Is Associated with Liking and Usual Nutrient Intake PLOS One salivary composition journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0137473
Read online
File size273.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test