POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Konsumsi minuman berpemanis gula (SSB) dan pemanis buatan (ASB) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) dan penyakit kardiovaskular (PKV). Namun, bukti mengenai dampak jangka panjang dari kedua jenis minuman ini masih bervariasi. Studi ini merupakan kajian sistematis yang dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Sebanyak 18 artikel dari studi kohort dan potong lintang yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, dengan subjek penelitian orang dewasa untuk menganalisis hubungan antara konsumsi SSB dan ASB dengan DMT2 dan PKV. Penilaian kualitas dilakukan menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS). Konsumsi SSB dan ASB secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko DMT2 dan CVD dengan risiko relatif (HR/OR) berkisar antara 1,06 hingga 2,40 untuk DMT2 dan 1,09 hingga 2,44 untuk CVD. Oleh karena itu, strategi kesehatan masyarakat sebaiknya tidak hanya mengalihkan konsumsi dari SSB ke ASB, melainkan menekankan pada pembatasan konsumsi keduanya secara menyeluruh melalui kebijakan regulatif, edukatif, dan fiskal.

Hasil tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman berpemanis gula (SSB) dan minuman berpemanis buatan (ASB) secara konsisten meningkatkan risiko diabetes tipe 2 (DMT2) dan penyakit kardiovaskular (PKV).Berdasarkan artikel yang dianalisis, risiko relatif DMT2 akibat konsumsi SSB dan ASB berkisar antara 1,06 hingga 2,40, sedangkan risiko PKV berkisar antara 1,09 hingga 2,44.Meskipun ASB sering dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat, beberapa studi menunjukkan efek metabolik negatif.Oleh karena itu, strategi pengendalian konsumsi SSB sebaiknya tidak hanya fokus pada substitusi dengan ASB, tetapi pada pembatasan konsumsi keduanya secara menyeluruh melalui kebijakan kesehatan masyarakat.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang konsumsi ASB terhadap mikrobiota usus dan metabolisme, terutama pada kelompok rentan seperti individu dengan riwayat obesitas atau diabetes. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas alternatif pemanis alami, seperti stevia atau madu, dalam mengurangi risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Terakhir, penelitian tentang interaksi genetik dan respons individu terhadap konsumsi SSB dan ASB dapat membantu mengembangkan rekomendasi kesehatan yang lebih personal dan efektif.

  1. The Impacts of Sugar-Sweetened Beverages (SSB) on Cardiovascular Health | Cureus. impacts sugar sweetened... cureus.com/articles/102544-the-impacts-of-sugar-sweetened-beverages-ssb-on-cardiovascular-healthThe Impacts of Sugar Sweetened Beverages SSB on Cardiovascular Health Cureus impacts sugar sweetened cureus articles 102544 the impacts of sugar sweetened beverages ssb on cardiovascular health
Read online
File size386.66 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test