UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan antara Kebermaknaan Hidup dan Kestabilan Emosi dengan tingkat depresi. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang masuk kategori dewasa awal (19-25 tahun) di Yogyakarta. Jumlah subyek penelitian sebanyak 93 orang. Hasil analisis regresi menunjukkan: (1) Ada hubungan yang sangat signifikan antara Kebermaknaan Hidup dan Kestabilan emosi dengan tingkat Depresi, dengan harga koefisien F=17,494 p=0,000; p<0,05 (2) Persamaan garis regresi yang diperoleh adalah Y = 106,212 – 0,421 x1 – 0,511 x2, di mana Y adalah Depresi, X1 adalah Kebermaknaan Hidup dan X2 adalah Kestabilan Emosi. Koefisien negatif dalam Kebermaknaan Hidup dan Kestabilan Emosi memiliki arti memberikan hubungan atau pengaruh yang berlawanan dengan Depresi. Jika Kebermaknaan Hidup dan Kestabilan Emosi meningkat maka Depresi akan menurun dan sebaliknya jika Kebermaknaan Hidup dan Kestabilan Emosi menurun maka akan meningkatkan Depresi.

Ada hubungan antara kebermaknaan hidup dan kestabilan emosi dengan tingkat depresi pada mahasiswa.Ada hubungan negatif antara kebermaknaan hidup dengan tingkat depresi, semakin tinggi tingkat kebermaknaan hidup semakin rendah tingkat depresinya.Ada hubungan negatif antara Kestabilan Emosi dengan tingkat depresi, semakin stabil emosi individu, semakin rendah tingkat depresinya.Nilai koefisien regresi Kebermaknaan Hidup sebesar 42,1% dan Kestabilan Emosi sebesar 51,1%.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran praktik mindfulness dalam meningkatkan kebermaknaan hidup sebagai intervensi preventif terhadap depresi. Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang program pelatihan kestabilan emosi pada kelompok remaja. Terakhir, penelitian juga dapat membandingkan perbedaan budaya dalam hubungan antara kebermaknaan hidup, kestabilan emosi, dan tingkat depresi di berbagai konteks sosial.

Read online
File size116.89 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test