UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaPenelitian sekarang berusaha untuk menemukan hubungan antara persepsi terhadap kualitas layanan dan kepuasan konsumen dengan loyalitas mereka. Untuk pengumpulan data, peneliti melibatkan sekitar 100 konsumen Prodia sebagai subjek penelitian yang diambil dari laboratorium chek up pada klinik Prodia Malang. Semua data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik regresi dan dilanjutkan korelasi parsial. Hasil analisis regresi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas layanan dan kepuasan konsumen dengan loyalitas konsumen. Sementara itu, hasil analisis parsial menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas layanan dengan loyalitas konsumen. Namun demikian, hasil yang berbeda ditunjukkan tidak ada hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas mereka. Kontribusi kedua variabel tersebut terhadap loyalitas sebesar 59,8%.
Penelitian ini menekankan pentingnya memahami perilaku konsumen untuk membangun loyalitas, yang terbentuk dari persepsi positif terhadap kualitas layanan dan kepuasan.Ditemukan bahwa persepsi terhadap kualitas layanan dan kepuasan konsumen secara simultan berhubungan positif signifikan dengan loyalitas konsumen, namun secara parsial, hanya persepsi kualitas layanan yang berhubungan positif signifikan dengan loyalitas.Yang menarik, kepuasan konsumen saja tidak secara otomatis menjamin loyalitas, menandakan perlunya strategi khusus untuk mempertahankan pelanggan karena kecenderungan manusia untuk mencari hal baru.
Penelitian ini telah memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen, namun juga membuka pertanyaan menarik untuk studi lanjutan. Mengingat 40.2% loyalitas konsumen belum dapat dijelaskan oleh variabel persepsi kualitas layanan dan kepuasan, sebuah arah penelitian yang menjanjikan adalah menyelidiki secara mendalam bagaimana pemahaman kebutuhan individual konsumen, tingkat kinerja karyawan, serta keunggulan kompetitif spesifik secara kolektif mempengaruhi loyalitas. Pertanyaan penelitian seperti, Bagaimana kombinasi dari faktor internal penyedia jasa (seperti kompetensi karyawan dan kemampuan adaptasi layanan) dan faktor eksternal (seperti diferensiasi kompetitor) berinteraksi dalam membentuk ikatan loyalitas yang kuat pada konsumen di sektor layanan kesehatan? dapat menjadi fokus. Lebih lanjut, temuan bahwa kepuasan konsumen tidak selalu menjamin loyalitas menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi mengapa celah ini terjadi. Studi mendatang dapat menanyakan, Faktor psikologis atau situasional apa yang memediasi hubungan antara kepuasan dan loyalitas, sehingga konsumen yang puas pun bisa beralih? Penelitian dapat menganalisis peran komitmen afektif, persepsi biaya penggantian (switching cost), atau pengalaman personal yang sangat positif yang menciptakan delight. Selain itu, mengingat sifat manusia yang selalu ingin mencoba hal baru, penting untuk meneliti Bagaimana perusahaan dapat membangun strategi retensi yang efektif yang mengatasi kecenderungan alami konsumen untuk mencari variasi, dan apakah ada segmen konsumen yang lebih rentan terhadap godaan pesaing meskipun sudah puas?. Mempelajari dinamika ini akan membantu perusahaan merancang program loyalitas yang lebih adaptif dan berbasis pemahaman perilaku mendalam, melampaui sekadar kepuasan sesaat.
| File size | 51.06 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUCIREBONUNUCIREBON Dari 26 artikel yang ditemukan, hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil temuan menunjukkan bahwa SpielbergerDari 26 artikel yang ditemukan, hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil temuan menunjukkan bahwa Spielberger
SALNESIASALNESIA Pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan literasi akademik digital mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros melalui penguasaan aplikasi manajemen referensi.Pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan literasi akademik digital mahasiswa FKIP Universitas Muslim Maros melalui penguasaan aplikasi manajemen referensi.
LLILLI Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial, sertaMenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial, serta
YASIN ALSYSYASIN ALSYS Analisis demografis menunjukkan bahwa 96,7% responden adalah mahasiswa sarjana dengan distribusi gender seimbang (54,5% perempuan, 45,5% laki-laki). StatistikAnalisis demografis menunjukkan bahwa 96,7% responden adalah mahasiswa sarjana dengan distribusi gender seimbang (54,5% perempuan, 45,5% laki-laki). Statistik
STAISKUTIMSTAISKUTIM Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam pengumpulan data digunakan angket untuk mengetahui data tentang layanan sistem informasi akademikPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam pengumpulan data digunakan angket untuk mengetahui data tentang layanan sistem informasi akademik
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Pembaruan dengan menggunakan e-learning, sehingga pembelajaran dapat dikontrol dan diawasi oleh kampus. Kegiatan yang bersifat e-learning juga dapat memberikanPembaruan dengan menggunakan e-learning, sehingga pembelajaran dapat dikontrol dan diawasi oleh kampus. Kegiatan yang bersifat e-learning juga dapat memberikan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Hipotesis kedua yang menyatakan bahwa narsisisme memengaruhi perilaku penipuan akademik mahasiswa diterima. Ini menunjukkan bahwa individu dengan ciriHipotesis kedua yang menyatakan bahwa narsisisme memengaruhi perilaku penipuan akademik mahasiswa diterima. Ini menunjukkan bahwa individu dengan ciri
INTELEKTUALINTELEKTUAL Signifikansi perbedaan antara skor mean kedua kelompok eksperimen dan kontrol pada variabel skor tes awal dan tes akhir diuji pada tingkat 0,05 denganSignifikansi perbedaan antara skor mean kedua kelompok eksperimen dan kontrol pada variabel skor tes awal dan tes akhir diuji pada tingkat 0,05 dengan
Useful /
UNTAGUNTAG Skala kemandirian yang dikembangkan terdiri dari 46 aitem yang tergabung dalam tiga komponen perilaku, yaitu.mengambil inisiatif dan mengendalikan tindakanSkala kemandirian yang dikembangkan terdiri dari 46 aitem yang tergabung dalam tiga komponen perilaku, yaitu.mengambil inisiatif dan mengendalikan tindakan
INTELEKTUALINTELEKTUAL Dimana alat ini dirancang untuk membantu dosen melakukan pengajaran dengan metode PBL dan membantu menilai mahasiswa dalam proses belajarnya. SebanyakDimana alat ini dirancang untuk membantu dosen melakukan pengajaran dengan metode PBL dan membantu menilai mahasiswa dalam proses belajarnya. Sebanyak
UNTAGUNTAG Penelitian sekarang bertujuan untuk menemukan korelasi antara konsep diri dan stress dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Subjek penelitian berjumlahPenelitian sekarang bertujuan untuk menemukan korelasi antara konsep diri dan stress dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Subjek penelitian berjumlah
UNTAGUNTAG Makin tinggi kepercayaan diri remaja, makin berkurang kenakalan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan secara bersama-sama antaraMakin tinggi kepercayaan diri remaja, makin berkurang kenakalan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan secara bersama-sama antara