UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara perilaku asertif dan harga diri dengan tingkat kecenderungan depresi. Penelitian dilakukan pada 119 remaja berusia 18-21 tahun (remaja akhir). Alat pengumpul data berupa skala asertivitas, skala harga diri dan Beck Depression Inventory (BDI) versi bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik korelasi spearman rank, dengan bantuan program statistik SPSS versi 13. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara perilaku asertif dengan tingkat kecenderungan depresi. Semakin tinggi perilaku asertif maka tingkat kecenderungan depresi yang dimiliki akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Hasil yang lain juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif antara harga diri dengan tingkat kecenderungan depresi. Semakin tinggi harga diri maka tingkat kecenderungan depresi yang dimiliki akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara perilaku asertif dan tingkat kecenderungan depresi, serta antara harga diri dan tingkat kecenderungan depresi.Individu dengan perilaku asertif yang tinggi dan harga diri yang tinggi cenderung memiliki tingkat kecenderungan depresi yang lebih rendah.Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan perilaku asertif dan peningkatan harga diri sebagai upaya preventif terhadap depresi pada remaja akhir.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang mungkin memediasi atau memoderasi hubungan antara perilaku asertif, harga diri, dan kecenderungan depresi, seperti dukungan sosial atau gaya pengasuhan. Kedua, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman subjektif remaja mengenai perilaku asertif, harga diri, dan depresi, serta bagaimana mereka mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk mengembangkan dan menguji efektivitas program-program yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif dan harga diri pada remaja, dengan tujuan mengurangi risiko depresi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas hubungan antara faktor-faktor psikologis dan kesehatan mental remaja, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dan relevan.

Read online
File size113.27 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test