UNTAG SMDUNTAG SMD

KURVA MAHASISWAKURVA MAHASISWA

Jalan lingkungan di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan jalur penghubung antara Desa yang memiliki jarak 28,446 km dan rata - rata lebar ruas jalan kurang dari 6 m. Secara kasat mata, kondisi jalan di Kecamatan Muara Badak kurang baik mengingat volume lalu lintas harian dan beban kendaraan yang melewati jalan dapat dikatakan rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari tingkat kelayakan perkerasan jalan di Kecamatan Muara Badak menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index). Jenis-jenis kerusakan yang banyak dijumpai di lapangan yaitu aligator cracking 2,596%, patching 1,445%, dan weathering ravelling 0,369%, serta beberapa bagian mengalami kerusakan depression 0,245%, edge cracking 0,035%, shoulder drop off 0,016% dan potholes 0,185%. Nilai kinerja perkerasan secara visual PCI menunjukkan hasil nilai terendah pada seksi 14 sebesar 18 dengan kategori very poor, sedangkan rating tertinggi berada pada seksi 15 sebesar 79 dengan kondisi very good. Kerusakan yang didominasi oleh retakan tersebut terjadi karena aspal telah mengalami lelah (fatique) sehingga tidak mampu lagi menahan beban kendaraan yang melewatinya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat berbagai jenis kerusakan pada perkerasan jalan di Kecamatan Muara Badak, seperti retak buaya, tambalan, dan weathering ravelling.Nilai PCI menunjukkan variasi kondisi perkerasan, dengan nilai terendah 18 (very poor) dan tertinggi 79 (very good).Kerusakan dominan disebabkan oleh kelelahan aspal yang tidak mampu menahan beban kendaraan.Oleh karena itu, perbaikan jalan secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas dan keamanan jalan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh jenis lalu lintas dan beban kendaraan terhadap tingkat kerusakan perkerasan jalan di Kecamatan Muara Badak. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penghitungan LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) dan klasifikasi kendaraan secara berkala. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas penggunaan berbagai metode perbaikan perkerasan jalan, seperti overlay, patching, atau rekonstruksi, dengan mempertimbangkan biaya dan umur layanan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kondisi perkerasan jalan di Kecamatan Muara Badak dengan kondisi perkerasan jalan di kecamatan lain dengan karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan jalan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pemeliharaan jalan di wilayah tersebut, serta meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan.

Read online
File size1.68 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test