ICJAMBIICJAMBI
Jurnal Bina Ilmu CendekiaJurnal Bina Ilmu CendekiaProvinsi Kalimantan Barat tetap menjadi tantangan signifikan bagi sistem kontrol keimigrasian nasional. Fenomena ini terdiri dari dua bentuk utama: pertama, masuknya warga negara asing tanpa dokumen resmi dan keberangkatan tidak teratur warga negara Indonesia, khususnya calon pekerja migran, melalui cara non-prosedural. Perlintasan ini biasanya memanfaatkan jalur tidak resmi atau jalur tikus—jalur yang sulit diakses dan kurang terpantau. Praktik semacam ini sering melibatkan pihak ketiga, termasuk calo, agen ilegal, atau sindikat transnasional yang memfasilitasi pergerakan orang secara tidak sah. Dalam mengatasi masalah ini, Direktorat Jenderal Imigrasi memainkan peran garis depan yang strategis; namun, implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia, kekurangan infrastruktur, dan kehadiran petugas imigrasi berwenang yang kurang optimal di pos perbatasan tradisional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis bentuk-bentuk perlintasan ilegal, tantangan kelembagaan yang dihadapi otoritas imigrasi, dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengawasan perbatasan. Temuan menunjukkan bahwa operasi gabungan yang melibatkan berbagai instansi telah menghasilkan peningkatan deteksi pelintas ilegal sebesar 27% dalam periode enam bulan dibandingkan dengan patroli terpisah. Namun, kolaborasi antarinstansi seperti militer (TNI), polisi (POLRI), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan pemerintah daerah belum sepenuhnya efektif karena koordinasi yang lemah, tidak adanya sistem pemantauan terintegrasi, dan kurangnya prosedur operasi standar (SOP) yang terpadu. Oleh karena itu, penguatan fungsi keimigrasian memerlukan sinergi kelembagaan, peningkatan kapasitas petugas, penggunaan teknologi pengawasan modern, dan keterlibatan aktif masyarakat melalui kerangka pemantauan partisipatif yang berkelanjutan dan adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik perbatasan.
Perlintasan ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya Kalimantan Barat, merupakan tantangan multidimensional akibat modus operandi kompleks, medan sulit, dan keterbatasan infrastruktur, melibatkan WNA tanpa dokumen dan WNI non-prosedural.Meskipun Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki peran strategis, pelaksanaannya terhambat oleh keterbatasan SDM dan infrastruktur, sehingga kolaborasi lintas sektor (TNI, POLRI, BNPP, BP2MI, pemda, masyarakat) menjadi esensial namun masih terkendala ego sektoral, tumpang tindih kewenangan, serta minimnya integrasi data dan teknologi.Oleh karena itu, penguatan fungsi keimigrasian memerlukan sinergi kelembagaan melalui pendekatan Collaborative Governance dan Pentahelix, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi pengawasan modern, dan kemitraan komunitas untuk mencapai pengawasan perbatasan yang adaptif dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat pengawasan perbatasan di Kalimantan Barat yang masih menghadapi berbagai tantangan, terdapat beberapa ide penelitian lanjutan yang penting. Pertama, perlu ada penelitian mendalam mengenai model pengawasan berbasis komunitas yang paling efektif. Bagaimana kita bisa melibatkan masyarakat lokal secara aktif dan berkelanjutan dalam mendeteksi aktivitas perlintasan ilegal, terutama mengingat sebagian masyarakat mungkin masih menganggapnya wajar karena alasan sosial atau ekonomi? Studi ini dapat mengeksplorasi strategi komunikasi yang persuasif, insentif non-finansial, atau program pengembangan ekonomi alternatif yang bisa mendorong partisipasi aktif warga dalam sistem deteksi dini. Kedua, pengembangan kerangka kerja teknologi terintegrasi untuk pengawasan perbatasan antarinstansi juga menjadi krusial. Bagaimana sistem yang memanfaatkan teknologi modern seperti drone, sensor pergerakan, dan analisis data real-time dapat diintegrasikan secara mulus dan aman, sehingga semua pihak seperti Imigrasi, TNI, dan POLRI dapat berbagi informasi secara efisien dan merespons cepat? Penelitian bisa berfokus pada desain sistem, tantangan teknis implementasi, dan standar interoperabilitas data. Terakhir, sangat penting untuk mengkaji perubahan kelembagaan dan kebijakan yang diperlukan guna mengatasi ego sektoral antarinstansi. Bagaimana kita dapat menciptakan struktur koordinasi yang lebih kuat, menyusun prosedur operasional standar (SOP) lintas instansi yang mengikat, dan membangun budaya kerja sama yang nyata agar semua pihak bekerja sebagai satu kesatuan dalam menjaga perbatasan? Ide ini bisa melibatkan analisis kebijakan komparatif atau studi kasus terhadap model kolaborasi yang berhasil di negara lain untuk menemukan solusi yang paling tepat bagi konteks Indonesia.
- Penyebab Kerusakan Jalan dengan Pengukuran Geolistrik di Provinsi Kalimantan Barat | Adriani | ABDIMASKU... doi.org/10.33633/ja.v6i1.714Penyebab Kerusakan Jalan dengan Pengukuran Geolistrik di Provinsi Kalimantan Barat Adriani ABDIMASKU doi 10 33633 ja v6i1 714
- Strategi Penguatan Fungsi Keimigrasian Melalui Sinergi Lintas Sektor: Analisis Penanganan Perlintasan... doi.org/10.46838/jbic.v6i2.850Strategi Penguatan Fungsi Keimigrasian Melalui Sinergi Lintas Sektor Analisis Penanganan Perlintasan doi 10 46838 jbic v6i2 850
| File size | 369.63 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah diterapkan pendekatan teknis seperti sanitary landfill dan pengembangan PLTSa, kesenjangan implementasiTemuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah diterapkan pendekatan teknis seperti sanitary landfill dan pengembangan PLTSa, kesenjangan implementasi
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini menyimpulkan bahwa sosiologi pendidikan memudahkan memahami hubungan erat antara masyarakat dan pendidikan, mencakup aspek keluarga, ekonomi,Penelitian ini menyimpulkan bahwa sosiologi pendidikan memudahkan memahami hubungan erat antara masyarakat dan pendidikan, mencakup aspek keluarga, ekonomi,
UnijoyoUnijoyo Kondisi keempat di mana MCB tetap menyala kemudian darurat diaktifkan, output yang terjadi adalah lampu L4 menyala. Pada kondisi kelima, MCB tetap menyalaKondisi keempat di mana MCB tetap menyala kemudian darurat diaktifkan, output yang terjadi adalah lampu L4 menyala. Pada kondisi kelima, MCB tetap menyala
UnijoyoUnijoyo When a vehicle is detected by the sensor, a 16x2 Liquid Crystal Display (LCD) will display a welcome message and instructions to the user to press theWhen a vehicle is detected by the sensor, a 16x2 Liquid Crystal Display (LCD) will display a welcome message and instructions to the user to press the
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Penelitian ini merekomendasikan untuk memperkuat regulasi dengan membentuk otoritas pengelolaan kawasan warisan yang khusus dan memperluas dampak kebijakanPenelitian ini merekomendasikan untuk memperkuat regulasi dengan membentuk otoritas pengelolaan kawasan warisan yang khusus dan memperluas dampak kebijakan
UNIMUNIM Trimming menggunakan sistem ventury yang memanfaatkan flow air ± 300 l/menit atau setara dengan konsumi motor yang berkapasitas 1,43 kw (konversi 1 kwTrimming menggunakan sistem ventury yang memanfaatkan flow air ± 300 l/menit atau setara dengan konsumi motor yang berkapasitas 1,43 kw (konversi 1 kw
UNISRIUNISRI Metode penelitian hukum secara yuridis dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian hukum secara yuridis dengan menganalisis peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan
POLIMDOPOLIMDO Pemilik usaha keripik ikan berkat Manado sadar dan ingin belajar membuat laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan MenengahPemilik usaha keripik ikan berkat Manado sadar dan ingin belajar membuat laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah
Useful /
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Perusahaan tersebut adalah PT. Gading Murni, yang menyediakan laptop untuk dijual kembali yang didapatkan dari supplier. Tujuan peneltian ini untuk mengetahuiPerusahaan tersebut adalah PT. Gading Murni, yang menyediakan laptop untuk dijual kembali yang didapatkan dari supplier. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui
IRPIIRPI Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Smart‑PLS dan teknik PLS‑SEM pada model outer dan inner serta demografi. Hasil menunjukkan bahwa secaraData dianalisis menggunakan perangkat lunak Smart‑PLS dan teknik PLS‑SEM pada model outer dan inner serta demografi. Hasil menunjukkan bahwa secara
IRPIIRPI Selain itu, sistem ini didukung oleh database MySQL untuk mengelola data yang diperlukan. Dengan implementasi Sistem Pemesanan Tempat Wisata berbasis AndroidSelain itu, sistem ini didukung oleh database MySQL untuk mengelola data yang diperlukan. Dengan implementasi Sistem Pemesanan Tempat Wisata berbasis Android
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengendalian persediaan produk gas oksigen untuk pengisian tabung ukuran 1 m3 dengan metode Least Unit Cost,Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengendalian persediaan produk gas oksigen untuk pengisian tabung ukuran 1 m3 dengan metode Least Unit Cost,