GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP

Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli Masyarakat

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium lanjut, selain itu sebanyak 60-70% pencari pengobatan kanker payudara sudah dalam stadium lanjut sehingga upaya pengobatan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu pemahaman tentang upaya pencegahan dan diagnosis dini agar penemuan penderita dapat dilakukan pada stadium awal sehingga dapat menurunkan kematian akibat kanker payudara. Skrining kanker payudara merupakan pemeriksaan atau usaha untuk menemukan abnormalitas yang mengarah pada kanker payudara pada seseorang atau kelompok orang yang tidak mempunyai keluhan. Upaya awal untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan SADARI. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan mengadakan pelatihan SADARI di SMA Setia Budi Semarang dapat meningkatkan keterampilan siswi dalam pemeriksaan payudara secara mandiri. Kegiatan pelatihan SADARI pada siswi SMA Setia Budi Semarang dilakukan dengan pemberian penyuluhan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang dilakanakan pada tanggal 15 Oktober 2019. Kehadiran peserta saat penyuluhan berjumlah 47 orang. Hasil kegiatan siswi SMA Setia Budi Semarang tidak hanya membutuhkan informasi tentang kanker payudara tetapi juga membutuhkan informasi kesehatan reproduksi wanita secara menyeluruh. Perlu pembentukan kelompok remaja di lingkungan sekolah sebagai wadah untuk berbagi informasi kesehatan reproduksi wanita.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan beberapa kali, penyuluhan dilakukan satu kali, dan dilanjutkan dengan demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) hingga seluruh siswi mempraktekkan SADARI secara mandiri dan diakhir dengan memberikan kenang-kenangan.Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang dijadwalkan dan pada saat kegiatan banyak siswi-siswi yang antusias terhadap tema ini, ini membuktikan para siswi sangat peduli dengan masalah reproduksi terutama tentang kanker payudara.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji sejauh mana pengetahuan dan keterampilan SADARI yang diperoleh siswi tetap terjaga setelah jangka waktu tertentu, misalnya dengan melakukan survei dan tes praktis tiga hingga enam bulan pasca‑pelatihan. Selain itu, penting untuk membandingkan efektivitas metode penyuluhan tradisional dengan pendekatan berbasis teknologi digital, seperti aplikasi mobile atau video interaktif, guna mengetahui strategi mana yang paling meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja dalam melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri. Penelitian ketiga dapat memperluas cakupan studi ke beberapa sekolah menengah di berbagai wilayah, sambil mengukur dampaknya terhadap tingkat deteksi dini kanker payudara di komunitas tersebut, termasuk analisis apakah peningkatan pengetahuan berhubungan dengan penurunan kasus kanker pada stadium lanjut. Selain itu, studi dapat menilai faktor-faktor psikologis dan sosial, seperti persepsi risiko dan dukungan keluarga, yang mempengaruhi konsistensi pelaksanaan SADARI oleh siswi. Dengan melakukan tiga pendekatan tersebut, diharapkan dapat diperoleh data yang lebih komprehensif mengenai keberlanjutan, efisiensi, dan skalabilitas program SADARI di kalangan remaja Indonesia.

  1. #sel kanker payudara#sel kanker payudara
  2. #kesehatan reproduksi#kesehatan reproduksi
Read online
File size374.44 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2W5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test