POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Preeklamsia masih menjadi penyebab utama komplikasi kehamilan di Indonesia. Penatalaksanaan kasus yang tepat selama kehamilan dapat mencegah preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas tekanan darah, MAP, dan pertambahan berat badan kehamilan terhadap kejadian preeklamsia. Desain penelitian eksploratif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karawang pada Maret sampai Desember 2022. Sampel 165 responden dari ibu yang mempunyai bayi, dipilih secara acak. Kriteria sampel responden melakukan pemeriksaan antenatal minimal 6 kali selama kehamilan. Ibu memiliki buku KIA yang mencatat tekanan darah, berat badan dan tinggi badan serta melahirkan pada cukup bulan. Pengolahan menggunakan SPSS versi 21 dengan uji sensitivitas dan spesifisitas. Hasil analisis sensitivitas sistole dan diastole serta MAP memiliki sensitivitas di atas 90%, kecuali sistole pada kehamilan kurang dari 24 minggu 83% (CI: 1,14-6,85). Spesifisitas tertinggi ditemukan pada diastole kehamilan di atas 24 minggu (0,96). Hasil terbaik pada sistole kehamilan di atas 24 minggu dengan sensitivitas 92% (CI: 37,12-2427,28). dan spesifisitas 0,96. Hasil ini membuktikan tekanan darah sistole, diastole, dan MAP dapat digunakan sebagai deteksi yang kuat untuk preeklamsia. Disarankan adanya regulasi dan SOP dalam pelaksanaan layanan ini.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik, serta penilaian MAP, dapat digunakan sebagai metode skrining untuk mendeteksi preeklamsia pada ibu hamil.Hasil penelitian menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang baik pada kehamilan di atas 24 minggu.Oleh karena itu, pemantauan tekanan darah secara berkala selama kehamilan sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan preeklamsia yang efektif.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih komprehensif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengkaji hubungan antara perubahan tekanan darah selama kehamilan dengan risiko preeklamsia, sehingga dapat diidentifikasi titik potong tekanan darah yang optimal untuk deteksi dini. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi sensitivitas dan spesifisitas tekanan darah dalam memprediksi preeklamsia, seperti usia ibu, paritas, dan riwayat penyakit keluarga. Ketiga, studi intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan pemantauan mandiri tekanan darah oleh ibu hamil dalam mengurangi risiko preeklamsia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan mengurangi angka kejadian preeklamsia di Indonesia.

  1. Prevalence and Associated Factors of Severe Preeclampsia Among Pregnant Women | Bulletin of Inspiring... gpijournal.com/index.php/bidan/article/view/152Prevalence and Associated Factors of Severe Preeclampsia Among Pregnant Women Bulletin of Inspiring gpijournal index php bidan article view 152
  2. Hypertensive Disorders of Pregnancy | Hypertension. hypertensive disorders pregnancy hypertension skip... ahajournals.org/doi/10.1161/HYPERTENSIONAHA.117.10803Hypertensive Disorders of Pregnancy Hypertension hypertensive disorders pregnancy hypertension skip ahajournals doi 10 1161 HYPERTENSIONAHA 117 10803
Read online
File size250 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test