STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS

JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN

Angka unmet need dalam konteks Keluarga Berencana (KB) merujuk pada persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Target angka unmet need di Indonesia adalah 8%, sedangkan angka unmet need saat ini adalah 11,5%. Tingginya angka unmet need ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu atau wanita menikah di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Variabel independen yaitu sikap dan dukungan suami. Variabel dependen yaitu kejadian unmet need. Populasi penelitian adalah wanita menikah usia 18-49 tahun sejumlah 463 orang. Besar sampel adalah 54 orang. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan confident interval 95% dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap KB (p = 0.027), dan dukungan suami (p = 0.024), dengan kejadian unmet need. Kejadian unmet need di Desa Karang Jaya dipengaruhi oleh sikap dan dukungan suami. Sikap dan dukungan suami yang rendah tentang KB dapat meningkatkan angka unmet need. Saran untuk menurunkan kejadian unmet need maka perlu peningkatan pengetahuan, sikap, dan dukungan dari suami.

Kejadian unmet need pada pasangan responden di lingkungan masyarakat Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea sebesar 53,7% untuk PUS yang tidak ingin punya anak dan 46,3% yang ingin menunda anak.Setengah dari responden (53,7%) bersikap negatif dan bersikap positif tentang KB dan memiliki suami yang tidak mendukung istri untuk ber-KB sebesar 55,6%.Terdapat hubungan antar sikap tentang KB dengan kejadian unmet need dengan nilai p-value sebesar 0,027 dan nilai OR sebesar 0,288.Terdapat hubungan antar dukungan suami tentang KB dengan kejadian unmet need dengan nilai p-value sebesar 0,024 dan nilai OR 0,275.Untuk menurunkan kejadian unmet need KB dibutuhkan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan dukungan suami.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak program pendidikan berbasis komunitas terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap positif tentang KB. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih dalam tentang faktor budaya dan norma sosial yang memengaruhi dukungan suami terhadap penggunaan kontrasepsi. Terakhir, penelitian juga bisa mengevaluasi efektivitas layanan kesehatan mobile atau digital dalam mengakses informasi KB bagi masyarakat pedesaan yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Read online
File size315.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test