STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS

JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN

Hipertensi, penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian secara global, ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Kondisi hematokonsentrasi, di mana jumlah eritrosit meningkat sementara volume plasma darah menurun, dapat mempengaruhi viskositas darah, yang dapat meningkatkan resistensi perifer dan beban kerja jantung, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita hipertensi yang sedang menjalani rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Semakin tinggi kadar hematokrit, semakin meningkat pula tekanan darah, baik tekanan sistol maupun diastol.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi.Semakin tinggi kadar hematokrit, semakin meningkat pula tekanan darah, baik tekanan sistolik maupun diastolik.Peningkatan viskositas darah akibat hematokrit tinggi menyebabkan resistensi perifer meningkat dan beban kerja jantung lebih berat, sehingga memicu kenaikan tekanan darah.Oleh karena itu, hematokrit dapat dijadikan indikator penting dalam pemantauan dan pengelolaan hipertensi.Hematokrit menjadi sebuah item evaluasi dalam pengelolaan hipertensi di satuan fasilitas pelayanan kesehatan.

1. Bagi tenaga kesehatan, disarankan untuk rutin memantau kadar hematokrit pada pasien hipertensi sebagai bagian dari evaluasi risiko dan pengendalian tekanan darah agar dapat mencegah komplikasi kardiovaskular. Pemantauan akan menjadi mitigasi dini dalam menjaga stabilitas tekanan darah. 2. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian dengan sampel lebih besar dan desain longitudinal untuk mengkaji hubungan sebab-akibat antara hematokrit dan tekanan darah serta mekanisme fisiologis yang mendasarinya. 3. Bagi penderita hipertensi, dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan hematokrit secara berkala dan menerapkan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan aktivitas fisik, guna mengendalikan tekanan darah dan kadar hematokrit. Pemantauan hematokrit secara berkala akan menjadi salah satu tolok ukur dalam menjaga stabilitas tekanan darah.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/amp0000799APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 amp0000799
Read online
File size394.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test